youngster.id - Diplomat Success Challenge (DSC) Season 16 sukses digelar. Kompetisi wirausaha yang digelar sejak medio 2025 ini berhasil menyeleksi 8 peserta terbaik dari 43 ribu proposal yang melamar. Para wirausaha muda ini didorong untuk bertumbuh dan berkolaborasi untuk mengembangkan ekosistem bisnis berkelanjutan.
Ketua Dewan Komisioner DSC Surjanto Yasaputera mengatakan, DSC tidak menilai performa bisnis semata, tetapi juga kesiapan para wirausaha untuk bertumbuh secara berkelanjutan.
“DSC mendorong wirausaha yang tidak hanya kuat secara model bisnis, tetapi juga matang secara karakter. Pendekatan 3P yaitu Paham, Piawai dan Persona menjadi dasar wirausaha di masa depan,” ucapnya pada jumpa pers, Kamis (29/1/2026) di Jakarta.
Untuk itu, pada penyelenggaraan tahun ke-16 DSC mengusung tema ‘Wujud Sinergi Kolaborasi’ untuk menguatkan ecosystem hub bagi pelaku usaha di Indonesia. Ekosistem kewirausahaan ini merupakan kumpulan alumni peserta DSC setiap musim yang tergabung dalam Diplomat Entrepreneurs Network (DEN).
“Program DSC terus melahirkan enterpreneur-enterpreneur baru yang saling belajar dan semakin menguatkan untuk menopang ekonomi Indonesia ke depannya. Ekosistem yang terbentuk ini berhasil melahirkan kolaborasi yang memperkuat bisnis mereka masing-masing,” kata Surjanto lagi.
Terpilih sebagai Best of The Best DSC Season 16 adalah Jonathan Holiyanto founder dari Lean Lab. “Jonathan menunjukkan keseimbangan antara pemahaman bisnis yang kuat, eksekusi yang piawai, serta persona kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif. Inilah standar wirausaha masa depan yang ingin kami dorong melalui DSC,” kata Suryanto lagi.
Selain Jonathan, finalis DSC 2025 ini adalah Bela Putra Perdana dengan brand Rumah Tempe Indonesia, Ghea Anisa (Roti Kembang), Sidhi Umbara (Revelware Technology), Kevin Ananta Marga (Vityuu Sweet Block Spray), dan Dhea Febrina (Klab Serru!).
Selain itu, dua penghargaan khusus juga diberikan, yaitu The Most Innovative Business dianugerahkan kepada Ganari yang menawarkan solusi penyerapan karbon berbasis mikroalga; dan The Most Creative Business kepada Sigma Project, brand sepatu dengan misi sosial untuk anak-anak underprivileged di Papua.
Wismilak Foundation selaku penyelenggara DSC juga memperluas keterlibatan mitra strategis dengan berbagai pihak. Mereka menggandeng APINDO dan Food Startup Indonesia dari Kementerian Pariwisata RI. DSC Season 16 juga melibatkan Mangkunegaran dan Batik Iwan Tirta untuk menghadirkan pendekatan kewirausahaan yang berakar pada nilai budaya, sekaligus membuka peluang bisnis yang relevan dengan konteks masa kini.
Di sisi akademik, DSC menggandeng Universitas Katolik Parahyangan untuk mendampingi Top 45 challengers dalam penyusunan Sustainability Company Profile sebagai upaya mendorong praktik usaha yang akuntabel dan berkelanjutan berdasarkan ESG sejak tahap awal pertumbuhan bisnis.
“Kolaborasi lintas sektor adalah kunci membangun ekosistem wirausaha yang berkelanjutan. Inilah wujud nyata semangat Wujud Sinergi Kolaborasi, ketika nilai, pengetahuan, dan jejaring bertemu untuk melahirkan inovasi yang berakar pada identitas Indonesia dan relevan untuk masa depan,” kata Edric Chandra Program Initiator DSC.
DSC Season 16 memberikan total hibah usaha senilai total Rp2,5 miliar dengan disertai serangkaian pendampingan intensif dan ekosistem wirausaha Diplomat Entrepreneur Network (DEN).
STEVY WIDIA



















Discussion about this post