Selasa, 19 Mei 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Ancaman Siber, Indonesia Peringkat Kelima se-Asia Pasifik

11 Maret 2019
in News
Reading Time: 1 min read
serangan siber

Indonesia masuk daftar ancaman serangan siber dunia. (Foto: Ilustrasi/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Jumlah ancaman siber di Tanah Air mengalami peningkatan pada 2018. Bahkan kini Indonesia di posisi kelima sebagai negara yang paling banyak mendapatkan ancaman siber pada 2018 untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang.

Menurut laporan Symantec berjudul Internet Security Threat Report Volume 24 yang dirilis pada Februari 2019 lalu, pada 2018, sebanyak 2,23%, serangan siber di ranah global terjadi di Indonesia, meningkat dari tahun sebelumnya, yakni 1,67%.

Sebelumnya, Indonesia juga tidak terhindar dari masifnya serangan ransomware Wannacry yang terjadi pada 2017 silam. Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara kedua di dunia yang mendapatkan serangan terbesar.
Sementara itu, China menjadi negara dengan persentase ancaman siber terbanyak pertama di Asia Pasifik, yakni 8,98%. Namun demikian, angka tersebut menunjukkan perubahan positif, karena pada 2017 jumlah ancaman siber di China justru lebih banyak, yakni 10,95%.

Posisi kedua ditempati oleh India di mana tahun lalu ancaman siber mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan data Symantec, persentase ancaman siber di India pada 2018 adalah 7,98%, naik dari tahun sebelumnya, 5,09%.

Di peringkat ketiga, bertengger Vietnam dengan persentase serangan 3,54%. Seperti halnya Indonesia, serangan siber di negara tersebut mengalami peningkatan di mana pada 2017 jumlah serangan siber di Vietnam adalah 2,07%.

Satu peringkat di atas Indonesia adalah Jepang. Negeri Matahari Terbit tersebut duduk di peringkat keempat dengan 2,66% jumlah serangan.

Meski demikian, angka tersebut menunjukkan bahwa jumlah ancaman siber di Jepang pada 2018 berkurang. Adapun, pada 2017 silam tingkat ancaman siber di Jepang mencapai 3,39%.

Adapun, di bawah Indonesia, bertengger beberapa negara seperti Taiwan (1,79%), Thailand (1,54%), Australia (1,10%), Hong Kong (0,88%), dan Singapura (0,75%).

STEVY WIDIA

Tags: ancaman sibersymantec
Previous Post

Fintech Harus Utamakan Perlindungan Konsumen

Next Post

Samsung Pimpin Pasar Smatphone Premium

Related Posts

Keamanan Siber Indonesia
Technology

Serangan Backdoor Mengintai Bisnis di Asia Tenggara, Indonesia Catat 1,5 Juta Kasus

21 April 2026
0
ancaman siber
Technology

Ancaman Siber Meningkat, Komdigi Gelar Pelatihan Penguatan Talenta Digital Berbasis AI

3 Februari 2026
0
Prediksi 2026: Teknologi Baru Buka Risiko Ancaman Siber Bagi Sektor Telekomunikasi
Technology

Prediksi 2026: Teknologi Baru Buka Risiko Ancaman Siber Bagi Sektor Telekomunikasi

27 Desember 2025
0
Load More
Next Post
Samsung Galaxy S10 Hadirkan Tren Smartvideografi

Samsung Pimpin Pasar Smatphone Premium

Sehati, Bawa TeleCTG di Ajang SXSW 2019

Sehati, Bawa TeleCTG di Ajang SXSW 2019

Tri Manjakan Generasi Milenial Dengan BonsTri

3 Indonesia Tumbuh Positif 2018

Discussion about this post

Recent Updates

Agen Moladin Finance Indonesia

Perluas Akses Pembiayaan UMKM, Agen Moladin Finance Tembus 7.000 Mitra

19 Mei 2026
Kredit Berkelanjutan Bank Raya

Terapkan Prinsip ESG, Kredit Berkelanjutan Bank Raya Tembus Rp3,6 Triliun

19 Mei 2026
East Ventures Sustainability Report 2026

East Ventures Rilis Sustainability Report 2026, Targetkan Emisi Nol Bersih Tahun 2030

19 Mei 2026
Pendanaan Startup Asia Tenggara 2026

Investasi Startup Asia Tenggara Naik 9%, Tracxn Catat Total Pendanaan Tembus US$303 Miliar

19 Mei 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Agen Moladin Finance Indonesia

Perluas Akses Pembiayaan UMKM, Agen Moladin Finance Tembus 7.000 Mitra

19 Mei 2026
Kredit Berkelanjutan Bank Raya

Terapkan Prinsip ESG, Kredit Berkelanjutan Bank Raya Tembus Rp3,6 Triliun

19 Mei 2026
East Ventures Sustainability Report 2026

East Ventures Rilis Sustainability Report 2026, Targetkan Emisi Nol Bersih Tahun 2030

19 Mei 2026
Pendanaan Startup Asia Tenggara 2026

Investasi Startup Asia Tenggara Naik 9%, Tracxn Catat Total Pendanaan Tembus US$303 Miliar

19 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version