Rabu, 20 Mei 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Industry

Tips Memilih Aset Kripto Melalui Analisis Fundamental

5 Februari 2022
in Headline, Industry
Reading Time: 3 mins read
Aset Kripto

Tingkatkan Pengawasan Perdagangan Aset Kripto, Bappebti Gandeng Aspakrindo (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Naik turunnya aset kripto merupakan hal yang wajar terjadi dan memang berlangsung begitu cepat. Meskipun harga aset kripto ditentukan 100 persen dari pasar, sebenarnya para investor (khususnya pemula) bisa memilih aset kripto mana yang harus dibeli melalui analisis fundamental.

CEO Indodax Oscar Darmawan menyarankan para pemula untuk melakukan riset sederhana terlebih dahulu. Proses ini bertujuan untuk memahami terlebih dahulu mengenai profil risiko investor serta mendapatkan informasi mengenai aset kripto yang akan dibeli.

“Untuk investor pemula memang lebih baik membeli Bitcoin dan Ethereum dulu karena kedua kripto tersebut adalah kripto yang kapitalisasi pasarnya tertinggi. Namun, jika ingin membeli kripto selain dua kripto tersebut, para investor diharapkan dapat melakukan proses riset berupa searching terlebih dahulu,” kata Oscar, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (5/2/2022).

Proses riset yang dimaksud adalah mencari tahu terlebih dahulu aset kripto yang akan dibeli itu apa melalui website. Tidak hanya itu, proses riset yang dimaksud juga berarti mencari informasi mengenai seluk beluk investasi kripto serta teknologi blockchain yang bisa dilakukan di kanal edukasi online dari Indodax, yaitu Indodax Academy.

Kemudian proses screening. Proses screening terbagi dua. Pertama, menyaring aset kripto yang akan dibeli dari beberapa aset kripto terpilih dalam proses riset. Proses screening yang kedua adalah screening profil resiko kita masing masing.

“Yang harus dipahami, investor yang masuk kripto bukanlah investor dengan profil resiko konservatif karena seperti yang kita tahu naik turun kripto itu sangat cepat. Jadi memang yang mau investasi di kripto lebih cocok yang memiliki profil risiko agresif atau agresif moderat,” tambah Oscar.

Setelah melakukan proses mini research dan screening dilakukan, para investor dapat melakukan analisis kripto secara teknikal dan juga fundamental. Analisis teknikal yaitu suatu proses analisis dengan melihat dan menganalisis pergerakan historis harga kripto tersebut di masa lampau. Sedangkan, analisis fundamental yaitu melihat semua informasi finansial dan teknologi di belakangnya.

Analisis fundamental saham dan kripto berbeda. Di market aset kripto ada beberapa faktor yang bisa dijadikan analisis fundamental suatu aset kripto. Pertama, kapitalisasi pasar yang berupa nilai atau harga aset kripto yang dihitung dari jumlah keseluruhan aset yang beredar. Kapitalisasi pasar tentu merupakan indikator penting karena menunjukkan ketertarikan pasar dan pertumbuhan kripto itu sendirinya.

Kedua, ketersediaan suatu aset yang bisa diukur dari supply-nya. Supply berhubungan dengan permintaan dan penawaran. Jika permintaan besar namun penawarannya sedikit akibat proses burn token, maka harganya pun akan semakin tinggi sehingga minat beli terhadap harga aset kripto tersebut pun naik.

Ketiga, volume trading-nya yang memperlihatkan seberapa banyak aset kripto dijual ataupun dibeli selama 24 jam. Keempat, orang-orang yang ada di belakang projek tersebut. Kelima, potential roadblocks serta keamanan aset tersebut, roadmap dari aset kripto tersebut yang menjelaskan apa yang telah dibuat dan akan dilakukan.

“Serta yang terakhir dengan melihat reputasi kripto tersebut yang ditandai dengan apakah kripto tersebut listing di banyak exchange atau tidak dan melihat kegunaan token tersebut,” ucap Oscar.

Untuk melihat informasi mengenai aset kripto, investor bisa mengunjungi situs website resmi aset kripto tersebut ataupun melihat whitepaper-nya dengan mengakses CoinMarketCap atau CoinGecko. Whitepaper sendiri merupakan suatu laporan yang di dalamnya berisi latar belakang, pendiri projek kripto tersebut, market-nya seperti apa, tujuan pembuatan kripto, rencana kedepannya seperti apa, penggunaan dana nya, serta kuantitas kripto tersebut berapa.

Lagi, investor dapat melihat komunitasnya. Investor dapat mengikuti inovasi yang akan dibuat token tersebut dari keaktifannya di sosial media project tersebut serta event yang akan mereka selenggarakan beberapa waktu lalu dan beberapa waktu ke depan. Tidak lupa yang terakhir adalah berita mengenai proyek suatu aset digital, apakah tone nya cenderung positif atau negatif. (*AMBS)

Tags: Analisis Fundamentalaset kriptoIndodax Academy
Previous Post

Pendapatan Iklan YouTube Kalahkan Netflix

Next Post

Kemenparekraf Gelar Festival Film Pendek, Family Sunday Movie 2022

Related Posts

Keamanan Siber OJK
Digital Business

Jaga Kepercayaan Publik, OJK Perkuat Ketahanan Siber Industri Keuangan Digital dan Aset Kripto

4 Mei 2026
0
Pajak Kripto INDODAX
Digital Business

Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, INDODAX Sokong 46% Penerimaan Nasional

11 April 2026
0
Transaksi Kripto
Digital Business

Harga Global Terkoreksi, Nilai Transaksi Kripto di RI Turun

4 Maret 2026
0
Load More
Next Post
ISFF

Kemenparekraf Gelar Festival Film Pendek, Family Sunday Movie 2022

Informasi

Ini Cara Memverifikasi Informasi di Internet

RRQ Mika

RRQ Academy Buka Kelas E-Sports di Sekolah Stella Maris

Discussion about this post

Recent Updates

gojek-goto-2026

GoTo Dukung Kebijakan Komisi Ojol 8%, Pendapatan Driver Jadi Prioritas

20 Mei 2026
Agen Moladin Finance Indonesia

Perluas Akses Pembiayaan UMKM, Agen Moladin Finance Tembus 7.000 Mitra

19 Mei 2026
Kredit Berkelanjutan Bank Raya

Terapkan Prinsip ESG, Kredit Berkelanjutan Bank Raya Tembus Rp3,6 Triliun

19 Mei 2026
East Ventures Sustainability Report 2026

East Ventures Rilis Sustainability Report 2026, Targetkan Emisi Nol Bersih Tahun 2030

19 Mei 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
gojek-goto-2026

GoTo Dukung Kebijakan Komisi Ojol 8%, Pendapatan Driver Jadi Prioritas

20 Mei 2026
Agen Moladin Finance Indonesia

Perluas Akses Pembiayaan UMKM, Agen Moladin Finance Tembus 7.000 Mitra

19 Mei 2026
Kredit Berkelanjutan Bank Raya

Terapkan Prinsip ESG, Kredit Berkelanjutan Bank Raya Tembus Rp3,6 Triliun

19 Mei 2026
East Ventures Sustainability Report 2026

East Ventures Rilis Sustainability Report 2026, Targetkan Emisi Nol Bersih Tahun 2030

19 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version