Getuk Instan, Inovasi Jajanan Tradisional

Gethuk Instan merupakan inovasi tim PKM 2016 bidang Kewirausahaan IPB. (Foto : Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Getuk adalah jajanan berbahan dasar singkong yang biasa disajikan bersama kelapa parut dan dibungkus daun pisang. Kini jajanan tradisonal itu bisa dalam bentuk instan dengan kemasan praktis dan tahan lama. Produk ini diharapkan dapat bersaing di pasar uang lebih luas tanpa meninggalkan kearifan lokal.

Getuk Instan Tukku ini adalah hasil inoasi dari lima mahasiswa IPB yakni, Indra Purnomo, Dedi Candra, Silvia Indriani, Gabriel Keefe Gazali dan Kevin . Melihat jajanan tradisional yang selama ini tidak tahan lama dan tidak menarik proses penyajiannya, Indra dan kawan kawan memberikan sebuah solusi teknologi instanisasi pada getuk.

“Sering kali makanan tradisional ini memiliki proses penyajian yang kurang praktis dan tidak tahan lama. Ini yang melatarbelakangi kami melakukan inovasi,” kata Indra Purnomo dalam siaran pers dilansir IPB baru-baru ini. Inovasi ini mendapat dana hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Bidang Kewirausahaan Dikti Tahun 2016.

Indra menjelaskan, inovasi getuk ini menerapkan teknologi instanisasi. “Inovasi ini kami rancang sebagai produk pangan siap saji yang memerlukan proses rehidrasi selama 2-3 menit sebelum disajikan,” jelasnya.

Tanpa meninggalkan kearifan lokal yang ada, getuk instan ini dikemas dalam kemasan alumunium foil. Dalam kemasan terdapat bubuk getuk instan dan kelapa parut kering sebagai pelengkap. Disamping praktis, kondisi kering membuat getuk ini lebih awet dan tahan lama.

Getuk instan ini dijual seharga Rp 20 ribu untuk kemasan seberat 50 gram. Di dalam nya terdapat asupan 261.60 kkal, 52,46 gram karbohidrat, 1,58 protein dan 5,31 gram lekam.

Menurut Mahasiswa Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian IPB tersebut, dengan sentuhan teknologi ditambah penampilan yang menarik, Getuk sebagai salah satu pangan lokal Indonesia yang dapat menjadi makanan gelas global. Selain praktis, kondisi kering memungkinkan produk lebih awet sehingga dapat disimpan lebih lama.

“Gethuk Instan mampu bersaing di pasar ASEAN tanpa meninggalkan kearifan lokalnya,” ujar Indra.

Gethuk Instan telah mulai diproduksi secara komersial pada kegiatan Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang bertempat di Pilot Pusat Antar Universitas (PAU), Departemen ITP IPB dan rumah anggota di Perumahan Dramag Pratama Blok B2, Jl Mahoni, Cibadak, Kabupaten Bogor.

Selain Gethuk Instan, kelima mahasiswa ini juga memproduksi serbuk minuman instans yang dinamakan “TUKKU” Gethuk and Milk Drink sebagai varian baru yang diperoleh dari turunan adonan getuk singkong.

“Hingga 15 Juni 2016, total omzet yang diperoleh telah mencapai Rp1,197 juta dengan profit sebesar Rp598.500,” kata Indra lagi.

Gethuk Instan merupakan inovasi tim PKM 2016 bidang Kewirausahaan IPB yang lolos sebagai salah satu peserta Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke 29. Tim ini dibimbing oleh Elvira Syamsir selaku dosen.

“Diharapkan inovasi ini menjadi model percontohan bagi pelaku usaha pangan di Indonesia untuk terus menggali dan mengembangkan produk lokal agar dikenal secara global. Usaha Tukku yang kami kembangkan diharapkan dapat berkembang, menjalin kerja sama dengan investor, agar bisa diproduksi massal,” pungkas Indra.

STEVY WIDIA