Senin, 29 Juni 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Industry

Ekonomi Kreatif Lampaui Pertumbuhan Nasional, Sektor Digital Jadi Penggerak Utama

29 Juni 2026
in Industry
Reading Time: 2 mins read
Jumbo Jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa

Film animasi Jumbo produksi Visinema Studios. (Foto: istimewa/visinema)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Industri kreatif Indonesia terus menunjukkan performa yang menjanjikan. Bahkan, pertumbuhannya kini melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan, ekonomi kreatif sektor digital seperti pengembangan gim, aplikasi, film, dan animasi menjadi penggerak utama yang diprediksi kontribusi akan semakin besar.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif Indonesia pada 2025 mencapai Rp1.757,87 triliun. Angka ini tumbuh 6,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya, lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,11 persen.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, tren positif tersebut telah berlangsung secara konsisten dalam dua tahun terakhir.

“Hingga tahun 2025, nilai PDB ekonomi kreatif mencapai Rp1.757,87 triliun dan pertumbuhan ekonomi kreatif mencapai 6,86 persen. Angka ini jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang pada tahun 2025 mencapai 5,11 persen,” ucapnya pada peluncuran hasil Sensus Ekonomi 2026 Sektor Ekonomi Kreatif, dikutip Senin (29/6/2026).

BPS mencatat subsektor kuliner masih menjadi kontributor terbesar terhadap PDB ekonomi kreatif dengan pangsa mencapai 41,06%. Sementara itu, tiga subsektor utama, yakni kuliner, fesyen, serta televisi dan radio, secara bersama-sama menyumbang 69,42% terhadap total PDB ekonomi kreatif.

Meski demikian, Amalia menyoroti pesatnya pertumbuhan sejumlah subsektor baru yang dinilai memiliki prospek besar dalam mendorong ekonomi kreatif ke depan.

Subsektor aplikasi dan pengembang gim menjadi yang paling pesat dengan pertumbuhan mencapai 18,22 persen sepanjang 2025. Sementara itu, subsektor film, animasi, dan video berada di posisi kedua dengan pertumbuhan sebesar 17,59 persen.

Menurut Amalia, semakin tinggi laju pertumbuhan suatu subsektor, semakin besar pula peluangnya untuk meningkatkan kontribusi terhadap keseluruhan ekonomi kreatif Indonesia.

“Kalau growing-nya cepat, pertumbuhannya cepat, maka nanti kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif akan luar biasa dan lama-kelamaan kontribusinya terhadap ekonomi kreatif akan semakin besar,” katanya.

Pesatnya perkembangan industri kreatif digital seperti gim, animasi, video, hingga aplikasi juga membuka peluang baru bagi generasi muda. Berbeda dengan sektor konvensional, industri kreatif digital banyak bergantung pada kemampuan, kreativitas, dan inovasi.

Mulai dari programmer, game developer, animator, ilustrator, video editor, content creator, hingga desainer digital menjadi profesi yang semakin dibutuhkan seiring berkembangnya ekosistem ekonomi kreatif.

Tak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, sektor ini juga dinilai memiliki dampak yang lebih luas terhadap masyarakat.

Amalia menegaskan, ekonomi kreatif merupakan sektor yang inklusif karena mampu menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar sekaligus menghasilkan efek berganda bagi berbagai industri pendukung.

“Ekonomi kreatif tidak hanya tumbuh cepat, tetapi juga memberikan spillover effect terhadap penyerapan lapangan pekerjaan yang besar. Pertumbuhan ini dapat dirasakan oleh banyak orang dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Perkembangan ini menjadikan industri kreatif digital sebagai salah satu sektor strategis yang semakin menentukan arah pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Tren ini, sekaligus membuka lebih banyak peluang karier bagi generasi muda yang memiliki keterampilan di bidang teknologi dan kreativitas.

STEVY WIDIA

Tags: animasiaplikasi digitalBPSekonomi Indonesiaekonomi kreatiffilmindustri gimindustri kreatifLapangan kerja
Previous Post

Aturan Baru E-Filing AS Berlaku Juli 2026, Eksportir Indonesia Wajib Bersiap

Related Posts

UMKM Lokal
Industry

Semasa, Indofood, dan Rekosistem Kolaborasi Dukung UMKM Lokal dan Gaya Hidup Berkelanjutan

28 Juni 2026
0
Potensi Industri Game Coda EKRAF
Industry

Melejit ke US$1,5 Miliar, Coda dan EKRAF Bersinergi Dorong Potensi Industri Game Indonesia

26 Juni 2026
0
Kewirausahaan - WEF 2026
Startup & Entrepreneurship

Atasi Krisis Kerja Global, Solusi Kewirausahaan Jadi Kunci Ciptakan Miliaran Lapangan Kerja Baru

25 Juni 2026
0
Load More

Discussion about this post

Recent Updates

Jumbo Jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa

Ekonomi Kreatif Lampaui Pertumbuhan Nasional, Sektor Digital Jadi Penggerak Utama

29 Juni 2026
E-Filing AS - FedEx

Aturan Baru E-Filing AS Berlaku Juli 2026, Eksportir Indonesia Wajib Bersiap

29 Juni 2026
pendanaan Fintech

Kantongi Investasi US$6,61 Miliar, Sektor Fintech Indonesia Kini Diperkuat 1,96 Ribu Startup

29 Juni 2026
fintech MEKAR

Fokus Sektor Riil, Fintech MEKAR Hadirkan Solusi Pembiayaan Berkelanjutan Berbasis Ekosistem

29 Juni 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Jumbo Jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa

Ekonomi Kreatif Lampaui Pertumbuhan Nasional, Sektor Digital Jadi Penggerak Utama

29 Juni 2026
E-Filing AS - FedEx

Aturan Baru E-Filing AS Berlaku Juli 2026, Eksportir Indonesia Wajib Bersiap

29 Juni 2026
pendanaan Fintech

Kantongi Investasi US$6,61 Miliar, Sektor Fintech Indonesia Kini Diperkuat 1,96 Ribu Startup

29 Juni 2026
fintech MEKAR

Fokus Sektor Riil, Fintech MEKAR Hadirkan Solusi Pembiayaan Berkelanjutan Berbasis Ekosistem

29 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version