Asia Tenggara Kuasai 81% Volume Perdagangan RWA di Bitget

Perdagangan RWA Bitget

Asia Tenggara Kuasai 81% Volume Perdagangan RWA di Bitget (Foto: Ilustrasi)

youngster.id - Laporan terbaru dari Bitget dan Block Scholes yang dirilis pada 21 April 2026 mengungkapkan dominasi mutlak Asia Tenggara dalam perdagangan Real-World Assets (RWA) atau aset dunia nyata yang ditokenisasi. Sepanjang kuartal pertama 2026, kawasan Asia Tenggara menyumbang 81,9% dari total volume perdagangan RWA di platform Bitget.

Selain memimpin volume transaksi, wilayah ini juga mencatatkan jumlah pedagang aktif terbanyak dengan pangsa 26,2%, mengungguli Asia Selatan dan Timur Tengah yang masing-masing berkontribusi di bawah 21%.

“Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh fleksibilitas perdagangan aset tokenisasi yang memungkinkan pengguna bereaksi secara instan terhadap peristiwa makroekonomi dan geopolitik global di luar jam operasional pasar tradisional,” kata Bitget, dikutip Rabu (22/4/2026).

Para investor di Asia Tenggara terpantau memanfaatkan versi digital dari saham teknologi, komoditas, hingga obligasi negara (U.S. Treasuries) untuk mengelola risiko saat bursa utama seperti Wall Street ditutup. Aset berbasis emas menjadi primadona terutama saat terjadi volatilitas pasar yang ekstrem pada Maret 2026, di mana pengguna beralih ke emas tokenisasi untuk mendapatkan eksposur harga selama 24 jam penuh.

Menariknya, lonjakan volume ini bukan berasal dari investor tradisional Wall Street, melainkan dari pemegang kripto eksistensi yang mencari platform satu pintu untuk mengelola seluruh eksposur aset mereka. Korelasi Bitcoin dengan indeks ekuitas yang mencapai titik tertinggi sejak akhir 2025 memperkuat sinyal bahwa pasar kripto dan pasar tradisional kini bereaksi terhadap pemicu ekonomi global yang sama.

Bitget sendiri mencatat rekor volume harian aset tradisional mencapai US$6 miliar pada 20 Maret 2026, di mana aset non-kripto kini berkontribusi antara 20% hingga 40% dari total volume platform.

Keunggulan model perdagangan ini terletak pada efisiensi biaya dan kecepatan penyelesaian transaksi instan (T+0) dibandingkan pialang tradisional yang membutuhkan waktu 1-2 hari. Meskipun menawarkan kemudahan melalui kepemilikan fraksional mulai dari US$1, laporan ini mengingatkan pengguna mengenai perbedaan hak suara dan perlindungan hukum antara aset “digital twin” dengan kepemilikan saham langsung.

 Kendati lanskap regulasi telah matang melalui GENIUS Act (2025/2026), investor diimbau tetap waspada terhadap potensi perbedaan harga yang bisa terjadi selama akhir pekan saat pasar fisik tutup. (*AMBS)

 

Exit mobile version