Pemerintah Dorong Talenta Muda Bangun Startup dan Ciptakan Lapangan Kerja

Wirausaha Merdeka

Anak muda berwirausaha. (foto: ilustrasi/istimewa)

youngster.id - Dunia kerja yang semakin dipengaruhi teknologi dan kecerdasan buatan (AI) membuat anak muda perlu menyiapkan lebih dari sekadar kemampuan untuk mendapatkan pekerjaan. Mereka juga dituntut mampu melihat perubahan sebagai peluang, mengembangkan ide, dan menciptakan solusi yang bisa bernilai ekonomi.

Peluang tersebut coba didorong Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Talent & Innovation Development Program (TIDP).

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, perubahan teknologi dan model bisnis global membuat cara menyiapkan tenaga kerja juga perlu berubah. Menurutnya, anak muda perlu memiliki kemampuan untuk terus belajar dan mengubah persoalan menjadi peluang.

“Kita tidak cukup hanya menyiapkan tenaga kerja yang siap mencari pekerjaan, tetapi harus membangun talenta yang siap menghadapi perubahan. Mereka harus mau terus belajar, melihat masalah sebagai peluang, bekerja sama, dan berani menciptakan sesuatu yang baru,” tegas Yassierli dikutip Sabtu (22/8/2026).

Program ini membekali talenta muda dengan kemampuan inovasi dan kewirausahaan agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga berpeluang menjadi pencipta lapangan kerja.

Sebanyak 58 talenta muda dari Bekasi dan Bandung Barat mengikuti program intensif tersebut selama enam bulan. Peserta mendapatkan pengembangan kompetensi yang diarahkan pada kemampuan adaptif, inovatif, dan kewirausahaan.

Salah satu target yang ingin dicapai dari program ini adalah mendorong peserta berani mengembangkan rintisan usaha atau startup berbasis inovasi.

Yassierli bahkan menantang peserta untuk tidak menunggu sampai menyelesaikan program untuk mulai menjadi entrepreneur.

“Saya berharap adik-adik yang mengikuti program ini dapat menghasilkan rintisan usaha (startup) berbasis inovasi. Saya tantang Anda menjadi pelopor: lulusan yang sudah memiliki perusahaan sendiri bahkan sebelum masa programnya selesai,” ujar Yassierli.

TIDP tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi peserta. Program yang berlangsung selama enam bulan ini juga diarahkan untuk membantu talenta muda mengembangkan gagasan, inovasi, hingga kemampuan kewirausahaan.

Pelaksanaannya melibatkan Ditjen Bina Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK), Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Bekasi, Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK) Bandung Barat, serta mitra industri dan mentor profesional.

Kolaborasi tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Dengan begitu, ide yang dikembangkan tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat diarahkan menjadi solusi yang memiliki nilai ekonomi.

“Melalui TIH, Kemnaker ingin memastikan pengembangan talenta tidak berhenti ketika pelatihan selesai. Peserta diharapkan dapat melanjutkan prosesnya hingga menghasilkan gagasan atau solusi yang dapat dikembangkan menjadi usaha,” pungkasnya.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version