youngster.id - Perusahaan penyedia identitas dan tanda tangan elektronik asal Indonesia, Privy, terus memperkuat posisinya di pasar Australia sejak resmi melakukan ekspansi pada 2023. Tak sekadar menawarkan layanan tanda tangan digital, Privy kini fokus mengembangkan infrastruktur kepercayaan digital (digital trust) yang lebih solid dan komprehensif guna mendukung transaksi lintas negara.
Komitmen tersebut disampaikan dalam ajang IndOz Conference 2026 yang berlangsung di Brisbane City Hall, Australia. Mengusung tema “Indonesia–Australia: Beyond Dialogue, Making Deals”, forum bisnis ini mempertemukan para pemangku kepentingan untuk mendorong kerja sama ekonomi konkret kedua negara—terutama di tengah nilai perdagangan bilateral Indonesia–Australia yang mencapai US$8,92 miliar (sekitar Rp137,7 triliun) pada periode Januari–Juli 2026.
Tiga Pilar Infrastruktur Digital Trust Privy
Dalam sesi Lightning Speeches, Chief Operating Officer (COO) Privy, Nitin Mathur, memaparkan tiga pilar utama yang menjadi fondasi digital trust milik Privy guna mencegah berbagai bentuk kejahatan atau penipuan (fraud) secara daring. Pilar pertama adalah Verifikasi Identitas, yang berfungsi memastikan keabsahan dan kepastian bahwa seseorang benar-benar pihak yang mereka klaim secara digital.
Selanjutnya, pilar kedua berupa Autentikasi Dokumen untuk menjamin bahwa dokumen atau tindakan yang disetujui secara sah berasal dari pihak bersangkutan tanpa adanya manipulasi. Sebagai pelengkap, pilar ketiga menghadirkan Electronic Registered Delivery Service (ERDS), yaitu layanan pengiriman elektronik tercatat setara pos tercatat yang memberikan kepastian serta jaminan pengiriman dokumen maupun kontrak secara tak terbantahkan.
“Sering kali fraud terjadi karena seseorang berpura-pura menjadi orang lain, memalsukan dokumen, atau mengklaim dokumen tidak pernah sampai. Verifikasi identitas dalam interaksi digital sehari-hari sama pentingnya dengan verifikasi saat menandatangani dokumen kepemilikan rumah,” jelas Nitin, dikutip Kamis (24/9/2026).
Dorong Transaksi Bisnis Global
Langkah Privy memperkuat kehadirannya di Australia merupakan strategi jangka panjang untuk membawa kapabilitas teknologi Indonesia ke tingkat global. Fondasi digital trust yang kokoh ini diharapkan dapat memberi kemudahan serta keamanan tinggi bagi individu dan perusahaan dalam bertransaksi lintas batas.
Saat ini, solusi digital trust milik Privy di Australia telah diadopsi oleh sejumlah raksasa global, seperti platform rekrutmen Seek serta grup ritel terbesar Australia Woolworths. Secara global, Privy telah dipercaya oleh lebih dari 71 juta pengguna terverifikasi serta melayani lebih dari 300 ribu bisnis dan institusi.
STEVY WIDIA
