Sabtu, 15 Agustus 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Technology

Pasar Data Center Indonesia Berprospek Cerah, BMI Ingatkan Ancam Masalah Listrik dan Air

15 Agustus 2026
in Technology
Reading Time: 3 mins read
pasar data center Indonesia BMI

Pasar Data Center Indonesia Berprospek Cerah, BMI Ingatkan Ancam Masalah Listrik dan Air (Foto: Istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Pasar pusat data (data center) di Indonesia diproyeksikan terus mengalami ekspansi pesat. Pertumbuhan ini didorong oleh derasnya aliran modal swasta internasional, adopsi teknologi awan (cloud), regulasi lokalisasi data, serta limpahan permintaan dari Singapura.

Meski demikian, riset terbaru dari BMI Country Risk and Industry Research memperingatkan bahwa meningkatnya keterbatasan infrastruktur dasar—seperti pasokan listrik, lahan, air bersih, konektivitas, hingga energi terbarukan—dapat menjadi hambatan serius bagi keberlanjutan pertumbuhan industri ini di Indonesia.

Dominasi Jakarta dan Potensi Batam

Dalam laporannya, BMI menyebut Jakarta dan Cikarang akan tetap memimpin pasar data center di Indonesia berkat keandalan jaringan listrik dan konektivitas serat optik yang lebih mapan.

Di sisi lain, Batam kian kuat memosisikan diri sebagai pusat sekunder (secondary hub) untuk menampung keterbatasan lahan dan energi di Singapura. Dengan latensi di bawah 5 milidetik ke Singapura serta dukungan insentif Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seperti di Nongsa Digital Park, Batam menjadi lokasi strategis bagi kepatuhan regulasi data.

Namun, BMI menilai Batam belum mampu menandingi tren skala besar (hyperscale) seperti Johor, Malaysia. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan lahan di Batam serta belum tersedianya koneksi kabel serat optik darat langsung ke Singapura.

Tantangan Pasokan Listrik dan Target Energi Hijau (ESG)

BMI menyoroti bahwa kompetisi memperebutkan pasokan listrik menjadi risiko utama. Masuknya pemodal swasta global memungkinkan operator besar mengamankan alokasi listrik dalam jumlah masif, yang berpotensi memicu tekanan pada jaringan listrik lokal (grid) dan memperpanjang antrean interkoneksi.

Tantangan makin berat karena ketergantungan Indonesia pada pembangkit listrik berbahan bakar batu bara yang masih mencapai 60% hingga 65%. Kondisi ini menyulitkan raksasa teknologi dunia seperti Microsoft, Google, Amazon, dan Meta yang memiliki komitmen ketat terkait emisi net-zero dan 100% energi terbarukan.

“Sebelum kesenjangan transmisi energi terbarukan teratasi, Batam akan menghadapi kerugian struktural dalam memperebutkan alokasi modal berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance),” tulis riset BMI, seperti dilansir TN Global, dikutip Sabtu (15/8/2026).

Ketersediaan Air dan Tantangan Infrastruktur

Selain masalah energi, ketersediaan air bersih mulai menjadi kendala kritis, khususnya di Batam. Tidak seperti Pulau Jawa, pasokan air segar di Batam sangat bergantung pada curah hujan dan waduk buatan tanpa adanya akuifer air tanah atau sungai besar.

Penggunaan air skala besar oleh data center berisiko menimbulkan resistensi dari masyarakat lokal dan pemerintah daerah jika mengganggu kebutuhan rumah tangga. Opsi penggunaan teknologi pengolahan air laut (desalination) memerlukan investasi awal dan biaya operasional yang jauh lebih tinggi.

Modal Asing Dominasi Pasar Domestik

Hingga awal 2026, operator data center lokal tercatat hanya menguasai sekitar 10% dari total kapasitas aktif di Indonesia. Lebih dari 60% proyek data center yang sedang dibangun kini dikuasai oleh platform berlabel modal asing dan konsorsium private equity, seperti Digital Edge, PDG, DCI, dan BDx.

Pemain lokal umumnya mengoperasikan fasilitas skala kecil (1–2 MW) untuk pelanggan korporasi. Kendati pemerintah telah memberikan berbagai keringanan pajak hingga hak kepemilikan asing 100% di KEK, insentif tersebut dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan infrastruktur dasar secara mendasar. (*AMBS)

 

Tags: BatamBMI Researchdata centerenergi terbarukanESGinvestasi digitalJakarta
Previous Post

Tembus US$4,77 Miliar, Pendanaan Startup Asia Tenggara Melonjak 180% di Juli 2026

Next Post

Gandeng Pegadaian, BCA Luncurkan Layanan Tabungan Emas Digital di myBCA

Related Posts

teknologi geothermal Toshiba
Technology

Dorong Transisi Energi, Toshiba Hadirkan Inovasi Teknologi Geothermal di Indonesia

12 Agustus 2026
0
World Tourism Day
Industry

Indonesia Naik Jadi Destinasi Asia Favorit Kedua Wisatawan Eropa

10 Agustus 2026
0
Erajaya Circular Retail Ecosystem
Industry

Bangun ‘Circular Retail Ecosystem’, Erajaya Kelola 54 Ton Limbah dan Ribuan Unit E-Waste

7 Agustus 2026
0
Load More
Next Post
Tabungan Emas BCA Pegadaian myBCA

Gandeng Pegadaian, BCA Luncurkan Layanan Tabungan Emas Digital di myBCA

Discussion about this post

Recent Updates

Tabungan Emas BCA Pegadaian myBCA

Gandeng Pegadaian, BCA Luncurkan Layanan Tabungan Emas Digital di myBCA

15 Agustus 2026
pasar data center Indonesia BMI

Pasar Data Center Indonesia Berprospek Cerah, BMI Ingatkan Ancam Masalah Listrik dan Air

15 Agustus 2026
pendanaan startup Asia Tenggara Juli 2026

Tembus US$4,77 Miliar, Pendanaan Startup Asia Tenggara Melonjak 180% di Juli 2026

14 Agustus 2026
kinerja keuangan XLSMART

Sinergi Merger Melesat, Laba Bersih XLSMART Melonjak 294% di Semester I-2026

14 Agustus 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Tabungan Emas BCA Pegadaian myBCA

Gandeng Pegadaian, BCA Luncurkan Layanan Tabungan Emas Digital di myBCA

15 Agustus 2026
pasar data center Indonesia BMI

Pasar Data Center Indonesia Berprospek Cerah, BMI Ingatkan Ancam Masalah Listrik dan Air

15 Agustus 2026
pendanaan startup Asia Tenggara Juli 2026

Tembus US$4,77 Miliar, Pendanaan Startup Asia Tenggara Melonjak 180% di Juli 2026

14 Agustus 2026
kinerja keuangan XLSMART

Sinergi Merger Melesat, Laba Bersih XLSMART Melonjak 294% di Semester I-2026

14 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version