youngster.id - Laporan AFTECH Annual Members Survey 2025-2026 mencatat sebanyak 84% penyelenggara finansial teknologi (fintech) di Indonesia telah mengadopsi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam rantai bisnisnya. Namun, di balik pesatnya inovasi, ancaman kejahatan siber berbasis AI seperti penipuan deepfake dan serangan injeksi (injection attack) kini mengintai sistem keamanan industri keuangan digital nasional.
Modus penipuan deepfake tidak hanya berupa manipulasi visual kamera, tetapi juga penyusupan wajah sintetis buatan AI, face swap, hingga rekaman proses verifikasi ulang (replay attack) pada proses onboarding nasabah dan verifikasi transaksi jarak jauh.
Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Gonthor Ryantori Aziz, menekankan bahwa penerapan tata kelola dan mitigasi risiko menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap inovasi fintech.
“Inovasi baru bisa berkembang jika dipercaya masyarakat. Inovasi bukan sekadar kecanggihan teknologi, melainkan suatu terobosan yang memperoleh kepercayaan melalui penerapan tata kelola dan mitigasi risiko yang baik,” tegas Gonthor, dikutip Jum’at (2/10/2026).
Sejalan dengan hal tersebut, Founder dan Group CEO VIDA sekaligus Anggota Pengawas AFTECH, Niki Luhur, mengingatkan pentingnya membangun infrastruktur keamanan yang bersifat preventif guna menangkal ancaman impersonasi berbasis AI.
“Ketika ancaman seperti deepfake berkembang cepat, industri harus membangun teknologi preventif. Perlindungan konsumen harus menjadi bagian utama dari inovasi, bukan sekadar pelengkap,” kata Niki.
Penguatan sistem identitas digital juga didorong oleh Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Ketua Komite 2 Sistem Pembayaran Ritel ASPI, Gretel Griselda, menyatakan perlunya pengamanan berlapis (end-to-end) sepanjang perjalanan pengguna (user journey), didukung teknologi Fraud Intelligence untuk melacak akun perantara (mule account) dan transaksi mencurigakan.
Merespons risiko tersebut, perusahaan penyedia identitas digital VIDA meluncurkan rangkaian solusi keamanan berlapis seperti Deepfake Shield dan VerifyNow. Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi rekayasa wajah, manipulasi dokumen KTP, serta sinyal penggunaan kamera virtual atau emulator guna menjamin keamanan ekosistem ekonomi digital Indonesia.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post