youngster.id - PT Pertamina (Persero) menjalin kerja sama studi bersama (Joint Study Agreement/JSA) dengan dua perusahaan asal Jepang, Yachiyo Engineering Co., Ltd. dan Atomis Inc., untuk mengkaji potensi teknologi penyimpanan dan distribusi gas berbasis Metal-Organic Frameworks (MOF). Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memperluas akses distribusi gas bumi di wilayah kepulauan yang belum terjangkau jaringan pipa.
PTH Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Mega Satria, menyampaikan bahwa kolaborasi teknologi ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan sumber daya gas domestik dan menekan ketergantungan pada LPG impor.
“Melalui kolaborasi strategis dengan mitra internasional, Pertamina berupaya mengeksplorasi solusi teknologi yang dapat mendukung diversifikasi energi dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas domestik. Teknologi penyimpanan gas berbasis MOF ini memiliki potensi untuk melengkapi pilihan distribusi energi, termasuk bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa,” ujar Mega, dikutip Selasa (27/10/2026).
Uji Teknologi CubiTan dan Konsep Smart Gas Network
Dalam studi bersama ini, Pertamina mengevaluasi teknologi CubiTan yang dikembangkan oleh Atomis Inc. Teknologi ini memanfaatkan material MOF berpori untuk mengikat molekul gas pada permukaannya, sehingga mampu menyimpan gas metana pada tekanan yang jauh lebih rendah dibandingkan sistem Compressed Natural Gas (CNG) konvensional.
Selain kelayakan teknis wadah penyimpanan, kajian ini juga mengevaluasi penerapan konsep Smart Gas Network dari Yachiyo Engineering dan Atomis. Sistem ini menggabungkan tabung penyimpanan berbasis MOF dengan teknologi pemantauan jarak jauh (remote monitoring) guna mengoptimalkan perencanaan pengiriman dan pengelolaan konsumsi gas konsumen secara real-time.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa seluruh proses riset difokuskan pada pengujian aspek keselamatan, regulasi, dan keekonomian sebelum melangkah ke tahap komersialisasi.
“Indonesia memiliki potensi sumber daya energi yang perlu didukung oleh solusi distribusi sesuai karakteristik negara kepulauan. Kami mengedepankan pengujian menyeluruh terhadap aspek keselamatan, kelayakan operasional, dan keekonomian agar teknologi ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelas Baron.
Melalui strategi dual growth, Pertamina berkomitmen memperkuat bisnis inti minyak dan gas sekaligus mengeksplorasi inovasi rendah karbon demi menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan keberlanjutan pasokan energi nasional.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post