3M Indonesia Salurkan Donasi Pendidikan dari Limbah Kertas

Sebagai salah satu program Coorporate Social Responsinility (CSR), 3M Indonesia kembali menjalin kerja sama dengan Yayasan Nara Kreatif untuk pengolahan limbah perusahaan (Foto: Istimewa/youngster.id)

youngster.id - Sebagai salah satu program Coorporate Social Responsinility (CSR), 3M Indonesia kembali menjalin kerja sama dengan  Yayasan Nara Kreatif untuk pengolahan limbah perusahaan.

Dua ton limbah kertas yang dikumpulkan dari 3M Indonesia diolah menjadi kertas daur ulang dan diproduksi menjadi souvenir seperti buku agenda, game board, dan produk lainnya. Selanjutnya, produk tersebut dijual kembali kepada perusahaan penyumbang kertas, yakni 3M Indonesia. Kemudian hasil penjualan souvenir tersebut digunakan untuk dana bantuan beasiswa pendidikan.

Program pengembangan pendidikan yang dijalankan oleh 3M Indonesia ini telah diterima oleh 21 anak di bawah naungan Yayasan Nara Kreatif.

“Program pemanfaatan limbah kertas merupakan salah satu wujud komitmen 3M Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup (Improving Every Life) masyarakat Indonesia serta memberikan dampak positif bagi lingkungan. Oleh karenanya melalui pengelolaan limbah kertas ini, kami turut berpartisipasi memberikan donasi biaya pendidikan untuk anak jalanan dan warga belajar untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Hal tersebut dikarenakan kami percaya bahwa pendidikan merupakan senjata yang mampu mengubah dunia,” ujar Sashidharan Sridharan, Managing Director 3M Indonesia.

Baca juga :   LinkAja Sedia Untuk e-Commerce, Layanan Transportasi hingga Tarik Tunai

Menurut Sashidharan, setiap 15 kg kertas bekas yang terkumpul, dapat membiayai satu bulan biaya pendidikan satu anak selama satu tahun.

Selama tahun 2018, 3M Indonesia telah memberikan manfaat kepada anak dan masyarakat Indonesia melalui berbagai program sosial seperti mendaur ulang sampah plastik maupun kertas dan beberapa program yang telah berjalan. Antara lain aktifitas ekplorasi sains di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (8 Oktober 2018) serta program pembangunan instalasi air bersih di desa Situhiang, Leuwiliang, Bogor (24 Oktober 2018). “Setiap program yang dilaksanakan, bertumpu pada tiga bidang prioritas, yaitu science for circular, science for climate, dan science for community,” ucap Sashidharan.

Donasi pendidikan dari limbah kertas ini sekaligus sebagai peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni lalu. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2019 jumlah timbunan sampah secara nasional diperkirakan sebesar 175.000 ton per hari atau setara dengan 64 juta ton per tahun, dengan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang per hari sebesar 0,7 kg. Jika dilihat dari komposisinya, jenis sampah kertas memiliki andil sebesar 10%.

Baca juga :   iFlix Kantongi Lebih dari 5 Juta Pengguna di Indonesia

Oleh karena itu, 3M Indonesia berinisiatif melakukan program daur-ulang kertas sebagai bentuk partisipasi kepedulian akan lingkungan hidup, sekaligus menjadi langkah untuk mendukung pendidikan anak-anak Indonesia. “Saya sangat berterima kasih kepada 3M Indonesia yang telah memberikan bantuan kepada kami dalam menjalankan kehidupan pendidikan selama kami bersekolah. Beasiswa yang diberikan memacu kami untuk terus meningkatkan prestasi dan mendorong semangat dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan kami,” ujar Sholih Abdulloh, salah satu anak penerima bantuan pendidikan 3M Indonesia.

HENNI T. SOELAEMAN