BI Tampilkan Produk dari 337 UMKM di KKI 2019

Presiden Joko Widodo meninjau Pameran Karya Kreatif Indonesia di JCC Senayan, Jakarta. (Foto: Antaranews)

youngster.id - Bank Indonesia (BI) menggelar Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019 di Jakarta Convention Center, 12-14 Juli 2019. Sekitar 337 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaannya dari seluruh Indonesia datang untuk memperkenalkan dan memasarkan produk-produknya dalam acara tersebut.

KKI adalah festival yang dirancang dengan format seperti sebuah resepsi atau selebrasi kesuksesan UMKM yang dari tahun ke tahun telah dibina BI melalui Kantor Perwakilan BI di daerah. KKI tahun ini mengambil tema “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui UMKM Go Export dan Go Digital.” Sementara fokus produk UMKM yang dipromosikan, yakni kain dan fesyen, kerajinan, dan makanan- minuman.

“Prinsip acara merupakan selebrasi kesuksesan UMKM Indonesia mulai dari tenun, fesyen, makanan, dan kopi. Ada 337 UMKM se-Indonesia binaan BI akan hadir pada KKI 2019 di JCC pada 12 Juli sampai 14 Juli 2019,” kata Budi Hanoto Kepala Departemen UMKM dan Perlindungan Konsumen BI dalam keterangannya baru-baru ini.

Menurut dia, hingga saat ini telah banyak UMKM yang mengalami peningkatan akses pembiayaan dan pasar. Selain mendapat kesempatan untuk mempromosikan produknya, pada tahun ini BI memfasilitasi business matching (temu bisnis) dan business coaching (konsultasi bisnis) bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan kapasitas bisnis dan memperluas akses pasar UMKM.

Baca juga :   18 Ribu UMKM Bergabung Di Marketplace Selama Ramadan

“Berbeda dari tahun sebelumnya, KKI 2019 memfasilitasi business matching antara pelaku UMKM dengan lembaga keuangan, marketplace, dan agregator atau importir luar negeri,” paparnya.

Business matching bertujuan untuk memberikan apresiasi dan menggalang komitmen dalam rangka pengembangan UMKM, antara lain dengan memperluas kesempatan UMKM dalam mendapatkan akses pembiayaan, kerja sama, dan komitmen pemasaran produk UMKM untuk ekspor melalui agregator, serta pemanfaatan e-commerce.

Selain itu, dalam KKI 2019, BI juga memperluas kegiatan business coaching untuk menyediakan informasi dan konsultasi kepada pelaku bisnis, khususnya UMKM, maupun calon pelaku bisnis mengenai persyaratan yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis melalui kegiatan ekspor, termasuk kemudahan bagi pelaku UMKM, serta mempertemukan UMKM dengan e-commerce dalam rangka perluasan akses pasar.

“Melalui business coaching, pelaku UMKM diharapkan mendapatkan informasi, tips atau trik, dan persyaratan agar dapat mengembangkan kapasitasnya untuk memperluas bisnisnya hingga ke pasar ekspor,” pungkasnya.

STEVY WIDIA