Kamis, 9 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Technology

Adopsi AI Perusahaan Private Equity Tembus 58%, Mulai Bayangi Venture Capital

8 April 2026
in Technology
Reading Time: 2 mins read
Adopsi Ai

Adopsi AI Perusahaan Private Equity Tembus 58%, Mulai Bayangi Venture Capital (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menjadi fokus bagi perusahaan ekuitas swasta (Private Equity/PE) dan modal ventura (Venture Capital/VC). Laporan riset terbaru dari Accordion dan Ramp mengungkapkan peta persaingan adopsi AI di sektor korporasi. Hasilnya, perusahaan yang didukung oleh modal Private Equity mengadopsi alat AI berbayar jauh lebih cepat dibandingkan pasar umum, meski masih berupaya mengejar perusahaan berbasis Venture Capital.

Data menunjukkan bahwa 58,8% bisnis yang didukung Private Equity telah memiliki langganan AI berbayar. Angka ini melonjak melampaui bisnis umum yang hanya sebesar 40,8%. Namun, perusahaan rintisan yang didukung Venture Capital masih memimpin di depan dengan tingkat adopsi mencapai 77,4%.

CEO Accordion, Nick Leopard, menyebutkan bahwa celah ini terjadi karena perbedaan mindset. “Jika filosofi VC adalah ‘move fast and break things’ (bergerak cepat dan mendobrak), maka filosofi perusahaan berbasis PE adalah ‘bergerak dengan perhitungan dan melakukan perbaikan’,” kata Leopard, Rabu (8/4/2026).

Baca juga :   Kominfo Jajaki Investor Jepang Untuk Dukung Startup Indonesia

Riset ini mengidentifikasi adanya celah lebar antara instruksi investor (sponsor) dengan eksekusi di level manajemen keuangan. Sebanyak 98% sponsor PE mengaku telah menginstruksikan para Chief Financial Officer (CFO) mereka untuk memprioritaskan AI. Namun, kenyataannya kurang dari satu dari tiga CFO yang telah menerapkannya secara berarti.

Faktor ketidakpastian menjadi penghambat utama. Hampir 68% CFO yang disurvei mengaku tidak tahu harus mulai dari mana atau kurang memiliki kejelasan mengenai cara menjalankan inisiatif AI dalam operasional mereka.

Bagi perusahaan di bawah naungan Private Equity, adopsi AI bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan performa dalam periode investasi yang terbatas. Riset menyebutkan AI mampu memberikan dampak finansial yang terukur, antara lain: mempercepat siklus penutupan laporan bulanan hingga 30%, menurunkan Days Sales Outstanding (DSO) hingga 15%, dan meningkatkan akurasi peramalan (forecasting) dan analisis yang berdampak pada pertumbuhan EBITDA.

Baca juga :   Game Talent ID, Program Menjembatani Akademisi dan Pelaku Industri

Dalam satu studi kasus perusahaan industri, implementasi alur kerja perencanaan keuangan berbasis AI berhasil meningkatkan akurasi forecast sebesar 35% dan mengurangi modal kerja sebesar 8% hanya dalam satu kuartal.

Tingkat penggunaan AI masih belum merata di berbagai industri. Sektor Teknologi, Media, dan Telekomunikasi (TMT) memimpin dengan tingkat adopsi 76%, sementara sektor ritel dan konsumsi baru menyentuh 39%.

Menariknya, lonjakan tajam terjadi pada sektor tradisional. Sektor manufaktur melompat dari 27% ke 52% dalam setahun terakhir, diikuti sektor kesehatan dan sains yang naik dari 23% menjadi 48%.

“Meskipun perangkat lunak sudah dibeli, banyak perusahaan masih menghadapi kendala mendasar. Sistem ERP yang terfragmentasi, definisi data yang tidak konsisten, serta tata kelola data yang lemah menjadi penghambat AI menghasilkan output yang berguna,” tambahnya.

Baca juga :   Kolaborasi Lintasarta dan Telkom Sediakan Layanan Digital Service dan Digital Platform

Laporan yang disusun berdasarkan data transaksi platform Ramp dan survei terhadap 400 sponsor PE serta CFO ini menyimpulkan bahwa tantangan saat ini bukan lagi soal “apakah” harus mengadopsi AI, melainkan “bagaimana” mengintegrasikan AI ke dalam alur kerja inti keuangan dan operasional secara luas. (*AMBS)

 

Tags: AccordionCFOEBITDAEfisiensi KeuanganPrivate EquityRampRiset AITeknologi Bisnisventure capital
Previous Post

inDrive Kokohkan Posisi sebagai Aplikasi Ride-Hailing Terpopuler Kedua di Dunia

Next Post

Pasar Fleet Management Asia Tenggara Diprediksi Tembus 6,4 Juta Unit pada 2029

Related Posts

Pitchbook - venture capital
Startup & Entrepreneurship

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
0
Layanan Pelanggan XL dan Smartfren Tidak Berubah Usai Merger
Industry

XLSMART Raih Kinerja Positif di Q2 2025, Pendapatan Tumbuh 22%YoY

27 Agustus 2025
0
Telkom
Headline

Telkom Raup Pendapatan Konsolidasi Sebesar Rp150 Triliun, Perkuat Strategi 5 Bold Moves

21 April 2025
0
Load More
Next Post
Fleet Management

Pasar Fleet Management Asia Tenggara Diprediksi Tembus 6,4 Juta Unit pada 2029

CIIC 2026

Siapkan Hadiah Rp15 Miliar, CIIC 2026 Fokus Cari Inovator Teknologi Iklim

Telkomsel RAFI 2026

Lebaran 2026: Trafik Data Meledak, WhatsApp dan Game Jadi Yang Tertinggi

Discussion about this post

Recent Updates

Transaksi QRIS Lampaui 90%, ALTO Ungkap Tren Pembayaran di Indonesia Masih Stabil

Transaksi QRIS Lampaui 90%, ALTO Ungkap Tren Pembayaran di Indonesia Masih Stabil

9 April 2026
AI Bakal Ubah Cara Kamu Traveling, Ini Langkah Besar Minor Hotels

AI Bakal Ubah Cara Kamu Traveling, Ini Langkah Besar Minor Hotels

9 April 2026
Visa Token Service

Visa Luncurkan Intelligent Commerce Connect, Permudah Bisnis Adopsi Belanja Berbasis AI

9 April 2026
Hult Prize

Kompetisi Startup Mahasiswa Dunia Hult Prize 2026 Hadir di Indonesia

9 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Transaksi QRIS Lampaui 90%, ALTO Ungkap Tren Pembayaran di Indonesia Masih Stabil

Transaksi QRIS Lampaui 90%, ALTO Ungkap Tren Pembayaran di Indonesia Masih Stabil

9 April 2026
AI Bakal Ubah Cara Kamu Traveling, Ini Langkah Besar Minor Hotels

AI Bakal Ubah Cara Kamu Traveling, Ini Langkah Besar Minor Hotels

9 April 2026
Visa Token Service

Visa Luncurkan Intelligent Commerce Connect, Permudah Bisnis Adopsi Belanja Berbasis AI

9 April 2026
Hult Prize

Kompetisi Startup Mahasiswa Dunia Hult Prize 2026 Hadir di Indonesia

9 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version