youngster.id - Digital Edge mengumumkan keberhasilan perolehan pinjaman hijau (green loan) senilai US$665 juta (sekitar Rp10,4 triliun). Pendanaan ini akan digunakan untuk mendukung pengembangan fase pertama dari Kampus CGK berkapasitas 500MW yang berlokasi di Kawasan Industri GIIC, Bekasi.
Pembiayaan ini dipimpin oleh sejumlah institusi keuangan terkemuka sebagai Mandated Lead Arrangers, di antaranya: Global: BNP Paribas, Clifford Capital, Crédit Agricole CIB, DBS, Mizuho, OCBC, dan SMBC.
Crédit Agricole CIB, DBS, dan BCA juga bertindak sebagai Koordinator Fasilitas Hijau (Green Facility Coordinators). Kemitraan ini menegaskan komitmen sektor perbankan dalam memajukan investasi infrastruktur yang bertanggung jawab serta mendukung ambisi dekarbonisasi pemerintah Indonesia.
Proyek ini merupakan bagian dari investasi multi-fase senilai total US$4,5 miliar dan menjadi salah satu kampus pusat data hyperscale siap-AI (AI-ready) terbesar di Indonesia. Transaksi ini mencatatkan rekor sebagai pinjaman hijau terbesar yang pernah diamankan untuk proyek pusat data di tanah air.
“Pembiayaan ini menggarisbawahi kepemimpinan Digital Edge dalam infrastruktur digital berkelanjutan. Pencapaian ini diraih berkat dukungan kuat dari mitra perbankan lama maupun baru yang memiliki komitmen serupa terhadap pertumbuhan yang bertanggung jawab,” ujar Jonathan Walbridge, Chief Financial Officer Digital Edge, Senin (16/3/2026).
Pendanaan ini disusun di bawah Kerangka Pembiayaan Hijau (Green Financing Framework) Digital Edge, yang sejalan dengan ambisi perusahaan untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2030. Kampus CGK dirancang khusus untuk menangani beban kerja AI dan data intensif dengan performa yang hemat energi.
Fasilitas ini menargetkan Power Usage Effectiveness (PUE) tahunan sebesar 1,25, yang merupakan standar efisiensi tertinggi di pasar. Selain itu, proyek ini menargetkan sertifikasi LEED, mengintegrasikan sistem daur ulang air, serta memanfaatkan energi terbarukan untuk mengurangi intensitas karbon secara keseluruhan.
Kehadiran Kampus CGK di Bekasi diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi digital nasional. Dengan menyediakan infrastruktur kelas dunia yang siap mendukung adopsi Kecerdasan Buatan (AI), Digital Edge memposisikan Indonesia sebagai pusat data strategis di kawasan Asia-Pasifik yang mengedepankan inovasi sekaligus kelestarian lingkungan. (*AMBS)
