Minggu, 5 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Apple dan Google Hadirkan Teknologi Lacak Penyebaran Virus Corona

17 April 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
Traveloka Tanggap Bagikan Masker N95 Bagi Penumpang Pesawat

Penggunaan masker untuk mencegah tertular virus. (Foto: ilustrasi/istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Perusahaan teknologi Apple dan Google menciptakan alat untuk membantu manusia beraktivitas nyaman di tempat tinggalnya. Tak hanya itu, keduanya juga membuat aplikasi melacak pergerakan manusia untuk melihat pola penyebaran virus corona.

Pertama adalah fitur untuk meningatkan mencuci tangan. Pasalnya banyak orang mungkin merasa kebiasaan sederhana itu sulit dilakukan. Karena itu, Google menghadirkan fitur pengingat cuci tangan di dalam layanan Google Assistant.

Dilansir dari Google Support, Anda hanya tinggal menyerukan kalimat, ”Hey Google, bantu saya mencuci tangan.” Dengan satu kalimat itu, Google Assistant akan memutar lagu selama 40 detik untuk memandu pengguna mencuci tangan. Sebagai informasi, durasi cuci tangan yang diatur Apple dan Google ternyata melebihi rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, yaitu 20 detik.

Demikian juga dengan Apple yang menyediakan fitur pengigat cuci tangan di dalam produk Apple Watch. Dilansir dari situs Engadget, secara umum fitur ini mengirimkan peringatan kepada Anda untuk mencuci tangan setiap tiga jam sekali. Apple Watch akan memasang timer (penghitung waktu) 40 detik untuk memastikan Anda mencuci tangan hingga bersih.

Baca juga :   7 Strategi Terbaik bagi Perusahaan agar Pekerjaan Berhasil di Era Hybrid

Fitur ini dapat diperoleh dengan memperbarui sistem operasi dari jam tangan digital itu ke Wear OS versi 5.4.0. Jika tidak ingin terganggu dengan peringatan ini, Anda bisa mematikannya dengan menekan ikon notifikasi.
Kedua perusahaan ini juga menghadirkan situs pelacak perjalanan penyebaran virus corona. Apple meluncurkan teknologi yang dapat mencatat perilaku perjalanan seseorang menggunakan aplikasi Maps. Data-data kemudian dipublikasikan di situs web www.apple.com/covid19/mobility. Mengutip BBC, lewat publikasi tersebut, Anda dapat melihat data presentase harian dari tiga kategori mobilitas.

Pertama, jumlah orang yang mengemudi. Kedua, jumlah orang berjalan kaki. Terakhir, jumlah orang yang menggunakan transportasi umum. Anda dapat mengakses rekaman mobilisasi dari 63 negara di seluruh dunia, merentang antara 13 Januari (10 hari sebelum lockdown pertama kali dilakukan oleh Wuhan, Tiongkok, tempat wabah ini bermula), sampai dengan saat ini.

Baca juga :   6 Startup Indonesia Terpilih Program Launchpad Accelerator Google

Data pun diperbarui setiap hari dan dapat diunduh dalam bentuk dokumen pengolah angka. Dilansir dari Antara, data ini juga lebih menjamin privasi lantaran hanya mencatat pola pergerakan, tapi tidak menyimpan dan menampilkan data yang berhubungan identitas atau lokasi tempat tinggal Anda.

Namun, situs Apple ini memberikan data yang lebih terbatas ketimbang alat teknologi milik Google yang diluncurkan pada dua pekan lalu. Data mobilisasi yang diberikan oleh Google mencakup 131 negara, dua kali lebih banyak dari yang disediakan Apple. Selain itu, data Google juga mencatat lebih banyak kategori mobilisasi, seperti kunjungan ke toko, stasiun kereta, tempat rekreasi, pusat perbelanjaan, tempat kerja, dan sebagainya.

Baca juga :   Tim EVOS Kibarkan Merah Putih di Kompetisi e-Sport Dunia

Hanya saja, data Google tidak bisa diunduh dalam bentuk dokumen pengolah kata, sebagaimana milik Apple. Data Google juga terbilang lebih lengkap, karena merekam pola pergerakan dari seluruh pengguna Android atau IPhone yang mengaktifkan fitur lokasi dan memasang aplikasi Google Maps. Sedangkan data Apple hanya dihimpun dari penggunaan aplikasi Maps untuk menunjukan arah. Tentu hal tersebut menjadi kelemahan Apple, mengingat tidak semua orang menggunakan aplikasi Maps ketika keluar rumah dan melakukan perjalanan, terutama untuk jenis mobilisasi dengan jarak dekat.

Selain itu, hadir juga aplikasi Pelacak Pasien Covid-19 Google dan Apple bekerjasama untuk menciptakan aplikasi pelacak riwayat kontak dan interaksi antar individu. Dilansir dari The Verge, pengembangan aplikasi berbasis Bluetooth ini akan dapat digunakan secara bebas oleh pengguna Android dan IOS pertengahan Mei mendatang.

STEVY WIDIA

Tags: AppleGooglevirus corona
Previous Post

Ferry Irawan dkk. : Pindahkan Kegiatan Belajar Ke Smartphone

Next Post

Tim Mahasiswa Tel-U Buat Mesin Otomatis Pencuci Tangan Untuk RS dan Puskesmas

Related Posts

Apple WWDC 2026
Technology

Apple WWDC 2026, Fokus pada Peningkatan AI Di Semua Perangkat

25 Maret 2026
0
Apple WWDC 2026
Technology

Apple Developer Academy Kelima Digelar, Lebih dari 100 Peserta Ikut Kelas Perdana

13 Maret 2026
0
Grup GoTo
Features

Perjalanan GoTo dari Startup Call Center hingga Raksasa Ekosistem Digital Indonesia

28 Februari 2026
0
Load More
Next Post
Tim Mahasiswa Tel-U Buat Mesin Otomatis Pencuci Tangan Untuk RS dan Puskesmas

Tim Mahasiswa Tel-U Buat Mesin Otomatis Pencuci Tangan Untuk RS dan Puskesmas

Wings Food Hadirkan Inovasi Mi Instan Dalam Gelas

Wings Food Hadirkan Inovasi Mi Instan Dalam Gelas

Tranksaksi Digital Bantu Pertumbuhan UMKM Indonesia

Ottopay Tambah Fitur Untuk Permudah Transaksi Digital

Discussion about this post

Recent Updates

Equinix

Atasi Kelangkaan Talenta AI, Equinix Luncurkan Investasi Pengembangan SDM Global

2 April 2026
Maybank Indonesia

Maybank Indonesia Akselerasi Pembiayaan Berkelanjutan hingga Rp8,24 Triliun pada 2025

2 April 2026
Telkomsel x Huawei

Telkomsel Gandeng Huawei, Percepat 5G dan Internet Rumah di Indonesia

2 April 2026
Hiburan Digital XLSMART

Hiburan Digital Dongkrak Trafik Lebaran, XLSMART Catat Lonjakan 21%

2 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Equinix

Atasi Kelangkaan Talenta AI, Equinix Luncurkan Investasi Pengembangan SDM Global

2 April 2026
Maybank Indonesia

Maybank Indonesia Akselerasi Pembiayaan Berkelanjutan hingga Rp8,24 Triliun pada 2025

2 April 2026
Telkomsel x Huawei

Telkomsel Gandeng Huawei, Percepat 5G dan Internet Rumah di Indonesia

2 April 2026
Hiburan Digital XLSMART

Hiburan Digital Dongkrak Trafik Lebaran, XLSMART Catat Lonjakan 21%

2 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version