CeLOE: Implementasi E-Learning Oleh Telkom University

Launching CeLOE Digital Space dan Kick Off Kurikulum 2020 Senin (20/5) di Tokong Nanas, Telkom University. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Memenuhi kebutuhan pendidikan di masa mendatang, Telkom University sudah mencanangkan metode pembelajaran jarak jauh (e-Learning) sejak tahun 2017. Implementasi e-Learning ditargetkan akan selesai akhir tahun 2019.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Higher Education Yayasan Pendidikan Telkom (YPT), Drs. Sumrahadi, M.,M. pada sambutannya pada acara Launching Center for e-Learning and Open Education (CeLOE) Digital Space dan Kick Off Kurikulum 2020 pada Senin (20/5) di Tokong Nanas, Telkom University.

“Rapim Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) tahun 2017 lalu, saat itu kita sampaikan Telkom University bisa segera mengembangkan layanan e-learning (CeLOE). Kita tahu bahwa E-Learning masih menjadi atribut keunggulan pendidikan saat ini, kita terus pantau perkembangannya, sehingga pada tahun 2018 program tersebut bisa berjalan dengan baik. Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi sebesar-besarnya bagi rekan-rekan yang turut andil dalam pengembangan program ini. ” ungkap Sumrahadi.

Saat ini e-learning masih menjadi atribut unggulan dari sebuah perguruan tinggi. Untuk itu Sumrahadi, meminta rektor beserta jajaran agar terus mengembangkan dan memnuhi kebutuhan pendidikan saat ini terutama pada materi-materi yang akan di produksi. CeLOE ini kabarnya akan selesai pada tahun 2020 mendatang, meski begitu target hingga mata kuliah bisa diakses adalah di penghujung tahun 2019 ini.

Baca juga :   Tim Rhythm dari Telkom University Berprestasi di APICTA Award 2017

“Harapan saya pribadi adalah, pertama agar e-learning dikembangkan secara terus menerus. Sehingga sesuai kebutuhan dan bisa dimanfaatkan secara optimal baik oleh YPT Grup, sinergitas bersama Telkom Grup dan masyarakat luas.” tambah Sumrahadi.

Rektor Telkom University Prof. Adiwijaya membuka sambutan dengan data terjadinya peningkatan pendaftar yang meningkat dari 43000 menjadi 50000 calon mahasiswa. Sebuah indikasi bahwa Telkom University sudah menjadi perguruan tinggi pilihan utama oleh para lulusan yang akan mengenyam pendidikan tinggi.

“Kita saat ini sedang menghadapi disrupsi teknologi. Sudah saatnya kita harus keluar dari zona nyaman. Dengan teknologi yang cepat berubah, tentu kita perlu mengevaluasi kurikulum kita. Setiap tahun mungkin perlu ada evaluasi kurikulum meskipun minor. Di 2020 ini  setiap prodi kita akan mengacu pada Framework Outcome Based Education,” ungkap Adiwijaya.

Framework tersebut merupakan kurikulum capaian luaran yang akan diambil dari setiap prodi, sehingga masyarakat yang masuk tidak hanya tahu prodi apa yang dipilih, tetapi mereka tahu apa saja yang akan diajarkan, serta kompetensi seperti apa saat anaknya akan lulus. Itu akan menjadi nilai tambah, mengingat stakeholder Telkom University salah satunya adalah masyarakat.

Baca juga :   KTT Startup 2018 Digelar di Surabaya

STEVY WIDIA