Valuasi Anthropic Tembus US$380 Miliar Usai Raih Pendanaan Raksasa Seri G

Anthropic

Valuasi Anthropic Tembus US$380 Miliar Usai Raih Pendanaan Raksasa Seri G (Foto: Ilustrasi)

youngster.id - Persaingan di puncak industri Kecerdasan Artifisial (AI) generatif semakin memanas setelah perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI) Anthropic mengumumkan perolehan pendanaan Seri G senilai US$30 miliar. Suntikan modal masif ini melambungkan nilai valuasi pasca-pendanaan (post-money valuation) perusahaan pengembang chatbot Claude ini menjadi US$380 miliar.

Menurut data Crunchbase, kesepakatan ini tercatat sebagai pendanaan modal ventura terbesar sepanjang tahun 2026 dan yang kedua terbesar dalam sejarah, hanya berada di bawah pendanaan rival utamanya, OpenAI, yang meraih US$40 miliar pada 2025 lalu. Putaran pendanaan kali ini dipimpin oleh GIC dan Coatue, serta didukung oleh konsorsium investor besar lainnya termasuk Microsoft, Nvidia, Founders Fund, hingga MGX.

Capaian finansial ini memperkokoh posisi Anthropic sebagai perusahaan swasta dengan valuasi tertinggi keempat di dunia. Sejak didirikan pada tahun 2021, perusahaan yang berbasis di San Francisco ini telah mengumpulkan total pendanaan hampir US$64 miliar. Fokus Anthropic pada keamanan dan keandalan AI tampaknya membuahkan hasil signifikan pada sisi komersial.

Chief Financial Officer Anthropic, Krishna Rao, mengungkapkan bahwa pendapatan tahunan (run-rate revenue) perusahaan kini telah melampaui US$14 miliar. Angka ini mencerminkan pertumbuhan lebih dari sepuluh kali lipat setiap tahunnya selama tiga tahun terakhir. Selain itu, jumlah pelanggan korporat yang menghabiskan lebih dari US$100.000 per tahun untuk layanan Claude dilaporkan tumbuh tujuh kali lipat dalam setahun terakhir.

“Pendanaan ini mencerminkan permintaan yang luar biasa dari pelanggan kami, dan kami akan menggunakan investasi ini untuk terus mengembangkan produk dan model berstandar perusahaan yang telah mereka andalkan,” ujar Rao, dikutip Jum’at (13/2/2026).

Suntikan dana US$30 miliar ini rencananya akan dialokasikan untuk mempercepat riset garis depan (frontier research), pengembangan produk baru, serta ekspansi infrastruktur global.

Chris Emanuel, Head of Technology Investment Group GIC, menyatakan keyakinannya bahwa pendekatan matang Anthropic dalam pengembangan AI telah mengubah cara perusahaan global beroperasi secara fundamental.

“Kerja sama dan investasi berkelanjutan kami mencerminkan keyakinan kami terhadap tim kepemimpinan visioner dan kedalaman teknis mereka saat mereka memperluas akses ke alat kecerdasan buatan (AI) canggih,” kata Emanuel.

Di tengah valuasi yang terus meroket, perhatian pasar kini tertuju pada rencana langkah strategis berikutnya. Laporan industri menyebutkan bahwa baik Anthropic maupun OpenAI tengah mempertimbangkan untuk melakukan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2026 ini. Jika terealisasi, aksi korporasi tersebut diprediksi akan menjadi salah satu IPO teknologi terbesar dalam sejarah pasar modal global, sekaligus menandai babak baru dalam komersialisasi teknologi AI secara massal. (*AMBS)

Exit mobile version