youngster.id - Di tengah perlambatan ekonomi global dan tantangan daya beli yang masih membayangi sejumlah negara, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia dinilai tetap memiliki daya tarik bagi investor global. Jumlah pelaku usaha yang besar serta potensi ekonomi daerah yang belum sepenuhnya tergarap, membuat UMKM Indonesia berpeluang untuk mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Potensi tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam The 2026 Asia Grassroots Forum. Forum yang diinisiasi perusahaan fintech Amartha ini, mempertemukan investor, regulator, akademisi, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas peran ekonomi akar rumput dalam mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif di kawasan Asia.
Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, mengatakan forum tersebut digelar untuk membangun kembali kepercayaan investor global terhadap potensi ekonomi akar rumput Indonesia yang dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar.
Menurutnya, sektor-sektor seperti pertanian, maritim, hingga pengembangan ekonomi daerah masih menyimpan banyak peluang yang dapat dikembangkan melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
“Targetnya kita bisa membangun confidence lagi ke lebih banyak investor global untuk menangkap kesempatan dan peluang-peluang di ekonomi akar rumput kita karena masih banyak inovasi-inovasi yang bisa kita bangun di sini,” ucapnya pada pembukaan The 2026 Asia Grassroots Forum, Kamis (4/6/2026) di Jakarta.
Taufan menilai perhatian investor terhadap ekonomi akar rumput tidak hanya berkaitan dengan potensi keuntungan, tetapi juga dampak ekonomi yang dapat dihasilkan.
“Dengan dukungan pembiayaan yang tepat, UMKM dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas daerah, serta memperluas akses ekonomi bagi masyarakat yang selama ini belum terjangkau layanan keuangan formal,” ucapnya.
Menurut Taufan forum ini juga bertujuan memperkuat kolaborasi antara regulator, sektor swasta, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, dukungan kebijakan yang mendorong inovasi menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi akar rumput.
Meski mengakui kondisi ekonomi masih menantang, Taufan optimistis sektor UMKM akan tetap mampu bertahan dan kembali tumbuh seiring membaiknya kondisi ekonomi ke depan.
“Bisa dibilang tahun ini lebih menantang. Tapi namanya siklus, nanti ada waktunya untuk rebound lagi. Yang pasti kita akan terus mendukung dan memastikan bisnis-bisnis yang sekarang sudah berjalan tetap berjalan baik dan tumbuh secara sehat,” katanya.
The 2026 Asia Grassroots Forum bertema “Enabling Growth, Elevating Financial Health” berlangsung pada 3-4 Juni 2026 di Shangri-La, Jakarta. Acara tersebut menargetkan 500 peserta dari kalangan pemerintah, investor, dan akademisi regional Asia.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post