Rabu, 6 Mei 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Startup & Entrepreneurship

Recompound Hadirkan Model Biaya Berbasis Kinerja Bagi Investor Ritel Indonesia

4 Mei 2026
in Startup & Entrepreneurship
Reading Time: 2 mins read
Recompound Investment Advisory

Recompound Hadirkan Model Biaya Berbasis Kinerja Bagi Investor Ritel Indonesia (Foto: Istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Startup penasihat investasi (investment advisory) asal Indonesia, Recompound, memperkenalkan model biaya berbasis kinerja (performance-based fee) bagi investor ritel. Struktur ini mengadopsi model yang biasanya hanya tersedia bagi investor institusi atau nasabah kaya raya (High-Net-Worth Individuals).

Langkah yang diumumkan pada akhir April 2026 ini bertujuan untuk mendemokratisasi manajemen portofolio terstruktur di Indonesia. Selama ini, layanan manajemen portofolio formal seperti Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) memerlukan investasi minimum sekitar Rp10 miliar, sehingga tidak terjangkau bagi mayoritas investor ritel.

Model baru dari Recompound menggunakan struktur high-water mark. Artinya, perusahaan hanya akan mengenakan biaya ketika nilai portofolio klien melampaui nilai puncak sebelumnya. Sistem ini menyelaraskan kompensasi penasihat dengan kinerja jangka panjang portofolio klien.

Baca juga :   Pelaku UMKM Raup US$270 Miliar secara Global Melalui Platform Shopee

Co-founder Recompound, Toby Limanto, menjelaskan bahwa pertumbuhan pasar ritel saat ini mencerminkan segmen investor yang mulai mencari pendekatan lebih terstruktur dalam mengelola modal.

“Pertumbuhan partisipasi investor ritel yang pesat di Indonesia tidak selalu berkorelasi dengan hasil portofolio yang konsisten. Kami melihat adanya permintaan untuk pendekatan yang melampaui sekadar akses pasar, yakni kualitas manajemen portofolio,” ujar Toby.

Meskipun pengaturan biaya berbasis kinerja sudah ada di Indonesia, praktiknya sebagian besar masih bersifat informal dan berbasis kepercayaan. Recompound hadir dengan struktur formal yang memberikan transparansi lebih bagi investor dengan modal yang lebih terjangkau.

Berbeda dengan manajer investasi tradisional, Recompound beroperasi sebagai lapisan penasihat (advisory layer). Dana klien tetap disimpan di akun sekuritas masing-masing, sehingga kontrol tetap berada di tangan investor.

Baca juga :   Perluas Ekosistem Digital Pertanian, Startup KedaiSayur Berkolaborasi dengan BRI

Recompound didirikan oleh Toby Limanto, mantan analis Goldman Sachs, dan Budi Ryan, ilmuwan data dari GoTo Financial. Perusahaan ini merupakan evolusi dari platform awal mereka, StockPeek, yang diluncurkan saat lonjakan investasi ritel tahun 2021–2022.

Pada Oktober 2024, Recompound berhasil meraih pendanaan awal (seed funding) dari Genesia Ventures, STRIVE, dan sejumlah investor malaikat (angel investors). Fokus perusahaan kini bergeser ke layanan penasihat tingkat portofolio setelah mengidentifikasi adanya celah antara akses pasar yang luas dan konsistensi hasil investasi.

Tren ini mencerminkan lanskap investasi ritel di Asia Tenggara yang kian matang, di mana investor kini menuntut solusi manajemen portofolio yang lebih canggih di luar sekadar transaksi jual-beli saham dasar. (*AMBS)

Baca juga :   UKM Perlu Memutakhirkan Sistem Keuangan Usaha

 

Tags: ekonomi digitalinvestasi ritelManajemen PortofolioPasar Modal IndonesiaPenasihat InvestasiRecompoundStartup Finansial
Previous Post

Laba Bersih Meroket 300%, Hypefast Perkuat Fundamental Menuju IPO 2027

Next Post

Cetak Profitabilitas di Awal 2026, TipTip Ekspansi ke Sektor Wisata Melalui Platform SatuSatu

Related Posts

Danantara Akuisisi Saham GoTo
Digital Business

Danantara Resmi Akuisisi Saham GoTo, Pemerintah Targetkan Pangkas Komisi Platform Jadi 8%

6 Mei 2026
0
Accelerating Asia Ventures
Startup & Entrepreneurship

Strategi Menang di Pasar yang Bergejolak: Mengapa Investasi Tahap Awal Tetap Menjadi Primadona VC

6 Mei 2026
0
Pendapatan Blibli
Digital Business

Pendapatan Blibli Meroket 67% di Kuartal I-2026, Strategi Omnichannel Jadi Penopang Utama

5 Mei 2026
0
Load More
Next Post
TipTip platform SatuSatu

Cetak Profitabilitas di Awal 2026, TipTip Ekspansi ke Sektor Wisata Melalui Platform SatuSatu

SCG Sharing the Dream

Dukung Indonesia Emas 2045, SCG Buka Pendaftaran Beasiswa Sharing the Dream 2026 untuk 412 Pelajar

CBI Andalan UMKM

CBI Luncurkan Portal Andalan UMKM untuk Percepat Akses Pembiayaan 57 Juta Pelaku Usaha

Discussion about this post

Recent Updates

Pembiayaan BNPL dan Pinjol

Pembiayaan BNPL Melesat 55,8% dan Pinjol Tembus Rp101 Triliun

6 Mei 2026
Danantara Akuisisi Saham GoTo

Danantara Resmi Akuisisi Saham GoTo, Pemerintah Targetkan Pangkas Komisi Platform Jadi 8%

6 Mei 2026
Visa

Visa Destinations Ekspansi ke Asia Pasifik, Thailand Jadi Pasar Pertama Sebelum Singapura

6 Mei 2026
Accelerating Asia Ventures

Strategi Menang di Pasar yang Bergejolak: Mengapa Investasi Tahap Awal Tetap Menjadi Primadona VC

6 Mei 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Pembiayaan BNPL dan Pinjol

Pembiayaan BNPL Melesat 55,8% dan Pinjol Tembus Rp101 Triliun

6 Mei 2026
Danantara Akuisisi Saham GoTo

Danantara Resmi Akuisisi Saham GoTo, Pemerintah Targetkan Pangkas Komisi Platform Jadi 8%

6 Mei 2026
Visa

Visa Destinations Ekspansi ke Asia Pasifik, Thailand Jadi Pasar Pertama Sebelum Singapura

6 Mei 2026
Accelerating Asia Ventures

Strategi Menang di Pasar yang Bergejolak: Mengapa Investasi Tahap Awal Tetap Menjadi Primadona VC

6 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version