Selasa, 7 Juli 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Innovation

Mahasiswa Ini Raih Omzet Puluhan Juta Berkat Budidaya Ulat

30 Mei 2022
in Innovation
Reading Time: 1 min read
Mahasiswa Fakultas Peternakan Unpad Eri Erianto

Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Eri Erianto di peternakan ulatnya. (Foto: istimewa/unpad)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Sekarang ini berkat informasi yang mudah didapat, maka ide dan inovasi bisnis pun bisa datang dari mana saja. Salah satunya adalah dengan berternak ulat seperti yang dilakukan oleh Eri Erianto, mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Dia membudiayakan ulat Jerman hingga meraup omzet puluhan juta rupiah.

Ulat Jerman atau yang dikenal dengan sebutan super worm merupakan jenis ulat yang banyak digunakan sebagai pakan reptil, burung, unggas, dan ternak lainnya. Ternyata selain memiliki kandungan protein, ulat ini juga digunakan sebagai tambahan bahan baku produk kecantikan.

Potensi tersebut kemudian dilirik Eri. “Pada awal saya beternak ulat jerman saya belum mengetahui bagaimana tata cara pemeliharaannya dan kemana menjualnya namun seiring berjalannya waktu saya banyak belajar dari kakak tingkat, peternak yang ada di daerah Majalaya selain itu saya juga mendapatkan ilmu dari YouTube,” ungkap Eri yang dilansir kanal Unpad.ac.id.

Eri menjelaskan, awalnya ia mencoba membeli indukan ulat jerman sebanyak 100 ekor dari kakak tingkatnya di Fapet Unpad. Seiring dengan kebutuhan akan tambahan biaya, Eri pun memilih untuk budi daya ulat jerman kecil-kecilan.

Budi daya yang digeluti ini pun berkembang pesat. Sampai saat ini, Eri mampu panen setiap 15 hari sekali. Dalam sekali panen bisa menghasilkan 5 sampai 20 kilogram ulat jerman dengan harga antara Rp 40 ribu – Rp 80 ribu per kilogram.

Saat ini, budi daya ulat Jerman milik Eri sudah mampu meraih omset hingga jutaan rupiah per bulan. “Dengan digelutinya budi daya ulat jerman, mudah mudahan dapat mendorong kaum muda atau kaum milenial untuk berternak ulat karena banyak banyak manfaatnya dan keuntungan lumayan besar serta pemeliharan ulat tersebut tidak terlalu sulit dan dapat di panen sebulan 2 kali” pungkasnya.

 

STEVY WIDIA

Tags: Eri EriantoFakultas Peternakan Universitas Padjajaraninovasiternak ulat
Previous Post

Gandeng Tiara Andini, Lazada Gelar Festival Belanja 6.6 Sale

Next Post

Terapkan Konsep Bisnis Berkelanjutan, Tiga Startup ini Mampu Berikan Dampak Sosial Luar Biasa

Related Posts

Kekayaan Intelektual
Digital Business

Menekraf: Indonesia Jadikan Kekayaan Intelektual Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru

18 Juni 2026
0
Aspire for Startups 2026
Startup & Entrepreneurship

Dukung Startup Awal, Aspire Luncurkan Program Insentif dan Uji Coba AI Senilai US$500.000

13 Mei 2026
0
Avnet & HKSTP DfMA Launchpad
Startup & Entrepreneurship

Avnet & HKSTP Ajak Startup AI Gabung di DfMA Launchpad

12 Mei 2026
0
Load More
Next Post
PLÉPAH

Terapkan Konsep Bisnis Berkelanjutan, Tiga Startup ini Mampu Berikan Dampak Sosial Luar Biasa

vending machine

Blibli dan Jumpstart Luncurkan Vending Machine untuk Produk UMKM

mahasiswa

Program Wirausaha Merdeka Dorong Mahasiswa Jadi Wirausaha dan Bangun Startup

Discussion about this post

Recent Updates

industri medtech Asia Pasifik

Bain & Company: Permintaan Alat Kesehatan Asia-Pasifik Diproyeksi Tembus US$132 Miliar pada 2030

7 Juli 2026
EasyCash MOJANG Chatpindar

Atasi Kesenjangan Literasi Keuangan Digital, Easycash Luncurkan MOJANG dan ChatPindar

7 Juli 2026
regulasi transportasi online

Patuhi Regulasi Baru, inDrive Resmi Terapkan Komisi 8% untuk Layanan Roda Dua

7 Juli 2026
Shopee x Meta

Shopee dan Meta Luncurkan Program Afiliasi Langsung di Instagram Reels dan Feed

6 Juli 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
industri medtech Asia Pasifik

Bain & Company: Permintaan Alat Kesehatan Asia-Pasifik Diproyeksi Tembus US$132 Miliar pada 2030

7 Juli 2026
EasyCash MOJANG Chatpindar

Atasi Kesenjangan Literasi Keuangan Digital, Easycash Luncurkan MOJANG dan ChatPindar

7 Juli 2026
regulasi transportasi online

Patuhi Regulasi Baru, inDrive Resmi Terapkan Komisi 8% untuk Layanan Roda Dua

7 Juli 2026
Shopee x Meta

Shopee dan Meta Luncurkan Program Afiliasi Langsung di Instagram Reels dan Feed

6 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version