CFX Connect, Wadah Literasi Keuangan Digital Bagi Generasi Muda

CFX Connect

CFX Connect, Wadah Literasi Keuangan Digital Bagi Generasi Muda (Foto: Istimewa)

youngster.id - Generasi muda sebagai salah satu penggerak adopsi ekosistem keuangan digital nasional. Hasil kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) pada 2025 mengungkapkan, mayoritas pemilik aset keuangan digital didominasi oleh kelompok usia di bawah 35 tahun. Menyadari peran krusial tersebut, Bursa Kripto CFX menghadirkan CFX Connect, sebuah wadah literasi yang menjembatani regulator, pelaku industri, dan generasi muda untuk berkolaborasi menciptakan ekosistem aset keuangan digital yang lebih aman, transparan, dan terpercaya.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama Bursa Kripto CFX Subani mengatakan, Bursa Kripto CFX menyelenggarakan CFX Connect sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan literasi terkait aset kripto ke mahasiswa, untuk mengawal pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia.

“Di balik potensi yang besar, industri aset keuangan digital seperti aset kripto juga menghadapi sejumlah dinamika yang perlu dikelola dengan bijak. Edukasi menjadi hal yang krusial untuk membangun ekosistem yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aman, terpercaya, dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan dan konsumen aset kripto,” katanya dalam CFX Connect edisi perdana yang diselenggarakan di Universitas Indonesia, Depok.

Menurut Subani, literasi menjadi penting guna memastikan pertumbuhan industri berjalan selaras dengan pemahaman masyarakat. Pada edisi perdana CFX Connect mengangkat tema “Membangun Kepercayaan dalam Ekonomi Aset Keuangan Digital: Peran Regulasi, Infrastruktur Pasar, dan Literasi melalui Generasi Muda. ”

“Program ini hadir untuk mendorong dialog dan edukasi agar setiap partisipasi masyarakat di pasar kripto didasari oleh pengetahuan yang fundamental, bukan sekedar aksi impulsif akibat FOMO untuk berinvestasi di aset kripto,” ujarnya.

Bursa Kripto CFX juga menyelenggarakan kompetisi CFX Lab, sebagai bagian dari kegiatan edukasi dan literasi CFX Connect. Dalam kompetisi ini, peserta yang merupakan mahasiswa Universitas Indonesia berperan sebagai tim analis strategi pasar keuangan digital yang diminta menyusun kajian strategis bagi manajemen Bursa Kripto CFX selaku bursa aset keuangan digital teregulasi di Indonesia. Kelompok terpilih akan mendapatkan hadiah penghargaan eksklusif dari Bursa Kripto CFX dan mengikuti program Internship di ekosistem Bursa Kripto CFX.

“Hadirnya CFX Connect dan CFX Lab menandai langkah baru dalam perjalanan literasi keuangan digital di level nasional. Bursa Kripto CFX percaya bahwa kolaborasi yang terjalin hari ini akan menjadi pondasi kokoh bagi masa depan aset keuangan digital Indonesia yang berkualitas dan berintegritas,” kata Subani.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto, Adi Budiarso menegaskan, regulator, pelaku usaha dan akademisi bukan hanya mempercepat laju adopsi.

“Kita harus memastikan bahwa konsumen tidak hanya “ikut tren” atau terbawa FOMO, serta memperoleh perlindungan yang memadai. Kita tidak ingin pasar menjadi arena spekulasi murni, di mana masyarakat hanya tergiur narasi “cepat kaya” tanpa memahami risiko yang menyertainya,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Manajer Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Anna Amalyah Agus mendukung dan berkomitmen untuk mendampingi mahasiswa dalam proses pembelajaran yang benar dan terarah.

“Kami juga terbuka untuk bekerja sama dan berkolaborasi dengan regulator seperti OJK maupun Self-Regulatory Organization (SRO), agar pengembangan ini tetap berada dalam koridor yang tepat, terawasi, dan berkelanjutan. Harapannya, inisiatif ini dapat memberikan dampak positif dan menjadi langkah awal dalam menghadirkan Pusat Sentral Investasi berbasis kripto di Universitas Indonesia, khususnya di FEB UI sebagai sebuah hub inovasi yang tidak hanya mendorong literasi, tetapi juga eksperimentasi dan implementasi nyata dalam ekosistem keuangan digital di Indonesia,” pungkasnya.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version