Raih Pendanaan Seri H Senilai US$320 Juta, Valuasi Airwallex Melesat Jadi US$11 Miliar

Pendanaan Seri H Airwallex

Raih Pendanaan Seri H Senilai US$320 Juta, Valuasi Airwallex Melesat Jadi US$11 Miliar (Foto: Ilustrasi)

youngster.id - Platform pembayaran Airwallex mengumumkan perolehan pendanaan Seri H senilai US$320 juta. Suntikan modal baru ini sukses mendongkrak valuasi perusahaan menjadi US$11 miliar, naik signifikan dari valuasi sebesar US$8 miliar pada Desember 2025 lalu.

Putaran pendanaan ini dipimpin oleh investor terdahulu, Addition, serta didukung oleh partisipasi dari sederet investor global seperti Baillie Gifford, Hummingbird, QED Investors, T. Rowe Price, Hedosophia, Haun Ventures, Washington University di St. Louis, dan Amex Ventures.

Investasi ini akan dialokasikan untuk mempercepat pengembangan produk di bidang autonomous finance dan agentic commerce, memperluas jangkauan infrastruktur dan lisensi regulasi ke pasar-pasar baru, serta terus meningkatkan skala tim yang membangun perangkat lunak keuangan berbasis AI-native.

Menyusul pengumuman pendanaan ini, Airwallex memperkenalkan dua inisiatif produk inovatif untuk mengakselerasi ekspansinya di era kecerdasan buatan. Pertama, T:0: Sebuah platform keuangan berbasis AI-native yang dirancang untuk mengelola seluruh fungsi finansial bisnis dari ujung ke ujung secara otomatis—mulai dari pembukuan, peramalan kas (forecasting), perpajakan, kepatuhan (compliance), hingga pelaporan sejak hari pertama tanpa perlu migrasi rumit. Saat ini, T:0 masih dalam tahap private beta dan akan dirilis secara luas dalam beberapa minggu mendatang.

Kedua, Airi: Dompet konsumen pintar (agentic consumer wallet) yang mengintegrasikan fitur one-click checkout. Pada pengujian awal, fitur ini terbukti mendongkrak konversi transaksi sukses hingga 14% bagi para pedagang digital. Ke depan, Airi akan dikembangkan untuk memfasilitasi pembayaran agen delegasi, batas pengeluaran, kontrol izin, serta saldo multi-mata uang.

Co-founder dan CEO Airwallex, Jack Zhang, menyatakan bahwa modal baru ini memungkinkan bergerak lebih cepat menuju babak baru Airwallex: keuangan otonom (autonomous finance), perdagangan berbasis agen (agentic commerce), serta infrastruktur untuk menggerakkan keduanya.

“Satu dekade lalu, kami tidak tahu persis seperti apa bentuk ekonomi berbasis agen (agentic economy) nantinya, tetapi kami telah membangun fondasi untuk itu. Lisensi, integrasi jaringan lokal, dan jalur penyelesaian transaksi (settlement rails) yang kami habiskan selama sepuluh tahun untuk membangunnya adalah jenis infrastruktur yang tepat yang dibutuhkannya,” papar Jack, dikutip Jum’at (26/6/2026).

Jejak Langkah dan Ekspansi Airwallex di Indonesia

Sebagai bagian dari strategi perluasan lisensi dan jangkauan regulasi di pasar baru, Indonesia menjadi salah satu fokus geografis yang sangat strategis bagi Airwallex di kawasan Asia Tenggara.

Di Indonesia, Airwallex beroperasi secara resmi melalui PT Airwallex Indonesia yang telah mengantongi lisensi resmi dari Bank Indonesia (BI) sebagai Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) Kategori Kategori I, khususnya untuk aktivitas Transfer Dana Internasional.

Pada Desember 2025 Airwallex mengakuisisi mayoritas saham PT Skye Sab Indonesia, pemegang lisensi PJP (Penyedia Jasa Pembayaran) Kategori 1. Langkah ini memungkinkan pedagang Indonesia yang ingin berekspansi ke pasar internasional mengakses infrastruktur keuangan Airwallex, sekaligus mempermudah perusahaan asing masuk ke pasar Indonesia.

Dengan lebih dari 64 juta UMKM di Indonesia, kebutuhan akan solusi pembayaran lintas negara yang aman dan efisien dinilai tinggi. Kombinasi infrastruktur global Airwallex dan kapabilitas lokal PT Skye Sab Indonesia ditujukan untuk mendukung pelaku usaha nasional memperluas bisnis ke pasar internasional.

Kehadiran lokal ini memungkinkan Airwallex untuk mempermudah pelaku usaha dan startup di Indonesia untuk melakukan pengiriman uang lintas negara (cross-border) dengan biaya yang jauh lebih efisien dibandingkan metode perbankan konvensional. Airwallex mendukung integrasi dengan platform e-commerce dan marketplace populer di Indonesia (seperti Lazada, Shopee, dan Shopify) untuk pengelolaan dana lintas batas.

Juga, menyediakan rekening pengumpulan dana lokal (local collection accounts) dalam berbagai mata uang asing utama guna mendukung para eksportir dan bisnis digital Indonesia menerima pembayaran dari konsumen global tanpa hambatan.

Pertumbuhan bisnis Airwallex secara global terus menunjukkan tren akselerasi yang kuat seiring melonjaknya permintaan terhadap infrastruktur keuangan lintas batas.

Pada Maret 2026, Airwallex berhasil mencatatkan pendapatan tahunan yang disetahunkan (annualized revenue) mencapai US$1.3 miliar, melesat hingga 74% dibandingkan tahun sebelumnya (year-over-year). Selain itu, volume transaksi tahunan yang disetahunkan juga melonjak lebih dari 120% mencapai angka US$287 miliar. Menariknya, lebih dari 90% pendapatan perusahaan kini bersumber dari pelanggan yang mengadopsi lebih dari satu produk di dalam ekosistem Airwallex. (*AMBS)

 

Exit mobile version