Senin, 6 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Aplikasi Mobile Gantikan Layanan Tradisional di Asia Pasifik

9 Oktober 2017
in News
Reading Time: 2 mins read
ransomware

Serangan mobile ransomware mengancam pengguna perangkat selular. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Merebaknya aplikasi mobile, telah menggantikan layanan tradisional dan merevolusi arti sebuah kenyamanan / kemudahan. Hal ini terutama terjadi di Asia Pasifik, yang merupakan rumah bagi lebih dari separuh pelanggan mobile dunia.

Asia juga memimpin perubahan dalam hal pendapatan aplikasi mobile, dengan angka yang diperkirakan akan meningkat menjadi US$57,5 miliar pada tahun 2020.

Sebagai lahan yang dinamis untuk aplikasi mobile, prinsip ekonomi berbagi atau sharing economy telah berkembang di hampir seluruh wilayah di Asia Pasifik, mulai dari pasar negara berkembang seperti Indonesia hingga negara-negara maju seperti China.

“Para konsumen masa kini dengan sukarela memberikan informasi pribadi daripada membuang menit-menit yang berharga untuk menunggu. Hal ini masih baik-baik saja, sampai mereka menyadari bahwa ekonomi berbagi juga berarti keseluruhan ekosistem perangkat dan data yang terotentikasi saling terhubung. Hal ini bagaikan harta karun bagi penjahat siber yang bersiap-siap untuk meluncurkan serangan DdoS,” kata Fetra Syahbana, Country Manager, Indonesia, F5 Network dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/10/2017).

Baca juga :   Qoala, Insurtech Yang Layani Pasien Covid-19

Serangan DDoS menarik perhatian dunia dengan botnet Mirai, yang melumpuhkan Internet dan menjatuhkan situs-situs seperti Amazon, Github, PayPal, Reddit dan Twitter. Jika DDoS dapat dengan mudah mengambil alih situs-situs besar, dapat dibayangkan malapetaka yang akan ditimbulkannya jika aplikasi-aplikasi seperti Uber, Obike, dan Seekmi –aplikasi yang menjadi andalan beberapa orang setiap harinya—tiba-tiba tidak tersedia.

Saat ini, konektivitas bagaikan pedang bermata dua karena konektivitas meningkatkan level kenyamanan dalam kehidupan kita, sekaligus memberikan platform bagi penjahat siber untuk melakukan eksploitasi. Manfaat yang dihadirkan ekonomi berbagi dalam meningkatkan standar hidup seseorang tidak terbatas.

Aplikasi ekonomi berbagi mampu memberi manfaat tersebut dengan mengunggah informasi pribadi pelanggan, seperti jenis kelamin, usia, minat dan bahkan detail kartu kredit ke cloud untuk analisis data dan peningkatan layanan.

Baca juga :   CEO Telkomsigma Raih Satyalencana Pembangunan

Perusahaan kehilangan pendapatan karena berkurangnya lalu lintas web, serta harus menanggung biaya proses remediasi yang tinggi. Lebih bahayanya lagi, pelanggan yang dulu mempercayai perusahaan tersebut akan menganggap perusahaan itu tidak lagi dapat diandalkan. Di era informasi yang berlebihan seperti sekarang ini, hanya dibutuhkan satu kegagalan di situs web untuk membuat pelanggan berpindah ke layanan lain.

“Secara perlahan tapi pasti, keamanan siber telah menjadi prioritas bagi banyak perusahaan, terutama sejak merebaknya Mirai, WanaCry, dan Petya. Namun, divisi IT terus berjuang untuk mendapatkan dukungan dalam diskusi-diskusi di ruang rapat perusahaan dan mengemukakan alasan bahwa strategi keamanan siber yang proaktif adalah investasi yang diperlukan, dibandingkan menangani akibat dari serangan DdoS,” kata Fetra.

Baca juga :   Pasar Game Indonesia Masih Didominasi Produk Impor



STEVY WIDIA

Tags: aplikasi mobilekeamanan siberMiraipetyaWanaCry
Previous Post

Sri Mulyani Dorong Pemuda Aktif Bangun Ekonomi Kreatif

Next Post

Logistik Masih Menjadi Tantangan e-Commerce

Related Posts

ITSEC Asia
Industry

Laba Bersih Meroket, ITSEC Asia Catat Pendapatan Rp527,1 Miliar di Tahun 2025

30 Maret 2026
0
startuo AI funding
Startup & Entrepreneurship

Investor Guyur Startup AI Tahap Awal US$9 Miliar, Sektor Robotika dan Keamanan Siber Jadi Primadona

21 Februari 2026
0
WhizHack Technologies
Technology

WhizHack Technologies Resmi Masuk Pasar Indonesia, Fokus Perkuat Keamanan Siber

3 Februari 2026
0
Load More
Next Post
Kusumo Martanto: Blibli.com Memiliki Komitmen Mengembangkan Produk UKM dan Potensi Kreativitas Anak Muda

Logistik Masih Menjadi Tantangan e-Commerce

100 Anggota Komunitas Bukalapak Hadir ETC Market 2017

Lewat Kampanye Kreatif Bukalapak Raih Tangrams Awards

Amos Gunawan : Memberdayakan Warung Tradisional di Indonesia

Amos Gunawan : Memberdayakan Warung Tradisional di Indonesia

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version