youngster.id - Raksasa makanan dan minuman global, PepsiCo, meluncurkan program APAC Greenhouse 2026. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, edisi keempat ini mengusung format baru yang berfokus pada integrasi produk startup terpilih secara langsung ke dalam rantai pasok perusahaan dalam skala komersial.
Program selama tujuh bulan ini mempertemukan lima alumni terbaik dari kohort sebelumnya, termasuk Bali Waste Cycle dari Indonesia. Transformasi model ini bertujuan untuk membawa startup melampaui fase proyek percontohan (pilot project) menuju perjanjian komersial dan penggunaan operasional di seluruh jaringan bisnis PepsiCo.
Melalui kerangka kerja yang disebut IMPACT Framework, PepsiCo melibatkan tim keberlanjutan, rantai pasok, pengadaan, hingga R&D lebih awal dalam proses seleksi. Struktur ini dirancang untuk menyelaraskan prioritas bisnis dan kelayakan teknis sejak awal, guna memastikan solusi yang ditawarkan siap untuk diimplementasikan secara massal.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pep+ (PepsiCo Positive) yang menghubungkan tujuan bisnis dengan upaya regenerasi pertanian, iklim, dan ekonomi sirkular. Startup dinilai berdasarkan kesiapan komersialisasi serta dampak terukur dari produk mereka terhadap efisiensi operasional perusahaan.
CEO PepsiCo Asia Pasifik, Anne Tse, menyatakan bahwa keunggulan kompetitif di masa depan bergantung pada seberapa cepat inovasi praktis dapat diubah menjadi hasil komersial yang berskala.
“Prioritas kami adalah fokus pada solusi yang memperkuat ketahanan rantai nilai kami dan mempercepat eksekusi di pasar,” ujarnya.
Wakil dari Indonesia, Bali Waste Cycle, bergabung bersama empat startup inovatif lainnya di kawasan Asia-Pasifik:
- Bali Waste Cycle (Indonesia): Fokus pada pemulihan plastik bernilai rendah.
- Adiona (Australia): Perangkat lunak logistik berbasis AI yang telah terbukti mengurangi jarak tempuh armada sebesar 19%.
- X-Centric (Australia): Sistem analitik tanah digital untuk mendukung pertanian regeneratif.
- Beijing AIForce Tech (China): Penyedia alat pertanian bertenaga listrik.
- Takachar (Thailand): Sistem seluler yang mengubah limbah tanaman menjadi biochar.
PepsiCo juga memperluas jaringan mitra eksternal, termasuk modal ventura dan grup inovasi seperti Artesian, AgFunder Asia, dan Circulate Capital. Kemitraan ini diharapkan dapat memberikan jalur yang lebih jelas bagi startup dari tahap pengujian menuju pengadaan (procurement) hingga peluncuran produk secara luas, sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok global di tengah tekanan perubahan iklim.
.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post