Amar Bank Soroti Tantangan Kredit Pekerja Kreatif dan Dorong Solusi Pengelolaan Arus Kas

Amar Bank Pekerja Kreatif

Amar Bank Soroti Tantangan Kredit Pekerja Kreatif dan Dorong Solusi Pengelolaan Arus Kas (Foto: Istimewa/Amar Bank)

youngster.id - Amar Bank (PT Bank Amar Indonesia Tbk) menyoroti masih banyaknya pekerja kreatif berbasis proyek yang kesulitan mengakses pembiayaan perbankan. Meski mengantongi nilai kontrak hingga puluhan atau ratusan juta rupiah, angka tersebut kerap kali sulit dinilai secara presisi oleh sistem perbankan konvensional dalam mengukur tingkat kelayakan kredit (creditworthiness).

Persoalan utama bersumber dari sistem pembayaran bernilai sekaligus (lump sum). Nilai kontrak yang tercantum umumnya mencakup seluruh biaya operasional produksi, sehingga tidak serta-merta mencerminkan pendapatan bersih yang diterima oleh pekerja kreatif.

Dalam diskusi bersama Indonesian Film Editors (INAFEd) dan Asosiasi Casting Indonesia (ACI), terungkap bahwa nilai proyek yang diterima masih harus dibagi ke berbagai kebutuhan. Untuk editor film, dana harus dialokasikan untuk asisten, transportasi, sewa studio, hingga perangkat kerja. Sementara untuk casting director, dana juga diteruskan kepada agensi dan talenta.

Kondisi tersebut membawa konsekuensi administrasi dan beban pajak atas nama perorangan. Selain itu, pengerjaan berbasis proyek membuat pendapatan tidak selalu stabil sepanjang tahun.

Humas INAFEd, Aline Jusria, menekankan pentingnya pengelolaan dana yang cermat. “Karena pekerjaan kami berbasis proyek, ketika mendapatkan pekerjaan, tentu pemasukan harus dikelola dengan baik. Kita tidak tahu kapan proyek berikutnya datang,” kata Aline, dikutip Kamis (8/10/2026).

Hal senada disampaikan Ketua Umum ACI, Calvin Moniaga, yang menggarisbawahi perlunya pemisahan arus kas.

“Kita harus bisa membedakan mana yang memang menjadi pendapatan kita dan mana yang merupakan uang untuk kebutuhan proyek. Karena kalau semuanya tercampur, nanti sulit untuk melihat sebenarnya berapa penghasilan kita,” jelas Calvin.

Solusi Pemisahan Arus Kas Melalui Amar Bank Bisnis

Menjawab tantangan tersebut, Amar Bank menghadirkan pendekatan terintegrasi guna membantu pekerja kreatif membangun rekam finansial yang tepercaya dan memenuhi kriteria bankable.

Senior Vice President MSME Amar Bank, Josua Sloane, menyatakan bahwa pendekatan perseroan adalah membantu nasabah meningkatkan kualitas data keuangan mereka melalui pemisahan arus kas pribadi dan operasional proyek.

“Pendekatan kami bukan memfilter, melainkan merangkul pekerja kreatif yang selama ini sulit masuk ke sistem perbankan konvensional. Melalui platform Amar Bank Bisnis, kami membantu memisahkan arus kas pribadi dan proyek secara transparan serta menyediakan fitur pencatatan dan edukasi keuangan,” ungkap Josua.

Melalui platform Amar Bank Bisnis, pekerja berbasis proyek dapat menata pola pencatatan keuangan tanpa mengubah fleks# Amar Bank Soroti Kendala Akses Perbankan Pekerja Kreatif Berbasis Proyek.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version