Minggu, 29 Maret 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Penetrasi Fintech Diprediksi Tumbuh 15%

12 Februari 2019
in Headline, News
Reading Time: 1 min read
AFPI

Peluncuran Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - McKensey & Company Indonesia memprediksi penetrasi layanan keuangan digital melalui financial technology (fintech) di Indonesia tumbuh 15% tahun ini. Angka ini naik dari dari 5% pada 2017. Meski demikian, pertumbuhan fintech di Indonesia masih lebih rendah dari negara ASEAN lainnya.

Perwakilan McKinsey & Company Indonesia Guillaume de Gantes menyatakan, pemain fintech di Indonesia akan mengadopsi skema penetrasi layanan keuangan non bank di Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. “Jadi masyarakat akan tetap menggunakan bank dan layanan keuangan non bank. Uang tunai juga masih akan digunakan. Meskipun secara signifikan akan beralih ke non tunai seperti di India,” kata Guillaume dalam keterangannya, Senin (11/2/2019) di Jakarta.

Baca juga :   Bank Indonesia Baru Loloskan 15 Fintech

Meski terbilang cepat, namun menurut McKinsey, penetrasi fintech di Indonesia masih lebih rendah dibanding negara tetangga. Di Singapura misalnya, 48% dari jumlah penduduknya telah menggunakan fintech. Lalu, Filipina 23%; Australia 17%; Vietnam 16%; Malaysia 15%; Thailand 10%; dan, Myanmar 6%.

Selain itu, Indonesia dinilai tidak akan semasif Tiongkok dalam mengadopsi layanan fintech. Pada 2017, penetrasi layanan keuangan non bank di Negeri Tirai Bambu itu mencapai 67%. Lalu, penetrasinya meningkat menjadi hampir 100% tahun ini.

Meski demikian, pertumbuhan fintech Indonesia juga didukung oleh pemain seperti Go-Pay, OVO, TCash dan lainnya dalam menjangkau masyarakat hingga ke daerah terpencil. Apalagi, fintech pembayaran menawarkan solusi keuangan berteknologi kode Quick Response (QR) yang mempermudah masyarakat dalam bertransaksi.

Baca juga :   Sudah 88 Fintech Terdaftar di OJK

Menurut Bruce Delteil perwakilan McKinsey & Company Indonesia yang lain, penetrasi layanan keuangan non bank di setiap negara bisa berbeda karena tiga faktor. Pertama, tergantung pada seberapa dalam penetrasi digital. Di Indonesia, pengguna ponsel pintar (smartphone) mencapai 124 juta dan pengguna internetnya 133 juta pada 2017.

Kedua, seberapa besar ketergantungan masyarakatnya terhadap uang tunai. “Di Indonesia, transaksi menggunakan uang tunai masih masif,” kata Bruce. Ketiga, proporsi produk digital yang tersedia.

STEVY WIDIA

Tags: financial technology (Fintech)McKensey & Company Indonesiaproduk digitalQR code
Previous Post

Shopee dan Hewlett-Packard (HP) Kolaborasi dalam Super Brand Day

Next Post

First Media Luncurkan Platform Pendukung Pendidikan

Related Posts

AFTECH
Digital Business

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
0
Amartha
Digital Business

Amartha Perkuat Layanan UMKM Akar Rumput Dan Kembangkan Dompet Digital

24 Januari 2026
0
Amartha - Andi Taufan
Digital Business

Industri Fintech Turut Dorong Pertumbuhan UMKM di Indonesia

24 Desember 2025
0
Load More
Next Post
First Media Sediakan Aplikasi Mobile Terbesar

First Media Luncurkan Platform Pendukung Pendidikan

3 Tim Lolos Babak Kualifikasi Piala Presiden eSport 2019

3 Tim Lolos Babak Kualifikasi Piala Presiden eSport 2019

Akulaku Finance x Garuda Indonesia

Gojek Siap Gandeng Garuda Untuk Layanan Logistik

Discussion about this post

Recent Updates

Workshop AI Ready ASEAN Bandung

Gibran Apresiasi Workshop AI Ready ASEAN: Dorong Literasi Digital Siswa Bandung

28 Maret 2026
AFTECH OJK

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
Revolusi AI Indonesia

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
Resign Pasca-THR

Meredam Tren Resign Pasca-THR, Gaji Saja Tidak Cukup Pertahankan Karyawan

27 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Workshop AI Ready ASEAN Bandung

Gibran Apresiasi Workshop AI Ready ASEAN: Dorong Literasi Digital Siswa Bandung

28 Maret 2026
AFTECH OJK

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
Revolusi AI Indonesia

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
Resign Pasca-THR

Meredam Tren Resign Pasca-THR, Gaji Saja Tidak Cukup Pertahankan Karyawan

27 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version