Dicari Patriot Energi Untuk Daerah Terpencil

Anggota Patriot Energi angkatan pertama yang berjumalah 80 peserta, telah menyelesaikan masa tugasnya. (Foto : dok.esdm)

YOUNGSTER.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar program Patriot Energi untuk dapat membantu pasokan listrik di daerah-daerah terpencil menggunakan energi baru terbarukan.

Patriot energi adalah Program Kementerian ESDM untuk para sarjana dari seluruh universitas di Indonesia untuk membantu pemerintah melistriki daerah-daerah yang merupakan remote area. Kebanyakan daerah tersebut merupakan daerah yang berada di timur Indonesia.

“Patriot energi kita kirim ke-65 desa. Kita berharap ada 150 lagi yang akan kita deploy untuk daerah-daerah remote seperti Papua,” kata Tri Mumpuni Iskandar Staf Ahli Menteri ESDM pada diskusi energi terbarukan, Kamis (21/4/2016) di Jakarta.

Tri mengungkapkan patriot energi saat ini sudah masuk angkatan kedua. Sebelumnya yakni pada tahun lalu Kementerian ESDM telah mengirimkan sarjana muda ke-65 desa terpencil di Indonesia. Untuk angkatan kedua, Tri berharap ada 150 sarjana muda yang akan disebarkan untuk melistriki daerah remote seperti Papua.

Pihak Kementerian ESDM telah menyeleksi sarjana muda yang sesuai dengan kompetensi patriot muda. Ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh patriot muda yaitu kompetensi teknis, kompetensi daya juang, kompetensi sosial, dan kompetensi keikhlasan. Dari 3.600 calon patriot energi angkatan pertama, Tri menyebutkan hanya 80 yang terpilih.

“Orangnya kita seleksi benar-benar. Anak-anak muda diseleksi dari 3.600 jadi tinggal 80‎, bisa dibayangkan kualitas yang terseleksi seperti apa. Gelombang pertama sudah kita deploy, sekarang pulang, melakukan reorientasi, nanti balik lagi ke desa untuk enam bulan berikutnya,” jelas dia.

Pada Mei nanti, lanjut Tri, Kementerian ESDM membuka lagi pendaftaran patriot energi angkatan kedua. “Nanti batch kedua kita latih di Mei dan diberangkatkan di Juli. Saya berharap Pak Jokowi nanti di Juli bisa bertemu insinyur-insinyur muda yang mau berkorban dan dikirim ke daerah-daerah perbatasan yang medannya sulit sekali,” tutup dia.

 

STEVY WIDIA