Startup Sanggabiz Dorong Digitalisasi Berbasis AI pada IKM Dthree

Sanggabiz x Dthree

Startup Sanggabiz Dorong Digitalisasi Berbasis AI pada IKM Dthree (Foto: Istimewa/Sanggabiz)

youngster.id - Startup penyedia solusi teknologi dan konsultan bisnis asal Sleman, Sanggabiz, menjadi motor penggerak digitalisasi operasional bagi PT Dthree Sukses Mulia (Dthree). Kemitraan strategis ini terwujud melalui skema matchmaking dalam program Startup for Industry (SFI) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI), guna mempertemukan penyedia teknologi dengan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di sektor busana muslim.

Melalui proyek implementasi yang didukung dana hibah Kemenperin, Sanggabiz bertindak sebagai arsitek teknologi yang menyuntikkan infrastruktur operasional cerdas untuk memangkas hambatan skalabilitas bisnis Dthree.

Solusi Otomasi Berbasis Data dan AI

Sanggabiz merancang solusi komprehensif guna mengatasi kendala utama Dthree, seperti perencanaan volume produksi lintas merek yang masih manual, pengelolaan prospek (leads) WhatsApp yang belum efisien, serta konsolidasi proyeksi finansial yang belum terotomatisasi.

Ekosistem teknologi yang disiapkan oleh Sanggabiz mengusung tiga pendekatan utama. Pertama, Pendekatan Berbasis Data (Data-Driven), yang berfungsi menyajikan konsolidasi serta penyatuan seluruh data operasional bisnis secara real-time. Kedua, Solusi Berbasis AI (AI-Powered Solution), yang dihadirkan untuk mengotomatisasi alur kerja sekaligus memangkas berbagai proses administrasi manual. Ketiga, Departemen Virtual & Solusi Alih Daya (Virtual Department & Outsourcing Solution), yang memberikan fondasi skalabilitas bisnis secara fleksibel bagi perusahaan.

Founder Sanggabiz, Dwi Andi Rohmatika, menyatakan bahwa keterlibatan perusahaan dalam SFI 2026 menegaskan keandalan sistem operasional berbasis AI yang dikembangkan timnya.

“Terpilihnya Sanggabiz sebagai penyedia teknologi dalam SFI 2026 adalah pembuktian atas ketangguhan ekosistem operasional berbasis AI yang kami kembangkan. Melalui implementasi sistem ini, Dthree akan beralih secara fundamental dari operasional manual menuju manajemen bisnis berbasis data yang presisi, terorganisir, dan efisien,” ujar Dwi, dikutip Senin (14/9/2026).

Optimasi Internal dan Persiapan Escalation Pasar

Transformasi ini dirancang agar tim internal IKM dapat meningkatkan kapasitas kerja tanpa terbebani alur administrasi yang berulang.

Technical Consultant Sanggabiz, Yoga Samsugiharja, menambahkan bahwa penerapan teknologi ini disesuaikan langsung dengan kebutuhan riil di lapangan.

“Proyek implementasi SFI 2026 ini membuktikan bahwa teknologi AI milik Sanggabiz sangat adaptif dan solutif terhadap permasalahan riil. Kami memastikan infrastruktur data dan otomasi yang dibangun mampu membuat tim internal Dthree bekerja jauh lebih efisien dan siap melakukan eskalasi pasar kapan pun,” kata Yoga.

Berbekal keberhasilan proyek ini, Sanggabiz menargetkan perluasan jangkauan layanan integrasi teknologi berbasis AI bagi sektor industri nasional yang ingin mempercepat alur digitalisasi terintegrasi.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version