youngster.id - PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem kewirausahaan di Indonesia melalui program Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC). Di bawah payung program keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia”, SETC secara konsisten mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) nasional untuk naik kelas hingga menembus pasar internasional.
Komitmen tersebut diwujudkan lewat penyelenggaraan Bootcamp UMKM Untuk Indonesia (UUI) 2026: Kita Mau Kita Bisa, Menembus Batas, Membuka Pasar Global. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 180 pelaku UMKM dari seluruh Indonesia untuk meningkatkan kapasitas bisnis, memanfaatkan teknologi digital, serta memperluas jejaring pasar ekspor.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengapresiasi langkah Sampoerna. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta sangat krusial mengingat UMKM menyumbang sekitar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap 97% tenaga kerja.
“Ini bukti bahwa kolaborasi pemerintah dan swasta dapat menghasilkan dampak nyata bagi pertumbuhan bangsa. Ketika UMKM naik kelas, pasti Jakarta naik kelas, dan Indonesia juga ikut naik kelas,” ujar Elisabeth, dikutip Kamis (1/10/2026).
Didirikan sejak tahun 2007, SETC telah melatih lebih dari 108.000 pengusaha UMKM dan memfasilitasi penetrasi ekspor ke negara tujuan seperti Jepang dan Tiongkok melalui sinergi program WikiExport KADIN. Ekosistem kewirausahaan ini juga diperkuat oleh Sampoerna Retail Community (SRC) yang membina lebih dari 250.000 toko kelontong di Indonesia dengan kontribusi omzet mencapai Rp251 triliun per tahun.
Director of Stakeholder Relations & Sustainability Sampoerna, Romulus Sutanto, menjelaskan bahwa SETC terus berinovasi untuk memperluas jangkauan pembinaan di berbagai daerah melalui Collaborator Hub. Saat ini, SETC telah memiliki 30 Collaborator Hub yang tersebar di 17 provinsi dan telah mendampingi lebih dari 2.300 UMKM secara berkelanjutan.
“Melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi dengan mitra, SETC berupaya menghadirkan lebih dari sekadar ruang belajar. SETC membantu pengusaha UMKM membangun fondasi usaha agar mampu menangkap peluang pertumbuhan yang lebih besar,” kata Romulus.
Kehadiran Collaborator Hub berperan sebagai local enabler untuk memperkuat kapabilitas sumber daya manusia pelaku usaha lokal. Pendampingan berbasis praktik dan pembukaan akses pasar ini diharapkan tidak hanya mendorong UMKM berdaya saing secara global, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru di tingkat daerah.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post