Rabu, 16 September 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Digital Business

Kinerja Telkom Semester I 2026: Laba Bersih Naik, Bisnis Mobile Pulih

1 Agustus 2026
in Digital Business
Reading Time: 2 mins read
Kinerja Telkom

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini. (Foto: istimewa/telkom)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menutup semester I 2026 dengan kinerja positif. Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih juga meningkat 1,4% secara tahunan menjadi Rp10,6 triliun, sementara laba bersih yang dinormalisasi naik 6,2% menjadi Rp11,3 triliun, didukung oleh pemulihan bisnis mobile.

Selain itu, Telkom mencatat EBITDA sebesar Rp37,5 triliun, naik 3,8% dibandingkan semester I 2025 dengan EBITDA margin mencapai 49,4%. Perseroan juga membukukan arus kas operasional sebesar Rp34,9 triliun, meningkat 7% secara tahunan berkat program efisiensi dan disiplin pengelolaan biaya.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, capaian tersebut mencerminkan hasil implementasi strategi transformasi TLKM 30 yang terus dijalankan perusahaan.

“Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia,” ujarnya.

Kontributor terbesar terhadap kinerja Telkom masih berasal dari segmen Business to Consumer (B2C) melalui Telkomsel.

Sepanjang semester pertama 2026, Telkomsel membukukan pendapatan Rp55,6 triliun, meningkat 3,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan pendapatan Digital Business Data sebesar 11% serta berlanjutnya pemulihan industri layanan seluler.

Perusahaan juga berhasil meningkatkan Average Revenue Per User (ARPU) layanan mobile menjadi Rp45.600, atau tumbuh 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada layanan fixed broadband, Telkomsel melanjutkan strategi peningkatan kualitas pelanggan. Jumlah pelanggan IndiHome tercatat 9,5 juta, turun dibandingkan 10,1 juta pada semester I 2025 sebagai bagian dari kalibrasi basis pelanggan.

Meski demikian, ARPU IndiHome meningkat menjadi Rp211.000 secara kuartalan, sementara rasio konvergensi layanan mencapai 65%, mencerminkan peningkatan monetisasi pelanggan.

Ke depan, Telkomsel akan memperkuat strategi quality growth melalui peningkatan pengalaman pelanggan, pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan 5G, serta pengembangan layanan digital bagi pelanggan individu maupun pelaku usaha.

Sementara itu, segmen Business to Business (B2B) Infrastructure mencatat pertumbuhan pendapatan 19% menjadi Rp33,1 triliun pada semester pertama 2026.

Pendapatan eksternal meningkat 4,9% menjadi Rp4,7 triliun, terutama didorong pertumbuhan layanan data, internet, dan layanan teknologi informasi.

Anak usaha Telkom di bisnis menara telekomunikasi, Mitratel, membukukan pendapatan Rp4,7 triliun atau tumbuh 2,1% secara tahunan. Jumlah tenant meningkat menjadi 63.866, naik 4,9%, sehingga rasio penyewaan menara mencapai 1,57 kali.

Pada bisnis data center, Telkom terus memperkuat NeutraDC sebagai pengelola terpusat seluruh aset data center TelkomGroup. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas layanan sekaligus mengoptimalkan monetisasi aset di tengah meningkatnya permintaan infrastruktur digital yang dipicu perkembangan teknologi AI.

Di sisi lain, segmen International Business membukukan pendapatan Rp5,7 triliun. Telkom menilai meningkatnya kebutuhan kapasitas kabel bawah laut internasional dari perusahaan teknologi global menjadi peluang baru bagi pertumbuhan bisnis digital perusahaan.

Fokus Transformasi dan Efisiensi

Sepanjang semester pertama 2026, Telkom juga melanjutkan transformasi melalui penyederhanaan struktur grup dengan menuntaskan streamlining terhadap 10 entitas melalui skema divestasi, merger, dan likuidasi.

Perseroan merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp10,8 triliun, dengan lebih dari 96% dialokasikan untuk pengembangan bisnis prioritas di segmen B2C, infrastruktur B2B, dan bisnis internasional.

Selain itu, implementasi Early Retirement Program (ERP) dan berbagai langkah efisiensi operasional turut meningkatkan efektivitas pengelolaan biaya perusahaan.

Telkom juga melanjutkan persiapan pengalihan aset InfraNexia Tahap 2 yang ditargetkan selesai pada semester II 2026 sebagai bagian dari strategi membuka nilai aset (unlock value).

Dian menegaskan Telkom akan terus memperkuat investasi di bidang infrastruktur digital guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini. Oleh karena itu, Telkom akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional,” tutupnya.

 

STEVY WIDIA

Tags: ekonomi digitalinfrastruktur digitalKinerja Telkom Semester I 2026PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Previous Post

Eva Lusiana Siapkan Strategi Sambut 100 Tahun Kehadiran Coca Cola di Tanah Air

Next Post

Ekonomi Kreatif Melesat, 1.173 Pelajar Bangun Bisnis Lewat Student Company

Related Posts

Digital Trust Indonesia ASEAN Penipuan Siber GSMA
Technology

Digital Trust Terancam Maraknya Penipuan, Indonesia dan ASEAN Didesak Perkuat Ekosistem Aman

11 September 2026
0
Citi Foundation Global Innovation Challenge Dana Hibah AI
Startup & Entrepreneurship

Citi Foundation Beri Hibah US$25 Juta untuk Kembangkan Keterampilan AI Generasi Muda

11 September 2026
0
pembayaran digital Asia Tenggara
Digital Business

Pembayaran Digital Asia Tenggara Makin Terhubung, Xendit Perluas Infrastruktur Regional

10 September 2026
0
Load More
Next Post
Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif Melesat, 1.173 Pelajar Bangun Bisnis Lewat Student Company

AXIS Nation Cup 2026 Kembali Digelar, Lima Alumninya Kini Perkuat Timnas Futsal U-19

AXIS Nation Cup 2026 Kembali Digelar, Lima Alumninya Kini Perkuat Timnas Futsal U-19

Laba BNC

Laba BNC Naik 6,81%, Strategi Perketat Kredit dan Lonjakan Transaksi QRIS Perkuat Kinerja

Discussion about this post

Recent Updates

Sampoerna University Institute of Science Tokyo BESTS 2026

Sampoerna University dan Institute of Science Tokyo Kolaborasi Atasi Masalah Lingkungan Lewat Program BESTS 2026

16 September 2026
Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara

Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara Diproyeksikan 4,8% Per Tahun Hingga 2035, Indonesia Hadapi Tantangan Eksekusi

16 September 2026
INA China-ASEAN Joint Investment Council

INA Bersama Lima Lembaga Investor Negara Luncurkan China-ASEAN Joint Investment Council

16 September 2026
Transisi Hijau Inklusif Indonesia

Indonesia Dorong Transisi Hijau Inklusif dan Ketahanan Energi di ASEAN

16 September 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Sampoerna University Institute of Science Tokyo BESTS 2026

Sampoerna University dan Institute of Science Tokyo Kolaborasi Atasi Masalah Lingkungan Lewat Program BESTS 2026

16 September 2026
Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara

Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara Diproyeksikan 4,8% Per Tahun Hingga 2035, Indonesia Hadapi Tantangan Eksekusi

16 September 2026
INA China-ASEAN Joint Investment Council

INA Bersama Lima Lembaga Investor Negara Luncurkan China-ASEAN Joint Investment Council

16 September 2026
Transisi Hijau Inklusif Indonesia

Indonesia Dorong Transisi Hijau Inklusif dan Ketahanan Energi di ASEAN

16 September 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version