youngster.id - Platform Earned Wage Access (EWA) asal Indonesia, Duluin, sukses mengharumkan nama bangsa dengan meraih gelar bergengsi Startup of the Year dalam ajang Startup Innovation Weekend (SIW) 2026 Grand Award. Kompetisi regional ini berlangsung di Phnom Penh, Kamboja, pada 24–26 April 2026 lalu.
Duluin berhasil menyisihkan 30 startup inovatif yang berasal dari lebih dari 10 negara di Asia. Penghargaan ini diberikan oleh International Creativity & Innovation Award (ICIA), sebuah platform global yang aktif memberdayakan inovator di 40 negara.
Dalam sesi Pitch Gauntlet di hadapan panel investor dan mentor internasional, CEO Duluin, Isa Nuruddin Ahmad, memaparkan inovasi platformnya dalam mengatasi masalah likuiditas bagi pekerja kerah biru (blue-collar workers). Duluin hadir sebagai solusi bagi pekerja yang tergolong underbanked agar tidak terjebak dalam pinjaman informal berbunga tinggi, sekaligus membantu perusahaan menyediakan sistem kasbon yang terstruktur.
“Duluin pada intinya adalah platform kesejahteraan karyawan. Kami fokus untuk memberikan solusi employee benefit yang benar-benar menjawab permasalahan karyawan kerah biru. Ketika seorang pekerja tidak lagi dihadapkan dengan permasalahan finansial yang berlarut-larut, ia bisa lebih fokus dan produktivitasnya meningkat,” ujar Isa, Selasa (5/5/2025).
Gelar Startup of the Year yang diserahkan di Paragon International School ini bukan sekadar pengakuan atas inovasi, melainkan menjadi pintu gerbang bagi Duluin untuk mengekspansi pasarnya ke Kamboja dan kawasan Asia Tenggara lainnya.
Sebagai dampak langsung dari kemenangan ini, Duluin mendapatkan undangan khusus untuk menghadiri TechFest Vietnam 2026. Partisipasi dalam ajang tersebut menjadi peluang strategis bagi Duluin untuk memperluas jaringan di pasar potensial sekaligus mendapatkan eksposur dari investor global.
Pencapaian ini membuktikan bahwa solusi teknologi lokal yang menjawab masalah nyata masyarakat pekerja Indonesia memiliki daya saing yang kuat di panggung internasional. Duluin kini siap melangkah lebih jauh untuk menjadi bagian dari ekosistem teknologi global yang memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata. (*AMBS)



















Discussion about this post