Senin, 29 Juni 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Industry

Aturan Baru E-Filing AS Berlaku Juli 2026, Eksportir Indonesia Wajib Bersiap

29 Juni 2026
in Industry
Reading Time: 2 mins read
E-Filing AS - FedEx

Aturan Baru E-Filing AS Berlaku Juli 2026, Eksportir Indonesia Wajib Bersiap (Foto: Istimewa/FedEx)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Para pelaku usaha dan eksportir Indonesia yang membidik pasar Amerika Serikat (AS) kini harus berpacu dengan waktu. Mulai 8 Juli 2026, U.S. Consumer Product Safety Commission (CPSC) akan memberlakukan kewajiban electronic filing (e-filing) data kepatuhan produk untuk seluruh barang konsumen yang masuk ke AS.

Sayangnya, kesiapan operasional pelaku usaha di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, masih sangat minim. Survei terbaru yang dirilis Federal Express Corporation (FedEx) mengungkapkan bahwa 64% eksportir mengaku belum siap secara operasional menghadapi regulasi ketat tersebut.

Di dalam kelompok yang belum siap tersebut, 28% responden sebenarnya sudah memahami persyaratan yang berlaku namun sama sekali belum mengambil tindakan nyata. Sementara itu, 18% lainnya justru sudah memproyeksikan bahwa perubahan regulasi ini akan memicu gangguan besar pada proses pengiriman barang mereka ke Amerika Serikat.

Di sisi lain, kelompok pelaku usaha yang mengeklaim sudah memiliki kesiapan pun sebenarnya masih berada dalam level yang sangat terbatas, yakni hanya berkisar di angka 36%. Ironisnya, dari total seluruh responden yang disurvei, hanya ada 15% pelaku usaha yang menyatakan diri telah benar-benar siap sepenuhnya secara operasional untuk mengadopsi sistem e-filing baru ini.

Pelaku usaha Indonesia yang belum menyiapkan data keselamatan produk atau dokumentasi elektronik berisiko menghadapi penahanan barang di bea cukai AS, dikenai sanksi ekonomi, hingga penolakan total masuknya produk ke pasar AS.

Tantangan Utama & Solusi yang Dibutuhkan Pelaku Usaha

Bagi pelaku ekspor di dalam negeri, tantangan terbesar saat ini berpusat pada kepastian ruang lingkup produk mereka. Hasil survei FedEx memetakan bahwa kejelasan regulasi menjadi kebutuhan paling utama yang mendesak, di mana 32% responden mengaku sangat membutuhkan kepastian apakah komoditas yang mereka ekspor masuk ke dalam daftar wajib regulasi CPSC atau tidak.

Menyusul di posisi kedua, sebanyak 31% eksportir mengharapkan adanya sumber informasi terpusat yang mampu menyediakan panduan regulasi terstruktur serta selalu diperbarui secara berkala.

“Perubahan regulasi dalam skala seperti ini dapat menambah kompleksitas bagi pelaku usaha yang menjalankan perdagangan lintas negara. Karena itu, fokus kami adalah membantu pelanggan memenuhi persyaratan baru dengan lebih mudah sehingga mereka dapat terus mengirimkan barang dengan lancar sekaligus memenuhi persyaratan baru dengan yakin,” ujar Salil Chari, President, Asia Pacific, FedEx, Senin (29/6/2026).

Selain faktor kejelasan aturan, kesiapan sistem operasional juga menjadi sorotan. Sekitar 27% pelaku usaha menyatakan kebutuhan mereka akan solusi alur kerja terintegrasi yang dapat menyederhanakan proses dokumentasi. Sementara itu, 23% responden lainnya menekankan pentingnya kehadiran alat validasi data digital guna memeriksa keakuratan data sebelum dikirimkan ke pihak kepabeanan Amerika Serikat.

Mengingat proses pendaftaran ke CPSC Product Registry dapat memakan waktu hingga enam bulan, FedEx memperkuat dukungannya bagi pelaku usaha lokal dengan mengintegrasikan fitur e-filing langsung ke platform FedEx Ship Manager dan FedEx API.

Melalui solusi ini, eksportir Indonesia dapat menyampaikan data Certificate of Compliance (Sertifikat Kepatuhan) secara digital langsung di dalam alur kerja pengiriman reguler mereka guna meminimalkan risiko hambatan di pelabuhan tujuan.

 

HENNI S. 

Tags: Bea Cukai ASE-FilingEkspor IndonesiaFedEx IndonesiaLogistik InternasionalPasar Amerika SerikatRegulasi CPSCUMKM Go Global
Previous Post

Kantongi Investasi US$6,61 Miliar, Sektor Fintech Indonesia Kini Diperkuat 1,96 Ribu Startup

Next Post

Ekonomi Kreatif Lampaui Pertumbuhan Nasional, Sektor Digital Jadi Penggerak Utama

Related Posts

FedEx Chatbot
Technology

Permudah Layanan Logistik, FedEx Luncurkan Chatbot WhatsApp untuk Pelanggan di Indonesia

16 April 2026
0
Pendopo x INA Trading
Startup & Entrepreneurship

Dukung UMKM Indonesia Tembus Pasar Global, Pendopo Gandeng INA Trading

8 Oktober 2025
0
Aloshop
Headline

Aloshop Siap Dukung UMKM Go Global dengan Strategi Jitu

3 Maret 2025
0
Load More
Next Post
Jumbo Jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa

Ekonomi Kreatif Lampaui Pertumbuhan Nasional, Sektor Digital Jadi Penggerak Utama

Discussion about this post

Recent Updates

Jumbo Jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa

Ekonomi Kreatif Lampaui Pertumbuhan Nasional, Sektor Digital Jadi Penggerak Utama

29 Juni 2026
E-Filing AS - FedEx

Aturan Baru E-Filing AS Berlaku Juli 2026, Eksportir Indonesia Wajib Bersiap

29 Juni 2026
pendanaan Fintech

Kantongi Investasi US$6,61 Miliar, Sektor Fintech Indonesia Kini Diperkuat 1,96 Ribu Startup

29 Juni 2026
fintech MEKAR

Fokus Sektor Riil, Fintech MEKAR Hadirkan Solusi Pembiayaan Berkelanjutan Berbasis Ekosistem

29 Juni 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Jumbo Jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa

Ekonomi Kreatif Lampaui Pertumbuhan Nasional, Sektor Digital Jadi Penggerak Utama

29 Juni 2026
E-Filing AS - FedEx

Aturan Baru E-Filing AS Berlaku Juli 2026, Eksportir Indonesia Wajib Bersiap

29 Juni 2026
pendanaan Fintech

Kantongi Investasi US$6,61 Miliar, Sektor Fintech Indonesia Kini Diperkuat 1,96 Ribu Startup

29 Juni 2026
fintech MEKAR

Fokus Sektor Riil, Fintech MEKAR Hadirkan Solusi Pembiayaan Berkelanjutan Berbasis Ekosistem

29 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version