youngster.id - Eratani, perusahaan agritech yang fokus pada ketahanan pangan, menjalin kemitraan strategis dengan Temasek Foundation untuk meluncurkan program “Blended Finance Model for Rice Farming in Indonesia”. Inisiatif senilai S$500.000 (sekitar Rp6,1 miliar) ini bertujuan untuk memperluas akses pembiayaan bagi 1.800 petani binaan Eratani di seluruh Indonesia.
CEO Eratani, Andrew Soeherman, menjelaskan bahwa kemitraan ini merupakan katalis penting untuk mengubah data lapangan menjadi aksi nyata.
“Fasilitas penjaminan dari Temasek Foundation memberikan perlindungan finansial bagi pemberi modal, sehingga mereka dapat menyalurkan pembiayaan dengan lebih aman dan stabil,” ujar Andrew, Selasa (21/4/2026).
Melalui skema blended finance ini, Temasek Foundation berperan sebagai penjamin bagi mitra penyedia dana (source of funds). Langkah ini dirancang untuk memitigasi risiko finansial dan meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan formal terhadap sektor pertanian yang selama ini dianggap berisiko tinggi.
Akses pendanaan tetap menjadi tantangan besar di akar rumput. Data menunjukkan bahwa dari 17,2 juta petani gurem di Indonesia, sebanyak 81,52% belum tersentuh layanan keuangan formal. Kendala seperti prosedur kredit yang rumit dan minimnya infrastruktur di pedesaan sering kali memaksa petani beralih ke penyedia pembiayaan informal.
Untuk mengatasi hal tersebut, Eratani menghadirkan EraSHIELD, sebuah sistem penilaian mandiri yang memproses data lapangan menjadi parameter risiko yang terukur. EraSHIELD mengevaluasi berbagai indikator, mulai dari kondisi tanah dan kepemilikan lahan hingga karakter petani, guna membantu lembaga keuangan menilai kelayakan kredit (creditworthiness) secara objektif.
Sinergi antara teknologi data EraSHIELD dan jaminan finansial ini memungkinkan petani memenuhi kebutuhan modal kerja—seperti benih, pupuk, dan alat pertanian—secara mandiri tanpa ketergantungan pada tengkulak.
Selain pendanaan, Temasek Foundation memberikan dukungan tambahan sebesar S$30.000 untuk pengukuran emisi gas rumah kaca (GHG measurement) pada aktivitas budidaya padi Eratani. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Eratani untuk mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam ekosistem pertanian modern.
Inisiatif ini juga selaras dengan program Asta Cita pemerintah Indonesia dalam mempercepat swasembada pangan nasional. Ke depan, Eratani berencana terus memperluas jaringan mitra strategis untuk meningkatkan produktivitas petani dan memperkuat inklusi keuangan di pedesaan secara berkelanjutan.
STEVY WIDIA
