youngster.id - PT Pertamina (Persero) dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menjajaki kerja sama pengembangan ekosistem hidrogen sebagai energi bersih untuk transportasi publik di Jakarta. Kolaborasi strategis ini menjadi pijakan awal untuk mendorong pemanfaatan energi rendah karbon di sektor transportasi, sekaligus mendukung efisiensi emisi dan peningkatan kualitas udara di Ibu Kota.
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menegaskan bahwa pengembangan hidrogen untuk transportasi umum membutuhkan kolaborasi erat antara penyedia energi dan operator transportasi agar dapat diterapkan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
“Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, kami ingin menjajaki pengembangan ekosistem hidrogen yang tidak hanya mendukung kebutuhan energi bersih di sektor transportasi, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan energi dan pengurangan emisi,” ujar Oki, dikutip Kamis (15/10/2026).
Target Uji Coba Bus Hidrogen (FCEV) pada 2028
Penjajakan bersama ini mencakup kajian dan pengembangan solusi energi bersih melalui program percontohan (pilot project/proof of concept).
Dalam rencana operasionalnya, sebanyak dua unit bus berbasis hidrogen atau Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) ditargetkan mulai ditempatkan pada 2028. Bus hibah dari Pemerintah Korea Selatan kepada Pemerintah Indonesia tersebut akan diintegrasikan ke dalam layanan Transjakarta, didukung fasilitas infrastruktur produksi dan stasiun pengisian hidrogen.
Dukungan Proyek Waste to Hydrogen dan Net Zero Emission
Inisiatif ini sejalan dengan proyek Waste to Hydrogen (W2H) milik Pertamina, yang mengolah gas metana dari sampah menjadi biometana dan hidrogen rendah karbon. Skema ini menginterkoneksikan energi bersih dengan pengelolaan sampah berkelanjutan demi mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060 atau lebih cepat.
Oki menambahkan, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama memperkuat transisi energi bersih di tanah air.
“Kami berharap penjajakan ini menjadi pijakan awal bagi tumbuhnya ekosistem hidrogen di Indonesia,” pungkasnya.
STEVY WIDIA


















Discussion about this post