Rabu, 27 Mei 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Tahun 2017, Industri Kreatif Harus Masuk Sistem Digital

31 Desember 2016
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Layanan Musik Streaming Berkembang Di Indonesia

Industri musik di Indonesia mulai berkembang di layanan streaming musik. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Di tahun 2017 semua urusan terkait dengan sektor ekonomi kreatif harus masuk dalam sistem digital. Karena itu, memasuki tahun baru 2017 persoalan yang selama 2016 belum tuntas diharapkan dapat selesai di tahun 2017.

Digitalisasi di sektor ekonomi kreatif seperti musik, film, penjualan buku serta hak kekayaan intelektual lainnya.

“Dengan digitaliasi sistem ini akan berdampak pada transparansi. Ujungnya pada peningkatan pendapatan negara serta penguatan kepada pelaku kreatif,” demikian disampaikan Anggota Komisi X DPR Anang Hermanyah kepada pers di Jakarta, Kamis (29/12/2016) di Jakarta.

Menurut musikus asal Jember ini merupakan upaya untuk melakukan transparansi. Ia mencontohkan sistem digitalisasi yang dimaksud seperti di sektor musik yang harus diketahui secara presisi oleh pelaku industri musik mulai dari pencipta lagu serta penyanyi. “Kapan dan dimana lagunya diputar baik di rumah karaoke, restoran, pusat perbelanjaan dan lain-lain yang erat kaitannya dengan pembayaran royalti,” katanya.

Menurut dia, aturannya sudah ada di UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta terdapat kewenangan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK). “Sayang sampai hari ini belum ada aturan operasional yang detil,” kata wakil rakyat dari Dapil Jatim IV (Jember-Lumajang) ini.

Hal yang sama juga hendaknya diterapkan dalam industri perfilman di Indonesia. Saatnya Indonesia menerapkan sistem “box office” untuk mendapat pemetaan yang akurat tentang penyebaran film yang tengah diputar. Tidak sekadar itu, dengan sistem ini, distribusi film akan transparan dan akuntabel. “Efek positifnya, penerimaan negara melalui pajak dari sektor film akan akuntabel dan transparan,” katanya.

Dengan sisten ini juga akan menguntungkan bagi pelaku industri film mulai dari pemain film, sutradara, produser dan seluruh pihak yang terlibat. Anang berharap pemerintah secara serius membereskan agenda digitalisasi sistem terkait dengan hak cipta dan karya intelektual. Langkah tersebut mestinya bisa dilakukan asal ada kehendak politik yang kuat dari pemerintah. “Seperti persoalan pungli saja bisa dibereskan, masa’ perkara akuntabilitas dalam hak cipta tidak bisa dilakukan?,” katanya.

Jika mungkin, Presiden Joko Widodo bisa turun tangan juga untuk menyelesaikan persoalan ini. “Karena sektor ini terkait dengan daya saing kita dengan negara-negara lainnya. Ini soal marwah dan martabat Indonesia,” kata Anang.

Menurut dia, persoalan pembajakan produk karya intekektual seperti musik dan film hingga saat ini masih mudah dijumpai di lapangan. Padahal sejak lama telah menyuarakan pemberantasan pembajakan ini. Tapi faktanya pembajakan secara demonstratif mudah ditemukan di pasaran. Pelaku pembajakan benar-benar melecehkan hukum dan aparat penegak hukum. “Saya paham mengapa masih terjadi pembajakan karena aktor intelektualnya belum ditindak sampai detik ini,” kata Anang.

Anang mengutip data Asosiasi Industri Rekamam Indonesia (ASIRI) pada 2014 yang mengungkapkan kerugian industri sebesar Rp12,6 triliun serta kerugian negara melalui pajak sebesar Rp1,2 triliun. Angka tersebut terdiri atas pembajakan fisik, pembajakan digital, penyalahgunaan konten di rumah karaoke serta hak hak pertunjukan di televisi dan radio. “Saya meyakini, jika sistem pengawasannya ‘real time’ melalui ‘online’, penyelewengan di sektor ini akan dapat ditekan,” kata Anang.

STEVY WIDIA

Tags: industri kreatifkarya intelektualpembajakan digitalsistem digital
Previous Post

OJK Luncurkan SIKePO

Next Post

Kontribusi Koperasi ke Ekonomi Indonesia Capai Rp 508,5 Triliun

Related Posts

IdeaFest 2026, Bahas Masa Depan Manusia dalam Industri Kreatif di Era AI
Digital Business

IdeaFest 2026, Bahas Masa Depan Manusia dalam Industri Kreatif di Era AI

13 Mei 2026
0
Bank Saqu Perempuan Industri Kreatif
Digital Business

Bank Saqu: Pengelolaan Keuangan Jadi Kunci Keberlanjutan Perempuan di Industri Kreatif

25 April 2026
0
Nuon Digital Indonesia
Headline

Tiga Fokus Nuon Untuk Perkuat Posisi di Industri Hiburan Digital

2 Juni 2025
0
Load More
Next Post
Jaringan Interkonektivitas Koperasi Berbasis Daring Siap Di 2017

Kontribusi Koperasi ke Ekonomi Indonesia Capai Rp 508,5 Triliun

UMKM Biak Siap Pasarkan Produk Lewat Daring Tahun 2017

UMKM Biak Siap Pasarkan Produk Lewat Daring Tahun 2017

Aplikasi Turn Back Hoax Siap Berantas Berita Fitnah

Polri Minta Masyarakat Bijak Gunakan Medsos

Discussion about this post

Recent Updates

Tren Konten Multiplatform Meningkat, Canon Luncurkan EOS R6 V

Tren Konten Multiplatform Meningkat, Canon Luncurkan EOS R6 V

27 Mei 2026
TVRI dan Telkomsel Bawa Piala Dunia 2026 Lebih Dekat ke Generasi Digital

TVRI dan Telkomsel Bawa Piala Dunia 2026 Lebih Dekat ke Generasi Digital

27 Mei 2026
Oxford Economics startup

Oxford Economics: Beban Regulasi Digital Tekan Inovasi dan Pendanaan Startup di Asia

26 Mei 2026
Bimo - CarbonEtics

Permenhut 6/2026 Terbit, Startup CarbonEthics Siap Dorong Investasi Karbon Komunitas Lewat Proyek Pulang Pisau

26 Mei 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Tren Konten Multiplatform Meningkat, Canon Luncurkan EOS R6 V

Tren Konten Multiplatform Meningkat, Canon Luncurkan EOS R6 V

27 Mei 2026
TVRI dan Telkomsel Bawa Piala Dunia 2026 Lebih Dekat ke Generasi Digital

TVRI dan Telkomsel Bawa Piala Dunia 2026 Lebih Dekat ke Generasi Digital

27 Mei 2026
Oxford Economics startup

Oxford Economics: Beban Regulasi Digital Tekan Inovasi dan Pendanaan Startup di Asia

26 Mei 2026
Bimo - CarbonEtics

Permenhut 6/2026 Terbit, Startup CarbonEthics Siap Dorong Investasi Karbon Komunitas Lewat Proyek Pulang Pisau

26 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version