BAKTI Ajak Startup Bersinergi Bagi Ekonomi Digital Daerah 3T

Badan Aksesibililitas Telekomunikasi dan Informasi. (Foto: istimewa)

youngster.id - Badan Aksesibililitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Kemkominfo membuka kesempatan sinergi bersama startup e-commerce & UMKM digital untuk mengembangkan potensi di daerah 3T (Terdepan, Terluar Tertinggal).

Geliat industri digital ini dibuktikan dengan telah tumbuhnya 552 startup dan UMKM digital di Indonesia sampai dengan tahun 2018 (data Mapping & Database Startup Indonesia 2018 yang dikeluarkan oleh MIKTI dan Bekraf). Potensi UMKM ini tidak hanya berada di kota-kota besar.

Program bantuan pemerintah untuk mendukung Fasilitasi Ekosistem Ekonomi Digital (FEED) yang diluncurkan oleh BAKTI diperkenalkan dengan branding Dayamaya. Kegiatan Dayamaya merupakan inisiatif dengan visi mendukung pengembangan eksositem ekonomi digital Indonesia terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) dengan semangat gotong royong bersama para stakeholder startegis bagi kesejahteraan masyarakat.

Melalui Dayamaya, BAKTI mengajak para pelaku startup e-commerce dan UMKM digital untuk bersinergi dalam mengembangkan potensi serta membuat solusi tepat guna bagi masyarakat di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Sektor yang menjadi fokus adalah kesehatan, pendidikan, agribisnis (pertanian, kelautan), pariwisata, fintech, logistik, dan e-commerce. Bantuan pemerintah yang diberikan berupa fasilitasi barang/jasa seperti pelatihan SDM, eksekusi survey pasar, infrastruktur teknologi, dan sosialisasi & pemasaran.

Baca juga :   SaladStop! Hadirkan Menu Baru dengan Protein Tinggi

Bagi calon peserta yang berminat, dan ingin mendapatkan informasi yang lebih lengkap, maka dapat mengunjungi situs www.baktikominfo.id atau www.dayamaya.id. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 2 September 2019 s.d. tanggal 14 September 2019.

Peserta wajib mengirimkan persyaratan administrasi, serta proposal teknis yang berisikan antara lain: jenis solusi yang akan dikembangkan, roadmap selama 2 (dua) tahun ke depan, dan model bisnis. Proposal yang masuk akan diseleksi secara administrasi, dan dikurasi oleh kurator yang ahli di bidangnya.

Peserta yang lolos keseluruhan proses seleksi, akan ditetapkan sebagai peserta penerima bantuan. Kuota penerima bantuan yaitu sebanyak 30 startup/UMKM Digital dengan komposisi 20 peserta proposal Pre Seed, dan 10 peserta proposal Seed. Peserta yang lolos diumumkan pada tanggal 1 Oktober 2019.

STEVY WIDIA