youngster.id - Perusahaan insurtech full-stack, Igloo, meluncurkan ‘Igi’, sebuah asisten kecerdasan artifisial (AI) otonom untuk asuransi perjalanan di platform konsumen igloo.co.id. Kehadiran inovasi ini menandai transformasi platform Igloo di Indonesia dari katalog produk konvensional menjadi ekosistem proteksi berbasis AI.
Berbeda dengan chatbot FAQ atau layanan pelanggan standar, Igi bertindak sebagai agen penjualan otonom terintegrasi. Asisten pintar ini mampu memandu konsumen di sepanjang proses pembelian, mulai dari menganalisis destinasi, membandingkan polis dari berbagai perusahaan asuransi, memberikan rekomendasi personal, hingga menyelesaikan transaksi pembayaran secara langsung dalam satu jendela percakapan.
Peluncuran ini membawa dampak instan pada performa bisnis perusahaan. Sejak diperkenalkan pada awal Mei 2026, tingkat penyelesaian pembelian (purchase completion rate) asuransi perjalanan via Igi tercatat 44% lebih tinggi dibandingkan pengguna yang bertransaksi mandiri lewat situs web biasa.
Lebih lanjut, kombinasi pengalaman hibrida antara panduan AI dan antarmuka web mampu mendongkrak tingkat konversi di tahap pembayaran hingga 1,7 kali lipat lebih tinggi dibandingkan proses pembelian konvensional.
“Setahun terakhir kami habiskan untuk mematangkan strategi dan infrastruktur AI-native kami. Igi mendampingi pelanggan, memahami kebutuhan perjalanan mereka, merekomendasikan paket yang paling sesuai, dan menyelesaikan pembelian kapan saja dalam hitungan menit,” ungkap Co-Founder dan CEO Igloo, Raunak Mehta, dikutip Rabu (10/6/2026).
Strategi penerapan kecerdasan artifisial ini didorong oleh rendahnya penetrasi asuransi di Indonesia yang saat ini baru menyentuh angka 2,7%—salah satu yang paling rendah di kawasan Asia Tenggara. Hambatan utama adopsi asuransi di tanah air umumnya dipicu oleh rumitnya halaman produk yang dipenuhi jargon teknis, tabel manfaat yang membingungkan, serta terbatasnya layanan bantuan di luar jam kerja.
Igi memangkas seluruh hambatan tersebut dengan menyediakan asisten yang beroperasi 24 jam penuh menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami. Sistem ini juga dirancang fleksibel; jika terdapat pertanyaan kompleks yang membutuhkan sentuhan manusia, Igi akan langsung mengalihkan percakapan ke tim telesales melalui WhatsApp tanpa menghilangkan riwayat proses belanja konsumen.
“Di pasar di mana sebagian besar penduduk belum pernah membeli produk asuransi, menghilangkan kerumitan dalam proses pembelian adalah langkah awal untuk menutup kesenjangan perlindungan. Indonesia adalah tempat kami membuktikan hal tersebut,” tambah Raunak.
Ke depan, Igloo berencana melakukan ekspansi dengan mengintegrasikan sistem AI Igi ke dalam aplikasi pesan instan WhatsApp agar semakin dekat dengan keseharian masyarakat. Selain asuransi perjalanan, kemampuan penjualan berbasis percakapan (conversational sales) ini juga akan segera diterapkan pada lini produk proteksi lainnya di platform igloo.co.id, termasuk asuransi kendaraan bermotor dan asuransi kecelakaan diri.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post