Berawal dari Limbah Pisang, Inovasi Siswa SMP Belu Jadi Juara AIA Healthiest Schools 2026

AIA Healthiest Schools 2026

Perwakilan juara AIA Healthiest Schools 2026 untuk kategori SD dan SMP. (Foto: istimewa/AIA)

youngster.id - Berawal dari masalah limbah kulit pisang di lingkungan sekolah, siswa SMP IL Kapten Fatubaa di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, berhasil menjadi juara pertama kompetisi proyek sekolah sehat AIA Healthiest Schools 2026. Mereka melakukan inovasi bernama Huka Upcycling Project (HUP) yang mengolah limbah kulit pisang menjadi berbagai produk bernilai guna, seperti es krim, pupuk kompos organik, dan pupuk cair.

Program ini tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga menjadi media pembelajaran tentang sains, kewirausahaan, dan ekonomi sirkular. Keberhasilan SMP IL Kapten Fatubaa meraih juara nasional juga mengantarkan sekolah tersebut mewakili Indonesia pada kompetisi AIA Healthiest Schools 2026 tingkat regional yang akan berlangsung di Bangkok, Thailand, pada Juli 2026.

Head of Corporate Communication AIA, Lia Merdekawaty, mengatakan setiap sekolah memiliki potensi untuk menghadirkan perubahan positif bagi komunitas di sekitarnya.

“Kami percaya setiap sekolah memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan bagi komunitasnya. Melalui AIA Healthiest Schools, kami ingin terus mendukung lahirnya inovasi yang tidak hanya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan peserta didik, tetapi juga menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas,” kata Lia dikutip Rabu (8/7/2026).

Sementara itu, perwakilan guru SMP IL Kapten Fatubaa, Antonius Kapitan, mengatakan proyek tersebut lahir dari keinginan sekolah untuk mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang belajar bagi para siswa.

“Limbah kulit pisang tidak hanya kami daur ulang menjadi berbagai produk bernilai ekonomis, tetapi juga menjadi bentuk harapan serta cara pandang baru kami bahwa setiap tantangan dapat menjadi peluang untuk belajar dan berinovasi,” ucapnya.

Sebagai sekolah yang berada di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste, SMP IL Kapten Fatubaa memanfaatkan potensi lokal untuk menciptakan solusi yang berdampak bagi masyarakat sekitar. Program tersebut telah memberikan manfaat kepada lebih dari seribu penerima, mulai dari siswa, orang tua, petani lokal, hingga komunitas di wilayah perbatasan. Dampaknya bahkan menjangkau pelajar di Timor Leste melalui berbagai bentuk kolaborasi yang mendorong kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan.

Melalui Huka Upcycling Project, para siswa tidak hanya belajar mengelola limbah, tetapi juga memahami pentingnya keberlanjutan dan kewirausahaan sejak dini.

Pada penyelenggaraan AIA Healthiest Schools 2026, Indonesia menjadi negara dengan jumlah peserta terbesar di kawasan Asia Pasifik tempat AIA beroperasi. Tercatat sebanyak 2.896 peserta mendaftarkan diri dengan total 359 proyek sekolah sehat yang mengikuti kompetisi.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version