Rabu, 27 Mei 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Aduan Konsumen Jasa Keuangan dan E-Commerce Diprediksi Naik di 2018

6 Januari 2018
in News
Reading Time: 2 mins read
Penipuan Secara Mandiri

Konsumen belanja online. (Foto: Ilustrasi/istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) memprediksi akan ada peningkatan tren pengaduan dari pengguna jasa keuangan non-bank dan e-commerce pada tahun 2018.

Koordinator Komisi Pengaduan dan Penanganan Kasus BPKN Rizal E. Halim menyatakan prediksi itu muncul karena banyak regulasi terlambat disesuaikan mengikuti tren baru di dua sektor bisnis itu.

“Ada banyak persoalan di sana. Aturan selalu telat, setelah ada (kasus) yang terjadi, baru keluar aturannya. Makanya kami sarankan pemerintah (segera) siapkan aturan-aturan itu,” kata Rizal dalam siaran pers baru-baru ini.

Menurut Rizal, selama 2017, dari 177 kasus pengaduan konsumen ke BPKN, sekitar 20%-30% berkaitan dengan layanan penyedia jasa keuangan non-bank. Layanan penyedia jasa keuangan itu meliputi asuransi, leasing, pinjaman dana segar seperti pegadaian serta investasi.

“Sebenarnya temen-temen banyak mendengar dan melihat, enggak usah jauh di daerah, di Jakarta banyak skema MLM (multi level marketing) dan sebagainya. (Misalnya) jasa umroh model MLM itu melakukan investasi ilegal,” ujar dia.

Karena itu, Rizal mengatakan BPKN telah meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera melakukan penataan pelaku industri di sektor jasa keuangan, terutama yang non perbankan.

“Fokusnya di non perbankan karena kalau perbankan itu sudah settle (beres), setiap hari mereka melakukan pelaporan ke OJK. Yang non-bank belum mapan. Seharusnya diatur mirip dengan yang bank,” kata dia.

BPKN mendorong pihak regulator, seperti OJK, segera mengambil langkah penataan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak konsumen.

“Kami ingin hulunya lebih oke, sehingga deviasi atau crash (penyimpangan) di pasar sedikit. Pekerjaan aparatnya akan lebih ringan. Tetapi kalau di hulunya rapuh, ada banyak deviasi di pasar yang harus dibersihkan. Itu memakan waktu, biaya, dan tenaga,” kata Rizal.

Rizal mengimbuhkan hal serupa terjadi pada sektor bisnis e-commerce. Meski aduan konsumen e-Commerce di BPKN masih sedikit, ia menilai ada kecenderungan jumlahnya membesar. Apalagi, pengaruh digitalisasi telah cepat meluas di dunia bisnis dan memicu persaingan dagang lintas perbatasan negara.

Sementara itu Ketua BPKN Ardiansyah Parman menambahkan basis transaksi perdagangan di masa depan akan terus berevolusi. Karena itu, regulasi harus segera menyesuaikan dengan tren bisnis yang cepat.

Ardiansyah menilai E-Commerce merupakan tren bisnis baru yang belum banyak diatur oleh regulasi pemerintah. “Target BPKN, ke depan E-Commerce adalah sektor yang penting untuk mendapatkan perhatian. Tentu BPKN perlu bekerjasama dengan pemerintah,” kata dia.

 

STEVY WIDIA

Tags: Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN)e-commercejasa keuangan non-bankOtoritas Jasa Keuangan (OJK)
Previous Post

Ekonomi Kreatif Akan Bersinar di 2018

Next Post

Kominfo Targetkan Bangun 75 Smart City di 2018

Related Posts

Pasar Quick Commerce Asia Tenggara
Digital Business

Momentum Works: Pasar Quick Commerce Asia Tenggara Tembus Rp113 Triliun

20 Mei 2026
0
Ekonomi Digital Indonesia
Digital Business

Kontribusi UMKM Diproyeksikan Capai 58% Pasar E-Commerce Asia Tenggara pada 2029

18 Mei 2026
0
Pasar E-Commerce Asia Tenggara 2029
Digital Business

Pasar E-Commerce Asia Tenggara Diprediksi Tembus US$289,8 Miliar pada 2029

15 Mei 2026
0
Load More
Next Post
Telkomsel Dukung Pengembangan Smart City Bekasi

Kominfo Targetkan Bangun 75 Smart City di 2018

Diakuisisi HKEsports, Gamebrott.com Siap Menembus Asia Tenggara

Diakuisisi HKEsports, Gamebrott.com Siap Menembus Asia Tenggara

Gamal Albinsaid : Menjaga Kesehatan Masyarakat Lewat Asuransi Sampah

Indonesia Medika Sasar 10 Ribu Wirausahawan Sosial Baru

Discussion about this post

Recent Updates

Oxford Economics startup

Oxford Economics: Beban Regulasi Digital Tekan Inovasi dan Pendanaan Startup di Asia

26 Mei 2026
Bimo - CarbonEtics

Permenhut 6/2026 Terbit, Startup CarbonEthics Siap Dorong Investasi Karbon Komunitas Lewat Proyek Pulang Pisau

26 Mei 2026
EBITDA SCG

EBITDA SCG Tumbuh 17% Menjadi Rp8,3 Triliun, Indonesia Jadi Penopang Utama di ASEAN

26 Mei 2026
Google for Startups Accelerator: Southeast Asia

Gandeng Komdigi, Google Cloud Luncurkan Akselerator Startup AI Regional Berhadiah Kredit Rp5,6 Miliar

26 Mei 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Oxford Economics startup

Oxford Economics: Beban Regulasi Digital Tekan Inovasi dan Pendanaan Startup di Asia

26 Mei 2026
Bimo - CarbonEtics

Permenhut 6/2026 Terbit, Startup CarbonEthics Siap Dorong Investasi Karbon Komunitas Lewat Proyek Pulang Pisau

26 Mei 2026
EBITDA SCG

EBITDA SCG Tumbuh 17% Menjadi Rp8,3 Triliun, Indonesia Jadi Penopang Utama di ASEAN

26 Mei 2026
Google for Startups Accelerator: Southeast Asia

Gandeng Komdigi, Google Cloud Luncurkan Akselerator Startup AI Regional Berhadiah Kredit Rp5,6 Miliar

26 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version