youngster.id - Sektor ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) kian menonjol sebagai salah satu pilar strategis dalam memperkuat ketahanan dan sumber pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja positif ini tercermin dari pertumbuhan sektor Halal Value Chain (HVC) Indonesia yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,21% secara tahunan (Year-on-Year/YoY) pada tahun 2025.
Tren akselerasi ini terus berlanjut hingga tahun 2026 yang ditopang kuat oleh sektor pembiayaan syariah. Berdasarkan data Bank Indonesia, pembiayaan syariah nasional melesat tumbuh hingga 10,84% (YoY) per April 2026. Pertumbuhan yang tinggi ini juga diikuti oleh kualitas kredit yang sangat sehat, ditandai dengan rasio risiko kredit (Non-Performing Financing/NPF) yang rendah di angka 2,28%.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa eksyar mampu menjembatani antara produktivitas dan inklusivitas, inovasi, serta kesejahteraan masyarakat secara luas demi mendongkrak daya saing nasional di kancah global.
“Arah kebijakan eksyar Bank Indonesia difokuskan pada tiga pendaftaran utama, yaitu penguatan ekosistem produk halal, penguatan keuangan dan pembiayaan syariah, serta penguatan literasi, inklusi, dan gaya hidup halal. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam mendorong eksyar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Destry, dikutip Senin (8/6/2026).
Selain di tingkat nasional, penguatan ekonomi syariah juga menjadi agenda prioritas pembangunan di tingkat daerah. Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi salah satu wilayah dengan potensi eksyar yang sangat masif. Dengan jumlah penduduk muslim mencapai 7,72 juta jiwa atau sekitar 97,22% dari total populasi, Sumsel memegang peran sebagai basis pasar syariah yang besar di bagian barat Indonesia.
Gubernur Sumsel, Herman Deru, menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong kemandirian ekonomi berbasis syariah melalui program-program inovatif dan strategis.
“Melalui berbagai program unggulan seperti ‘100.000 Sultan Muda’ dan ‘Gerakan Sumsel Mandiri Pangan Goes to Pesantren’, kami terus mendorong lahirnya generasi muda dan pesantren yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” tutur Herman.
Sebagai informasi, kekuatan infrastruktur eksyar di Sumsel saat ini ditopang oleh keberadaan 670 pondok pesantren, 34 kantor bank umum syariah, 15 unit usaha syariah (UUS), serta lebih dari 27 ribu produk lokal yang telah mengantongi sertifikat halal resmi.
HENNI S.

















Discussion about this post