youngster.id - Telkom (PT Telkom Indonesia Tbk) mempercepat peta jalan dekarbonisasi korporasi melalui implementasi Rencana Transisi Iklim TelkomGroup. Langkah strategis ini dirancang untuk mendorong operasional rendah karbon secara bertahap menuju pencapaian target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.
Melalui Rencana Transisi Iklim yang diluncurkan sejak 2025, TelkomGroup menetapkan target penurunan emisi Cakupan 1 dan Cakupan 2 secara terukur: sebesar 20% pada 2030, 40% pada 2040, 70% pada 2050, hingga akhirnya mencapai 100% atau net zero pada 2060.
VP Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, menegaskan bahwa eksekusi Rencana Transisi Iklim dilakukan secara bertahap dan terukur di seluruh tingkatan operasional.
“Telkom terus mendukung upaya pencapaian net zero emission melalui implementasi Rencana Transisi Iklim. Pencapaian The Telkom Hub sebagai kawasan net zero untuk emisi Cakupan 1 dan 2 menjadi salah satu milestone penting yang menunjukkan bahwa upaya dekarbonisasi dapat diterapkan secara nyata di tingkat operasional hingga ke level group,” ujar Gunawan, dikutip Rabu (30/9/2026).
Enam Pilar Dekarbonisasi TelkomGroup
Guna memuluskan target penurunan emisi 20% pada 2030, TelkomGroup mengimplementasikan enam key decarbonization levers. Strategi ini mencakup efisiensi energi, elektrifikasi operasional, pemanfaatan energi terbarukan, hingga penggunaan instrumen berbasis pasar seperti Renewable Energy Certificate (REC) dan Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE GRK).
Pendekatan ini dirancang secara teknis dengan mempertimbangkan profil emisi TelkomGroup yang didominasi oleh konsumsi listrik di infrastruktur telekomunikasi dan pusat data, sekaligus menjaga keandalan kualitas layanan digital bagi konsumen.
Seluruh langkah dekarbonisasi ini berada di bawah payung program Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan bertajuk GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya pada pilar Save Our Planet.
Implementasi Nyata di Kawasan The Telkom Hub
Penerapan Rencana Transisi Iklim ini telah dibuktikan di kawasan kantor pusat The Telkom Hub. Berdasarkan laporan keberlanjutan perusahaan, Telkom telah mengoperasikan 77 unit Penerangan Jalan Utama Tenaga Surya (PJUTS) yang menghemat konsumsi listrik gedung Telkom Landmark Tower hingga 20.235,6 kWh per tahun.
Direktur Utama PT Telkom Landmark Tower (TLT), Suratman, menjelaskan bahwa efisiensi energi terus ditingkatkan melalui penerapan modul teknologi Building Management System (BMS) dan optimalisasi konsumsi daya harian.
Selain pemanfaatan energi surya langsung, Telkom bersama anak usahanya, PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), memanfaatkan instrumen berbasis pasar melalui akuisisi 45.407 unit REC dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Langkah ini berpotensi menekan emisi Cakupan 2 hingga 42.425,7 ton CO₂e. (*AMBS)
















Discussion about this post