Selasa, 31 Maret 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Bisnis Harus Melihat Sistem Keamanan Sebagai Pendorong Transformasi Digital

27 Desember 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
NTT Investasi US$500 Untuk Jakarta3 Data Center

Peluncuran Jakarta Data Center Kamis (26/9/2019) di Shangri-La Jakarta. (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Banyak bisnis merasa sulit untuk lincah bergerak dalam menyediakan karyawannya perangkat dan infrastruktur jaringan yang dibutuhkan untuk beroperasi dan berkomunikasi dengan lancar ketika COVID-19 pertama kali menyerang. Bisnis harus semakin fokus untuk memastikan bahwa keamanan siber bukanlah penghalang, melainkan pendorong bagi transformasi digital.Intelligent Workplace Report 2020 dari NTT bertajuk Shaping Employee Experiences for a World Transformed menyebut dalam banyak kasus, karyawan dibiarkan menggunakan perangkat dan aplikasi pribadi mereka, sehingga meningkatkan risiko kerentanan pada keamanan. Sebagai tambahan, hanya 46,4% bisnis global yang disurvei untuk laporan yang sama mengklaim bahwa mereka telah meningkatkan kemampuan keamanan TI mereka demi menjaga keamanan organisasi dan karyawan mereka.

Baca juga :   Telkom Fokus Jadi Penggerak Ekosistem Digital yang Berdaya Saing Global

Mungkin banyak organisasi belum menanamkan sistem keamanan di organisasinya karena mereka melihat keamanan sebagai penghalang dan bukan pendorong pemberdayaan digital. Perubahan pola pikir budaya perlu terjadi. Keamanan dapat membantu bisnis menghadirkan teknologi secara transformasional yang memungkinkan untuk mendapatkan pengalaman pengguna terbaik, dan pada hakekatnya hal ini terkait dengan perlindungan data karyawan.

Dalam laporan Future Disupted: 2021 NTT memperkirakan bahwa konsep ‘Secure Access Service Edge‘ (SASE), istilah yang diciptakan oleh Gartner, akan menjadi tren utama dalam 12 bulan ke depan. SASE berfokus pada pencapaian pengalaman terbaik bagi pengguna akhir dalam paradigma jaringan SaaS dan perangkat lunak yang semakin meningkat, dengan mengamankan API dan memanfaatkan skenario ‘as-a-service’ seperti firewall-as-a-service (FWaas) atau Cloud Access Security Broker (CASB)-as-a-service.

Untuk memulai SASE, bisnis perlu benar-benar mengevaluasi aset apa dan aset mana saja yang ingin mereka lindungi, di mana beban kerja terdistribusi sedang berlangsung, bagaimana bisnis mereka menggunakan aplikasi dan memastikan infrastruktur sesuai dengan tujuan penggunaan:

  • Menilai aset apa yang perlu dilindungi oleh bisnis: Untuk memulai, bisnis harus melihat pelindungan data. Mereka perlu menunjukkan dengan tepat yang harus mereka lindungi dan memilah mana data dan informasi yang sangat berharga dan penting dan mana yang tidak diperlukan. Kemudian mereka dapat kembali ke dasar: kebersihan operasional yang baik dan uji kelayakan.
  • Memahami di mana berbagai beban kerja sedang berjalan: Hal ini berarti bahwa bisnis harus menerapkan firewall dan melakukan segmentasi mikro yang tepat.
  • Pertimbangkan untuk menggunakan aplikasi dan bagaimana cara menggunakannya: Yang penting, bisnis harus bertanya pada diri sendiri bagaimana tren penggunaan ini berkaitan dengan strategi platform dan pengguna akhir/pelanggan terkait dan protokol titik akhir serta bagaimana mereka berinteraksi dengan berbagai beban kerja dan aplikasi-aplikasi yang ada
  • Mempercepat strategi keamanan jaringan dan aplikasi yang ada: Bisnis harus memastikan bahwa strategi keamanan mereka masih relevan dengan tujuan awal. Hal ini termasuk membuat keputusan tentang jalur menuju penerapan SD-WAN.
Baca juga :   VMWare Tawarkan Solusi Baru Bagi Bisnis Transformasi Data

 

STEVY WIDIA

Tags: bisnisNTTtransformasi digital
Previous Post

Pengguna Capai 500 Juta, Telegram Siap Monetisasi

Next Post

Lima Teknologi Teratas Pada 2021

Related Posts

Revolusi AI Indonesia
Features

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
0
kantor Cohive
Features

CoHive: Ketika Raksasa Coworking Indonesia Runtuh oleh Skala dan Waktu

25 Maret 2026
0
transformasi digital
Technology

Transformasi Digital Dorong Kinerja IPCC Naik 15% Sepanjang 2025

4 Februari 2026
0
Load More
Next Post
Big Data Dorong Kebutuhan Kerja Di Masa Depan

Lima Teknologi Teratas Pada 2021

Genose Alat Pendeteksi Covid-19 Dari Hembusan Nafas

Alat Pendeteksi Virus GeNose Siap Beredar

Zoom

Zoom Siapkan Layanan E-mail Berbasis Web

Discussion about this post

Recent Updates

Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

30 Maret 2026
ITSEC Asia

Laba Bersih Meroket, ITSEC Asia Catat Pendapatan Rp527,1 Miliar di Tahun 2025

30 Maret 2026
KPPU Fintech

KPPU Putuskan 97 Fintech P2P Lending Bersalah Atas Perkara Kartel Bunga

30 Maret 2026
Intervyou

Intervyou Luncurkan Platform Persiapan Karir Berbasis AI di Indonesia

30 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

30 Maret 2026
ITSEC Asia

Laba Bersih Meroket, ITSEC Asia Catat Pendapatan Rp527,1 Miliar di Tahun 2025

30 Maret 2026
KPPU Fintech

KPPU Putuskan 97 Fintech P2P Lending Bersalah Atas Perkara Kartel Bunga

30 Maret 2026
Intervyou

Intervyou Luncurkan Platform Persiapan Karir Berbasis AI di Indonesia

30 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version