youngster.id - YCAB Foundation meluncurkan program Anak Muda untuk Dunia Kerja dan Wirausaha Digital yang Inklusif (ANDAL). Inisiatif strategis ini dihadirkan untuk memperkuat kesiapan kerja serta memperluas peluang ekonomi digital bagi generasi muda Indonesia, dengan fokus utama pada pemberdayaan perempuan dan penyandang disabilitas.
Program ini mendapatkan dukungan penuh dari Citi Foundation melalui hibah Global Innovation Challenge. Lewat pendanaan tersebut, YCAB Foundation terpilih menjadi satu-satunya organisasi dari Indonesia sekaligus bagian dari 50 organisasi global yang menerima dukungan untuk memajukan solusi ketenagakerjaan inovatif bagi anak muda dari keluarga prasejahtera.
Hingga Januari 2028, program ANDAL ditargetkan mampu menjangkau 2.500 generasi muda di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Komposisi peserta dirancang inklusif dengan menargetkan sekitar 75% keterwakilan perempuan dan 2% penyandang disabilitas.
Peluncuran program ANDAL ini dinilai sangat krusial mengingat data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sekitar 9,58 juta generasi muda atau 21,46% masuk dalam kategori Not in Education, Employment, and Training (NEET) alias tidak sekolah, tidak bekerja, dan tidak sedang mengikuti pelatihan.
Di sisi lain, laporan e-Conomy SEA yang dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain & Company memperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia tumbuh sebesar 14% mencapai hampir US$100 militar, memantapkan posisinya sebagai yang terbesar di Asia Tenggara.
Untuk menangkap peluang makro tersebut, program ANDAL dirancang dengan berfokus pada dua pilar utama, yaitu persiapan kerja dan kewirausahaan digital. Kurikulum pelatihan meliputi vokasi berbasis kompetensi, pengembangan soft skills, literasi finansial, edukasi Prevention of Sexual Harassment, Exploitation and Abuse (PSHEA), hingga pelatihan afiliator untuk integrasi ke berbagai platform e-commerce.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor, menegaskan bahwa akselerasi ekonomi digital harus diimbangi dengan penguatan kualitas SDM yang adaptif dan bebas dari diskriminasi.
“Pemerintah terus mendorong penguatan pelatihan vokasi dan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif. Generasi muda perlu mendapatkan akses yang lebih luas terhadap pelatihan agar mampu bersaing di dunia kerja yang terus berubah,” ujar Afriansyah, dikutip Rabu (27/5/2026).
Dukungan serupa disampaikan oleh Hario Widyananto, Country Head of Public Affairs Citi Indonesia. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan Citi Foundation dalam program ANDAL merupakan wujud komitmen berkelanjutan korporasi untuk membangun fondasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia.
“Melalui dukungan Citi Foundation terhadap program ANDAL yang dilaksanakan oleh YCAB Foundation, kami ingin membantu membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan, membangun kesiapan kerja, serta menangkap peluang ekonomi di tengah perkembangan dunia yang terus berubah,” jelas Hario.
Menutup rangkaian peluncuran, Chief Operating Officer YCAB Foundation, Linda Sukandar, menyatakan optimismenya terhadap jalannya program ini. YCAB berkomitmen untuk terus menyinkronkan materi pelatihan dengan kebutuhan riil industri saat ini, sehingga para lulusan program siap diserap oleh pasar kerja digital maupun mandiri sebagai wirausahawan baru.
“Melalui Progam ANDAL, YCAB Foundation berupaya untuk membantu generasi muda membangun kesiapa kerja melalui pelatihan ketrampilan, penguatan soft skills, dan pendampingan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” kata Linda.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post