youngster.id - Perusahaan rintisan daur ulang poliolifin asal Indonesia, Bumi Baru Plastik (BBP), mengamankan investasi dari perusahaan manajemen investasi global Circulate Capital. Namun tidak disebutkan jumlah nominal dananya. Suntikan modal pertumbuhan ini dimanfaatkan BBP untuk memperluas operasional, meningkatkan kapasitas produksi, serta mengeskalasi inovasi daur ulang limbah plastik pascakonsumen dan pascaindustri ke skala industri.
BBP berpesialisasi mengolah limbah polipropilena (PP) dan polietilena (PE)—seperti suku cadang kendaraan bekas (end-of-life vehicle), karung tenun, kontainer kaku, hingga kemasan industri—menjadi pelet daur ulang berstandar Original Equipment Manufacturer (OEM).
Melalui pemanfaatan teknologi pemrosesan bernilai tinggi, BBP mampu mengubah jenis limbah yang biasanya terdegradasi menjadi produk bernilai rendah (downcycling) menjadi pelet berkeandalan tinggi. Hasil olahan ini menjadi alternatif ekonomis pengganti plastik murni (virgin resin) untuk sektor otomotif, kemasan industri, hingga elektronik.
CEO & Co-Founder BBP, Kunal Nathani, mengungkapkan bahwa dukungan investasi ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk merealisasikan riset dan teknologi daur ulang yang telah dikembangkan.
“Fokus kami selalu tertuju pada tantangan tersulit dalam daur ulang poliolifin: mempertahankan sifat material dan memastikan sirkularitas. Investasi dari Circulate Capital memungkinkan kami membawa inovasi yang telah kami kembangkan di laboratorium ke skala industri,” ujar Kunal, dikutip Selasa (27/10/2026).
Strategi Ekspansi dan Konsolidasi Pabrik Jonggol
Melalui pendanaan ini, BBP resmi bertransisi dari skala produksi pilot menuju fasilitas industri terpadu. Transisi tersebut dijalankan melalui empat fokus strategis operasional, diawali dengan rencana peningkatan kapasitas pemrosesan daur ulang PP dan PE hingga lima kali lipat dalam dua tahun ke depan.
Selain itu, BBP melakukan konsolidasi situs industri dengan memusatkan serta menyederhanakan seluruh operasional di fasilitas Jonggol, Jawa Barat, yang turut mencakup modernisasi instalasi pengolahan air limbah. Langkah ini juga diperkuat oleh integrasi lini manufaktur hilir guna mengolah poliolifin daur ulang secara langsung menjadi produk jadi, seperti specialized compounds dan bubble wrap untuk kebutuhan industri.
Guna menopang seluruh operasional tersebut, BBP memperkokoh ketahanan pasokan bahan baku lokal dengan memperluas jangkauan jaringan yang menggandeng lebih dari 400 mitra pengumpul limbah.
Dukungan Mitra Investor dan Dampak Lingkungan
Investment Partner Southeast Asia Circulate Capital, Dondi Hananto, menilai kapabilitas teknis yang dimiliki BBP memberikan solusi nyata bagi industri manufaktur yang membutuhkan bahan baku daur ulang berkualitas tinggi.
“BBP telah mengembangkan kapabilitas pemrosesan teknis tingkat lanjut untuk mengolah beberapa jenis limbah paling menantang di Indonesia menjadi material berstandar OEM dengan kemurnian tinggi. Langkah ini memberikan alternatif yang kompetitif secara harga dan berkualitas bagi produsen,” kata Dondi.
Pada skala operasional penuh hingga periode 2030-2031, ekspansi BBP diproyeksikan mampu mencegah 114.100 metrik ton limbah plastik mencemari lingkungan serta mengurangi akumulasi emisi hingga 435.000 ton CO2e. Selain itu, BBP berkomitmen menjalankan program pasokan bertanggung jawab (responsible sourcing) guna meningkatkan keterlacakan bahan baku dan memperkuat kesejahteraan pekerja sampah informal di dalam rantai pasoknya. (*AMBS)

















Discussion about this post