youngster.id - Ekosistem wirausaha muda di sektor energi dan lingkungan hidup di Indonesia kini mendapatkan angin segar. Perusahaan energi asal Korea Selatan, SK Innovation E&S, secara agresif memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan startup hijau lokal melalui penyediaan dukungan praktis, pendanaan, dan inkubasi komprehensif di sepanjang siklus bisnis mereka.
Langkah ini mempertegas peran aktif perusahaan global dalam mendukung transisi energi dan keberlanjutan lingkungan di tanah air melalui pemberdayaan generasi muda. Melalui proyek bertajuk MAJU:ON yang diinisiasi bersama perusahaan solusi ESG Korea Selatan, UD Impact, SK Innovation E&S fokus menyaring ide-ide inovatif untuk dikonversi menjadi bisnis yang bernilai komersial tinggi.
Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, inisiatif ini telah berhasil menjaring dan membina sekitar 130 tim startup yang mencakup sekitar 460 wirausahawan muda Indonesia, bekerja sama dengan delapan universitas penghubung regional serta jaringan investor ANGIN (Angel Investment Network Indonesia).
Pendekatan pendampingan yang dilakukan tidak hanya menyasar sektor energi secara sempit, melainkan meluas ke sektor agronomi, teknologi spasial, hingga ketahanan pangan yang terintegrasi dengan Kecerdasan Buatan (AI).
Beberapa inovasi startup lokal yang lahir dan mendapatkan dukungan pendanaan langsung dari inisiatif ini di antaranya:
- GISACT: Berfokus pada platform intelijen spasial yang mendukung pengambilan keputusan optimal berbasis analisis data geografis yang kompleks, mulai dari sektor tanggap bencana hingga pertanian. GISACT mendapatkan hadiah sebesar US$4.000.
- AIGRA: Mengembangkan teknologi sistem pencegahan pembusukan hasil pertanian berbasis kecerdasan buatan (AI). AIGRA mendapatkan hadiah sebesar US$2.500.
- Lifeguards: Menghadirkan inovasi ramah lingkungan untuk memperpanjang masa kesegaran buah dan sayuran tanpa bahan kimia berbahaya. Lifeguards mendapatkan hadiah sebesar US$1.500.
Sementara itu, Aruponic dan WearaTech, berhasil membawa pulang penghargaan khusus (special awards).
Selain mendapatkan modal stimulus, startup yang lolos kurasi ini juga difasilitasi untuk masuk ke dalam ekosistem global, termasuk akses pendanaan tanpa bunga dengan total nilai KRW 20 juta melalui dana bersama yang didirikan oleh UD Impact dan ANGIN.
“Melalui proyek makro seperti ini, kami mampu mengubah ide abstrak menjadi model bisnis yang konkret. Ini menjadi titik balik penting untuk membawa inovasi lokal ke tingkat global,” ujar Anjar Dimara Sakti, CEO GISACT, dikutip Senin (25/5/2026).
Inisiatif penguatan startup hijau ini juga mendapat perhatian dan dukungan penuh dari lintas sektoral pemerintah Indonesia, mulai dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Investasi/BKPM, Kementerian Koperasi dan UMKM, hingga Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Pemerintah menilai kontribusi dari korporasi global seperti SK Innovation E&S sangat krusial dalam mempersiapkan calon pemimpin masa depan di bidang energi bersih, yang sejalan dengan target transformasi digital dan transisi energi nasional.
Shon Dong-kun, President Director SK Innovation E&S Indonesia, menyatakan bahwa program pembinaan startup ini dirancang sebagai jembatan strategis jangka panjang yang menghubungkan ekosistem industri Indonesia dan Korea Selatan.
“Melalui proyek MAJU:ON, kami menyaksikan potensi luar biasa dari para wirausahawan muda Indonesia. Kami berharap program ini dapat berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan ekosistem industri Indonesia dan Korea,” ujar Shon Dong-kun.
Dukungan terhadap startup hijau ini melengkapi rekam jejak investasi jangka panjang SK Innovation di industri strategis nasional. Perusahaan tercatat telah berinvestasi di Ladang Gas Tangguh sejak 2006 untuk memasok kebutuhan energi bersih lewat skema kontrak jangka panjang.
Ekspansi bisnis tersebut terus berlanjut secara masif. Melalui proses lelang resmi yang diadakan pemerintah Indonesia, SK Innovation berhasil mengamankan hak pengelolaan atas tiga blok eksplorasi migas baru, yaitu Serpang, Binaiya, dan North Ketapang, guna mengamankan keberlanjutan pasokan energi global sekaligus mendorong kemitraan ekonomi yang lebih kuat antara kedua negara di masa depan.
STEVY WIDIA
