Kamis, 20 Agustus 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Ingin Masuk 40 Besar Daftar Index Kemudahan Berbisnis

22 April 2016
in News
Reading Time: 1 min read
Indonesia Ingin Masuk 40 Besar Daftar Index Kemudahan Berbisnis

(Foto : ilustrasi/youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Pemerintah berkomitmen untuk dapat masuk jajaran 40 besar dunia dalam Indeks Kemudahan Berbisnis atau Ease of Doing Business Index. Saat ini posisi Indonesia berada di urutan ke-109 pada 2016.

Menteri Perdagangan Thomas Lembong menyampaikan hal tersebut saat menjadi Panelis dalam Indonesia-Germany Business Forum di Berlin, Jerman, yang diikuti ratusan pengusaha Jerman, antara lain Deustche Bank, Ferrostaal, Siemens, dan Meyer Welft.

“Pemerintah Indonesia bertekad menempatkan diri pada 40 besar dalam Ease of Doing Business Index,” kata Thomas, dalam siaran pers yang diterima, Kamis (21/4/2016).

Berdasarkan data Bank Dunia, Indonesia menempati peringkat ke-109 dalam Rank of Doing Business pada 2016. Ranking tersebut mengalami kenaikan sebesar 11 peringkat dari posisi tahun sebelumnya yang hanya menempati peringkat ke-120.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada lima tahun terakhir sejak 2011- 2015 menunjukkan total nilai perdagangan Indonesia-Jerman turun sekitar 2,2 persen per tahun. Neraca Perdagangan Indonesia dengan Jerman juga terus menunjukkan defisit pada periode waktu yang sama.

Pada 2015, defisit neraca perdagangan Indonesia dengan Jerman mencapai 807,87 juta dolar AS atau turun sekitar 36,4 persen dibandingkan pada 2014 yang mencapai 1,27 miliar dolar AS.

Ekspor Indonesia ke Jerman masih didominasi produk alas kaki, minyak sawit, karet alam, dan pakaian atau tekstil. Sementara itu, impor Indonesia dari Jerman didominasi produk permesinan, peralatan elektronika, kendaraan bermotor, dan obat-obatan.

Dari sisi penanaman modal asing, nilai realisasi investasi Jerman di Indonesia mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Pada 2014, nilai investasi Jerman mencapai 50,1 juta dolar AS dan meningkat menjadi 57,3 juta dolar AS pada 2015. Investasi Jerman hanya menempati peringkat ke-20 terbesar bagi Indonesia pada tahun 2015.

Dalam Indonesia-Germany Business Forum, Thomas turut menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dengan perusahaan-perusahaan Jerman.

 

STEVY WIDIA

Tags: Ease of Doing Business IndexIndeks Kemudahan Berbisnisindonesiamenteri perdaganganperdaganganThomas Lembong
Previous Post

BNI Sambut Layanan Fintech

Next Post

Dicari Patriot Energi Untuk Daerah Terpencil

Related Posts

adopsi AI Alibaba Cloud Indonesia
Technology

Alibaba Cloud: Indonesia Raih Antusiasme AI Tertinggi di Asia, 100% Perusahaan Optimistis

30 Juli 2026
0
Google Gemini AI
Technology

Google sebut Indonesia Juara Kreatif AI di Asia Tenggara, Mampu Hasilkan 9 Juta Gambar per Hari

29 Juli 2026
0
Ekonomi Konten Kreatif
Technology

Peluang Ekonomi Konten Kreatif Indonesia Bisa Capai Rp66 Triliun

25 Juli 2026
0
Load More
Next Post
Dicari Patriot Energi Untuk Daerah Terpencil

Dicari Patriot Energi Untuk Daerah Terpencil

Cirebon Jadi Pilot Project Desa Digital

Cirebon Jadi Pilot Project Desa Digital

Help, Aplikasi Perlindungan Perempuan dan Anak

Help, Aplikasi Perlindungan Perempuan dan Anak

Discussion about this post

Recent Updates

AMD efisiensi energi AI data center

Melampaui Target, AMD Tingkatkan Efisiensi Energi AI 4 Kali Lipat pada 2026

20 Agustus 2026
Adobe Create and Earn

Adobe Buka Peluang Baru bagi Kreator Indonesia Monetisasi Karya

20 Agustus 2026
ImajiNation 2026 Kemendikdasmen Assemblr Samsung

Dukung Kurikulum AI, Kemendikdasmen Gandeng Assemblr dan Samsung Gelar ImajiNation 2026

20 Agustus 2026
AI layanan kesehatan Indonesia

Layanan Kesehatan Indonesia Mulai Rasakan Dampak AI

20 Agustus 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
AMD efisiensi energi AI data center

Melampaui Target, AMD Tingkatkan Efisiensi Energi AI 4 Kali Lipat pada 2026

20 Agustus 2026
Adobe Create and Earn

Adobe Buka Peluang Baru bagi Kreator Indonesia Monetisasi Karya

20 Agustus 2026
ImajiNation 2026 Kemendikdasmen Assemblr Samsung

Dukung Kurikulum AI, Kemendikdasmen Gandeng Assemblr dan Samsung Gelar ImajiNation 2026

20 Agustus 2026
AI layanan kesehatan Indonesia

Layanan Kesehatan Indonesia Mulai Rasakan Dampak AI

20 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version