Senin, 6 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Zenius Hadirkan Platform Yang Khusus Kembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Anak

29 September 2021
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Sabda PS

Sabda PS, Co-Founder dan Chief Education Officer Zenius. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Startup edutech Zenius menghadirkan ZeniusLand. Platform ini dirancang khusus untuk mengembangkan kemampuan fundamental dan cara berpikir kritis siswa sekolah dasar di Indonesia.

Founder dan Chief Education Officer Zenius, Sabda P.S mengatakan, ZeniusLand adalah platform yang menyediakan permainan edukatif untuk meningkatkan kecerdasan kognitif maupun emosional anak.

“Selain itu, platform terbaru dari Zenius ini bisa menambah semangat eksplorasi dan belajar anak, dengan mengenalkan karakter animasi yang membuat kegiatan belajar anak jadi semakin menyenangkan,” kata Sabda dalam keterangan pers Rabu (29/8/2021).

Menurut Sabda, ZeniusLand sejalan dengan visi Zenius yakni menumbuhkan kecintaan terhadap belajar dalam diri semua orang, di mulai sejak dini. Siswa SD dapat menguasai Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris melalui metode gamifikasi seru.

Baca juga :   Startup Harus Jeli Saat Kawal Nilai Bisnis Agar Tetap Atraktif di Tengah Pandemi

Dikatakannya, dengan ZeniusLand, siswa dapat memulai petualangan dalam mengejar ilmu pengetahuan bersama Tiga Sekawan, yang mewakili nilai-nilai karakter anak yang perlu digali sejak dini; Gika untuk kemampuan logika, Imaji untuk imajinasi, dan Aksa untuk literasi.

“Melalui ZeniusLand, kami berharap dapat memotivasi siswa-siswi di Indonesia untuk belajar dengan cara yang menyenangkan. Kami percaya, sisi menyenangkan dalam kegiatan belajar harus dibangun sedini mungkin, seperti sejak usia sekolah dasar. Jika siswa sudah menumbuhkan “kecintaan belajar”, maka niscaya mereka akan memiliki motivasi ini untuk terus memelihara rasa ingin tahu dan mempelajari hal-hal baru hingga dewasa,” ujanya.

Sabda mengungkapkan, kebutuhan untuk menumbuhkan semangat belajar ini sangat krusial di Indonesia. Pasalnya, berdasarkan data Programme for International Student Assessment (PISA) dari 2000-2018, Indonesia selalu menetap pada peringkat 10 terbawah dari semua negara partisipan survei.

Baca juga :   Mayday Madness Sedia Diskon Hingga 97%

Pada survei terakhir di tahun 2018, siswa Indonesia berada di peringkat ke-6 terendah untuk skor membaca, peringkat ke-7 terendah untuk matematika, dan peringkat ke-9 terendah untuk sains. Ironisnya, ketiga skor di mata pelajaran fundamental ini justru mengalami penurunan dari riset sebelumnya pada tahun 2015.
“Walaupun riset PISA menguji siswa-siswi berusia 15 tahun, nyatanya keterampilan fundamental merupakan bekal yang penting untuk dilatih sedini mungkin, terutama di umur sekolah dasar,” ujarnya.

Ia menambahkan, studi Global Save the Children pada bulan Juli 2020 juga mengindikasikan bahwa 8 dari 10 anak tidak dapat mengakses bahan pembelajaran yang memadai selama diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Menurutnya, dengan kondisi yang masih belum memungkinkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) penuh, kehadiran platform belajar yang menyenangkan bagi anak seperti ZeniusLand diharapkan bisa membuka akses yang lebih luas dan membangkitkan motivasi dan semangat belajar siswa-siswi di Indonesia.

“Tidak hanya bermanfaat bagi siswa dan siswi, ZeniusLand juga memudahkan orang tua untuk bisa mengawasi perkembangan anak-anak mereka melalui platform yang sama. Orang tua bisa mengakses kemajuan pendidikan anaknya melalui platform yang sama, sehingga mereka mengetahui kelebihan atau kekurangan anak mereka, dan mendapatkan rekomendasi belajar yang terpersonalisasi. Dengan ZeniusLand, orang tua juga bisa mengajak anak untuk belajar dan mengerjakan tugas, tanpa membuat anak merasa terbebani atau stres,” tambah Sabda.

Baca juga :   Zenius Siap Lakukan Digitalisasi Guru Agar Pembelajaran Online Lebih Efektif

 

STEVY WIDIA

Tags: berpikir kritisplatform edutechZeniusZeniusLand
Previous Post

Moonton Gelar Turnamen Legends Assemble Untuk HUT ke-5 Mobile Legends

Next Post

Telkomsel Orbit Tambah Varian Produk Untuk Dukung Layanan Internet Rumahan Yang Terjangkau

Related Posts

Aplikasi Zenius
Features

Ironi Sang Pionir: Jatuh Bangun 20 Tahun Zenius dan Pelajaran dari “Taruhan Eksistensial”

2 Januari 2026
0
startup
Headline

Dalam 2 Tahun Terakhir, 11 Startup Indonesia Gulung Tikar

31 Desember 2024
0
UTBK SNBT
Headline

Strategi UTBK 2024: Tips Hadapi 7 Subtes dengan Percaya Diri

4 November 2023
0
Load More
Next Post
Telkomsel Orbit

Telkomsel Orbit Tambah Varian Produk Untuk Dukung Layanan Internet Rumahan Yang Terjangkau

Program Desa Berdaya Generasi Maju

Program "Desa Berdaya Generasi Maju" Dukung Permasalahan Kurang Gizi

Aruna

Wirausaha Muda Perlu Bangun Bisnis yang Berdampak di Sektor Pertanian & Perikanan

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version