Dash Electric Raih Tambahan Pendanaan Seed Round dari Sagana

Dash Electric

Dash Electric Raih Tambahan Pendanaan Seed Round dari Sagana (Foto: Dok. Dash Electric)

youngster.id - Startup logistik last-mile berbasis kendaraan listrik, Dash Electric, memperoleh tambahan pendanaan dari Sagana yang bergabung sebagai investor baru dalam perpanjangan putaran seed round yang diumumkan pada 2024. Nilai investasi tidak diungkapkan.

Putaran pendanaan ini dipimpin bersama oleh The Radical Fund dan Bali Investment Club, dengan partisipasi investor lain seperti Schneider Electric Energy Access Asia, Antler, Aksara Ventures, serta Kevin Aluwi, salah satu pendiri Gojek.

Sagana menilai sektor industri berorientasi konsumen seperti e-commerce dan makanan-minuman menghadapi tantangan besar dalam pengiriman last-mile, terutama terkait kepemilikan armada, pengelolaan pengemudi, dan meningkatnya biaya logistik.

“Bagi industri yang berorientasi pada konsumen seperti e-commerce dan F&B, pengiriman last-mile merupakan tantangan operasional utama, mulai dari kepemilikan armada, manajemen pengemudi, hingga biaya logistik yang terus meningkat,” tulis Sagana, seperti dilansir DealStreetAsia.com, dikutip Senin (2/2/2026).

Pendanaan seed round tersebut akan digunakan untuk memperkuat operasional dan memperluas adopsi model EV-as-a-Service, khususnya di sektor e-commerce dan makanan-minuman yang membutuhkan layanan logistik last-mile yang efisien dan berkelanjutan.

Startup ini didirikan pada 2023 oleh Aditya Brahmana dan Robert Muliant, mantan karyawan GoTo dan DHL. Dash Electric menawarkan model EV-as-a-Service yang dikelola sepenuhnya, sehingga perusahaan dapat mengganti armada berbahan bakar fosil dengan kendaraan listrik tanpa biaya modal awal serta tanpa kompleksitas pengelolaan armada dan pengemudi.

Saat ini Dash Electric telah bermitra dengan sejumlah perusahaan besar, termasuk Lazada, Zalora, JNE, Janji Jiwa, dan Sayurbox, serta mempekerjakan lebih dari 500 pengemudi. Dash Electric mencatat kontribusi lingkungan dengan menghindari emisi hingga 77 ton CO₂.

Dengan dukungan pendanaan ini, Dash Electric menargetkan percepatan skala bisnis sekaligus mendorong dekarbonisasi sektor logistik last-mile di Indonesia. (*AMBS)

 

Exit mobile version