youngster.id - Mekari, penyedia ekosistem software bisnis terpadu berbasis cloud, meluncurkan Mekari Suite, sebuah paket solusi enterprise yang dirancang untuk mengatasi masalah sistem dan data yang terfragmentasi (data silo) di perusahaan berskala besar. Lewat Mekari Suite, perusahaan dapat mengkustomisasi serta mengintegrasikan berbagai sistem sesuai alur kerja (workflow) operasional masing-masing.
Pengembangan solusi ini hadir di tengah pesatnya laju digitalisasi bisnis di Indonesia. Nilai pasar Software-as-a-Service (SaaS) nasional diperkirakan telah mencapai sekitar US$550 juta. Riset Litbang Kompas bersama Mekari mengungkapkan bahwa 65% perusahaan menengah dan besar menilai transformasi digital efektif meningkatkan efisiensi, serta 73% perusahaan yang belum memakai cloud berencana mengadopsinya pada 2026.
Meski demikian, banyaknya penggunaan aplikasi secara terpisah kerap memicu hambatan operasional, khususnya bagi bisnis yang memiliki banyak cabang atau volume transaksi tinggi.
Pendekatan Kustomisasi Tanpa Merombak Sistem Lama
Berbeda dari solusi konvensional yang memaksa bisnis menyesuaikan diri dengan fitur bawaan produk, Mekari Suite bekerja sebagai customization bundling. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menambahkan atau menambal celah operasional pada sistem yang sudah ada tanpa perlu menggantikannya secara keseluruhan.
Mekari Suite membekali para pelaku bisnis dengan tiga kapabilitas utama. Pertama, layanan ini memungkinkan Kustomisasi Produk Inti untuk menyesuaikan produk seperti Mekari Talenta, Mekari Jurnal, atau Mekari Qontak agar berjalan selaras dengan workflow internal perusahaan.
Kedua, terdapat Integrasi Modul Ready-Made yang memudahkan perusahaan menghubungkan berbagai modul dari Mekari Officeless guna memperluas fungsi operasional tanpa harus membangun aplikasi baru dari nol. Terakhir, Mekari Suite menghadirkan Konektivitas Sistem Pihak Ketiga yang mampu menghubungkan software enterprise eksisting—seperti SAP dan Oracle—dengan fitur-fitur pendukung dari Mekari untuk membentuk satu ekosistem yang terpadu.
Proses integrasi ini mampu menghasilkan satu solusi bisnis utuh—seperti Payroll & Expense Management—yang dapat di- deploy hanya dalam hitungan minggu.
Membangun Pondasi Data yang Kuat untuk Era AI
Mekari menekankan bahwa integrasi data lintas fungsi (HR, keuangan, hingga operasional pelanggan) menjadi syarat mutlak agar teknologi Artificial Intelligence (AI) dapat bekerja optimal dalam menghasilkan analisis prediktif dan otomatisasi yang akurat.
“Banyak perusahaan hari ini sudah berinvestasi di banyak teknologi, tapi datanya masih tersebar di berbagai sistem yang tidak terhubung satu sama lain. Kalau kondisi ini dibiarkan, kita tidak bisa menggunakan bantuan apapun termasuk AI, karena harus didasari data yang optimal. Fondasinya ada pada sistem dan data yang bekerja dalam satu kesatuan,” tegas Chief Executive Officer Mekari, Suwandi Soh.
Untuk memulai integrasi, Mekari menyarankan pendekatan bertahap: diawali dengan audit sistem untuk mengidentifikasi inefisiensi workflow, menentukan prioritas integrasi operasional yang mendesak, hingga memperluas cakupan integrasi secara berkelanjutan.
STEVY WIDIA


















Discussion about this post